
"Argh! Benny! Aku harus bagaimana lagi? kemana Ameera perginya?" teriak Richard sambil segala di tendang di lantai atas villa nya itu.
Tiap hari Richard hanya marah-marah kerjanya merusak semua barang yang ada di hadapannya.
"Ah! brengsek semuanya! Benny bawakan Aku minuman!" teriak Richard sambil berjalan ke kamar dan melempar bantal dengan sembarangan.
Melempar apa saja yang ada di dekatnya, villa huniannya alhasil jadi berantakan melempar sepatu ke mana saja dan tas juga kemejanya.
"Bos duduk dulu, bukan gitu cara menyelesaikan masalah mari Kita diskusi mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada," ucap Benny sambil duduk duluan menatap Richard yang semakin hari semakin kacau saja.
Richard hanya mondar-mandir dengan tatapan menakutkan kalau kata Hanna istri Benny. Selalu saja begitu kalau Richard lagi marah seperti mau makan orang saja kata karyawannya.
"Aku juga sama terganggu dengan semua permasalahan Bos ini. Rumah tanggaku kacau Hanna marah udah beberapa minggu Aku tidak pulang karena mengurus Hotel. Hanna minggat ke rumahnya karena Aku sering pulang larut dan pergi pagi sebelum Hanna bangun tapi masalah semua bisa Aku selesaikan. Bos jangan malah tambah rumit semuanya!"
"Pokoknya cari Ameera sama Richie Aku merindukan Ameera Benny tak perduli bagaimanapun caranya Aku harus menjelaskan kesalahpahaman ini pada Ameera!" Suara Richard mirip bentakan pada Benny.
"Baik, tetap akan Aku lakukan tapi jangan seperti ini sikap Bos mulailah berpikir cerdas Kita Aku punya cara ikuti salah satu anggota keluarga Bu Ameera pasti suatu saat mereka akan menemui Ameera, kalau memang keluarga Haji Marzuki tetap tidak bisa memberitahukan di mana Bu Ameera sama Richie berada menurut Bos bagaimana?" Richard tak menjawab apapun.
"Aku merindukan Ameera sama Richi Benny!" sekali lagi Richard bergumam.
__ADS_1
"Tentu saja dan pasti Bu Ameera juga sama merindukan Bos, tapi Bos yang harus tenang dan sabar semua akan ada saatnya. Saat ini Bu Ameera masih marah," ucap Benny memberi pengertian.
"Aku tidak bisa konsentrasi pada apapun Aku ingin bertemu Ameera dan meminta maaf." Richard duduk dengan menunduk.
"Ya, tapi Kita lakukan langkah pertama dulu seperti yang tadi Aku sampaikan Kita akan melakukannya sendiri atau menyuruh orang lain? target Kita Haji Marzuki saja yang jelas sudah tahu di mana Ameera berada."
"Terserah Kamu saja, Suruh saja orang lain biar tidak di ketahui. Kita pergi ke ATM pasti Ameera butuh duit kalau perlu ke Bank cari data di mana Ameera melakukan transaksi ATM terakhir pasti tinggalnya tak jauh dari daerah itu." Richard dengan kusut menyampaikan idenya juga.
"Boleh itu, tapi sepengetahuanku Bos Kalau Kita mencari data seseorang walaupun keluarga sendiri itu akan banyak pertanyaan dan prosedur yang harus Kita jalani karena menyangkut privasi seseorang tapi menurutku lebih baik Kita nongkrong di Mall karena mungkin Ameera akan mencari makanan di Mall yang dekat-dekat saja," ucap Benny merasa itu jadi jalan baginya.
"Terserah Kamu saja Benny! Aku pusing bolak balik tidur di rumah mertuaku balik lagi ke Villa bagaimana di hotel? apa Kamu sudah berhasil memindahkan Tante Diana?" tanya Richard ingat akan usahanya dan kalau di hotelnya ada Tante Diana.
"Sudah Bos, kamar sudah beres dan bersih lagi tinggal menunggu Bu Ameera nya pulang." jawab Benny dengan maksud mencairkan suasana.
Richard begutu merindukan istrinya juga putra tersayangnya Richie, belum pernah sepanjang pernikahannya Richard berpisah dengan Ameera belum pernah kehilangan satu malam pun Richard sama istrinya, tidur dan bangun selalu memeluk dan menciumnya, Kini Richard kehilangan istrinya dan Ameera telah pergi Ameera menghilang
dengan membawa kemarahannya dan ameera tidak memikirkan dirinya lagi.
Richard memandang Benny yang lagi menelepon seseorang mungkin yang akan di tugaskan mengikuti Haji Marzuki.
__ADS_1
"Benny kenapa Tante Diana begitu lama di sini pernahkah Kamu mengobrol dan bertanya apa tujuannya kalau perlu duit kasih saja biar Dia cepat pulang!"
"Dia hanya ingin bertemu Bos, dan mendengar sendiri kalau Bos sudah punya isteri dan anak!"
"Ah, sungguh brengsek semuanya biar nanti Aku temui saja biar beres satu satu masalahnya!"
"Baik, tapi dengan catatan bersamaku!
Richard mengatupkan rahangnya menahan perasaannya sendiri dan kalut pikirannya.
"Pokoknya Aku temani malam nanti Benny karena Aku tak bisa tidur!"
"Waduh Bos Aku baru saja damai sama istriku masa di tinggal lagi?" ucap Benny sambil nyengir.
"Ah! Aku juga sama di tinggal istriku pokoknya malam nanti tidur di sini atau di rumah Ameera Aku minta ditemani!
Benny diam saja, sepertinya Hanna pastikan marah lagi karena baru saja Dirinya berjanji akan mengatur pekerjaan dan memperhatikan istrinya kuga menjaga rumah tangganya.
__ADS_1
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️