Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Omelan Mama


__ADS_3

"Apa? Ameera menantuku pergi? pergi ke mana?" Mama Amalia begitu kaget dengan ucapan Benny yang baru saja selesai bicara menyampaikan kabar tak enak itu.


Richard hanya diam biarlah Benny menyampaikan apa adanya tapi Richard berharap Mama dan keluarganya bisa mengerti kalau semua yang terjadi menjadi masalah dalam rumah tangganya adalah hanya kesalahpahaman.


Richard seperti sudah mumet dan pusing apalagi Richard tak bisa menekan lagi keluarga Ameera malah tambah lagi masalah dengan Aliyah adik iparnya mungkin Aliyah akan mengadu kepada Ameera atau juga pada orang tuanya tapi Richard tak perduli biar semua tahu dan Ameera juga tahu kalau dirinya perlu bertemu.


Bukan saja Mama Amalia yang kaget tetapi Papa Isaak juga Andrea tak kalah bengong ada apa sebenarnya? semua tampak tak mengerti.


"Richard! ada apa dengan dirimu? sehingga Istrimu pergi dengan membawa bayinya?


Mama sama Papa datang untuk ketemu Ameera dan Cucu Mama yang sudah seperti membayang di pelupuk mata. Mama sama Papa tak habis pikir dengan dirimu kalau bukan Kamu yang bikin ulah apalagi yang membuat perempuan solehah seperti Ameera pergi meninggalkan suaminya sendiri? pasti Kamu buat masalah yang tidak bisa dimaafkan juga yang menyakiti perasaan Istrimu. Kamu hanya mengotori rumah tanggamu sendiri! Apa Kamu tak berpikir dengan baik dan benar kalau sekarang itu Kamu jauh lebih baik setelah ada Ameera dalam hidupmu? bahkan sekarang sudah ada buah hati kalian apa yang Kamu cari heh? rasanya tak ada yang di ragukan lagi dari Ameera malah Mama kini meragukan Kamu! Kamu tidak berpikir itu adalah anugerah yang tidak bisa bandingkan dengan apapun selain dengan rasa syukur. Bagi Mama tak ada bandingannya kecuali dengan kebaikan yang harus Kamu jalani!" panjang ucapan Mama Amalia semua bagai anak panah di hati Richard yang menancap berdarah menyakiti perasaannya yang tidak bisa membela diri karena semua bukan kesalahnannya.


Richard bagai anak TK yang ketahuan berbuat nakal di hadapan gurunya tak berkutik tak sanggup berkata dan membela diri sedikitpun di hadapan keluarganya karena semua berawal dari keteledorannya dan juga kesalahannya.


Postur badan tinggi gede tetapi Mama Amalia tidak takut yang diucapkannya adalah kebenaran berharap Richard busa hijrah dengan sebenarnya.


"Benny! sudah berapa lama Ameera pergi membawa cucuku?" tanya Mama Amalia dengan kemarahannya. Bergantian menatap putranya Richard juga Benny tangan kanan dan kepercayaan Richard juga keluarganya.


"Lebih sepuluh hari..." jawab Benny dengan perlahan.

__ADS_1


"Astaghfirullah, Apa usaha kalian selama itu? habis melahirkan memberimu kebahagiaan dan masa depan Kamu sia-siakan, perjuangan seorang isteri bukan saja jadi penghias keluarga tapi do'a istri akan jadi begitu tajam bagi siapa saja yang menyakitinya termasuk suaminya sendiri!" bentak Mama Amalia dengan geramnya.


Benny sama Richard hanya diam bagai patung habis di omel-omel dengan kemarahan.


"Kalian memang laki-laki tak berguna! Apa jawaban dan tanggapan orangtuanya Ameera Benny?" tanya mama Amalia lagi menatap Benny yang sudah kayak Anaknya sendiri. Papa Isaak sama Andrea hanya diam menyimak semua perdebatan atau lebih pas di bilang interogasi.


"Pak haji Marzuki hanya menghargai keinginan Bu Ameera untuk menghindar takut malah emosi dan Bu Ameera ingin tenang dulu, sebenarnya keluarganya tahu di mana Ameera berada tapi mereka mungkin memegang amanah saja menghargai keinginan Bu Ameera yang tidak ingin bertemu dulu sama Bos Richard." Benny menerangkan sikap keluarga Ameera.


"Se-begitunya kesalahanmu Richard! mungkin Mama sama Papamu juga akan bersikap seperti itu kalau tahu Kamu memang yang bikin masalah!" Mma Amalia benar benar marah kali ini.


Maksud hati mengendong cucu yang telah begitu lama ditunggu kehadirannya apalagi seorang cucu laki-laki harapan keluarganya juga Ameera yang baru melahirkan Mama Amalia membawa segala makanan dan hadiah bagi Cucunya.


Tapi hanya kekecewaan yang di dapatnya di sini sungguh semua diluar perkiraannya.


"Tapi Ameera tak mungkin melakukan hal seperti itu kalau melihat Kamu baik-baik saja sebagai suami dan sebagai pimpinan kepala rumah tangga juga pimpinan di perusahaan ini! Sudah Kita pulang lagi Ke Bandung Pap! malu Mama sama keluarga Haji Marzuki sudah sepantasnya Ameera pergi."


"Mam, Aku harus bagaimana lagi? di sini disalahkan dari pihak istriku sendiri tidak bisa mendengar ucapan dan penjelasanku terserah kalian semua Aku tak perduli lagi Aku hanya menyerahkan kepada waktu yang akan bicara kebenaran!" ucap Richard sambil memukul meja. melampiaskan kemarahannya sendiri.


"Ya serahkanlah semua pada waktu karena Mama juga belum percaya semua yang Kamu ucapkan pembelaanmu tidak seimbang karena di sini tidak ada Ameera menantu Mama!" Jelas walaupun Mama Amalia belum tahu kebenaran yang sebenarnya yang disebut Anaknya Richard salah paham entah di mana Mama Amalia hanya melihat Ameerw pergi pasti ada masalah yang serius.

__ADS_1


Andrea keluar entah ke mana pusing mungkin mendengar sikap tegas Mamanya. Mama Amalia juga Papa Isaak hanya diam dalam kecewanya.


Richard juga pergi ke kantornya semua akan di hadapinya. Richard seperti menantang masalah ayo aja datang masalah! Aku sudah kepalang kebal Mamaku sama keluargaku juga sudah tak percaya lagi padaku.


"Panggil Tante Diana ke sini Aku mau bertemu!" ucap Richard pada Benny yang baru masuk ke ruangannya dan duduk di sofa.


Richard marah tapi pada siapa? kecewa yang pasti pada keputusan Ameera yang pergi tanpa memberikan kesempatan sedikitpun pada dirinya tadi bisa bicara tetapi sikap Ameera hanya bisa menyalahkan Richard dengan sudut pandang dirinya sendiri.


Benny dengan ragu berjalan menuju kamar yang di huni Tante Diana, tapu Hanna menunjuk kalau Tante Diana lagi di restoran Hotel The Rich.


Mungkin Hanna melihat saat Tante Diana keluar dari kamarnya dan berjalan menuju restoran.


Benny akhirnya belok dan akan menemui Tante Diana yang lagi makan sendiri.


Benny juga tahu keterikatan Richard sama Tante Diana mungkin tidak bisa dipandang sebelah mata terbukti Richard juga begitu sulit untuk bisa mengusir walaupun kini semua tidak sejalan lagi dengan cara pandang Richard.


Benny selalu saja berpandangan negatif karena sebenarnya Benny tahu karakter yang sebenarnya dari Tante Diana selain penggoda licik banyak trik dan penuh intrik.


Benny berusaha tenang dan mengumpulkan kata bagaimana bicara sama Tante Diana yang dulu begitu akrab tapi Benny tak pernah di beri rasa simpatik sedikitpun hanya menghargai Richard saja sebagai Bosnya.

__ADS_1


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2