
"Pokoknya Aku mau pulang Hanna, besok pulang sekarang boleh menginap di sini semua begitu nggak nyaman."
"Ya jelas nggak nyaman karena tubuh Abang yang tidak nyaman banyak luka dan lebam pasti nyeri bukan tempat tidur atau tempat ruangannya, sabar sedikit Bang sudah bikin panik orang dengan keadaan Abang yang pingsan lama banget Aku sudah bingung harus bagaimana?"
"Tapi Aku merasa enak mending istirahat di kamarku istirahatnya sama kamu Hanna."
"Kalau di kamar bukan istirahat Bang tapi main enak, apa Abang sudah kuat jangan sok jadi jagoan deh tapi bonyok begini mau jadi jagoan sembuh dulu baru minta cuti istirahat jangan keluar dari kamar! baru itu jagoan." sindir Hanna setelah memberi makan alakadarnya karena mengunyah juga Benny merasa sakit dan juga memberi obat biar bisa istirahat dan besok mulai pulih.
"Hanna Aku pingsan lama ya?"
"Kenapa memang Bang?"
"Aku merasa seperti tidur dalam dekapanmu saja ada kepuasan dalam hatiku."
"Ah, Abang jangan ngelantur jelas Abang pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit, mungkin hati Abang puas telah sama sama saling menyakiti sama lawan Abang itu tapi sebenarnya bagiku itu hanya kemubaziran saja buang waktu dan energi mengikuti emosi dan dendam pribadi yang tak ada manfaatnya."
"Iya Hanna maafkan Aku. Tadinya Aku tak berniat melayani Si Zen busuk itu tapi karena Dia terus menyalahkan ku seakan Aku menghalang-halangi Bos Richard untuk memberikan duit yang diinginkannya, padahal Bos juga bukan orang bodoh Aku merasa harga diriku diinjak dengan semua perkataannya yang bikin Aku panas dan emosi terus aja Dia meneror mengirimkan kata-kata lewat chatting kebetulan saat itu Kamui berpapasan di satu tempat dan Aku yakin itu Zen dia mengepalkan tangannya langsung Aku naik pitam langsung turun dan terjadilah kejadian itu."
__ADS_1
"Sudahlah cukup sekali ini saja Abang melakukan hal gila, sekarang istirahat biar besok bisa pulang dan bisa tidur di kamar Kita. Banyak program baru di Hotel tempat Kita kerja yang mengharuskan Kita total. Jangan sampai merusak pandangan baik yang selama ini Bos percayakan."
"Iya Hanna, Aku sadar kini kalau yang Aku lakukan pagi tadi adalah hal gila mengikuti emosi sesaat."
"Istirahat saja, Bang bagaimana kalau lawan Abang itu lebih parah? dan meninggal? Aku begitu takut Bang."
"Hanna, Dia mengeroyok Aku nggak mungkin Dia lebih parah dari Aku temannya ada dua mereka bertiga sedang Aku sendiri jelas Aku yang jagoan masih bisa bela Diri."
"Iya, Abang jagoan! Jagoan bonyok!"
"Ah Hanna jangan meledek Aku yang pasti Aku jagoan buat Kamu!"
"Hanna tidur di sini, biar Aku cepat sembuh."
"Apa-apaan Bang? Kapan Abang istirahatnya kalau begini masa satu tempat tidur untuk pasien di tempati berdua? Sudah Aku gelar karpet tidur di bawah Abang juga tidur katanya pengen cepat bisa pulang!"
"Aku sudah merasa segeran Hanna, lagian Aku baru bangun dari pingsan jadi nggak ada kantuk sini Kita ngobrol sambil usap-usap Aku biar cepet sembuh."
__ADS_1
"Aduh Bang ini sudah malam Aku ngantuk dari pagi jagain Abang, tidurlah biar obatnya bereaksi," ucap Hanna sambil bangun lagi lalu duduk melihat Benny suaminya yang kini duduk di tempat tidur.
"Hanna boleh Aku minta memelukmu dulu atau sekedar berciuman Aku merasa ada yang hilang di sampingku kalau tidur nggak ada Kamu."
"Abang gombal juga ya? rengekannya percis Anak kecil deh."
"Emang Aku Anak kecil kan nggak bisa lepas dari dadamu!"
"Ah, Abang jadinya Aku pengen di peluk juga."
Mereka tertawa berdua lalu berpelukan dan saling usap.
"Abang bikin Aku cemas saja!" bisik Hanna di telinga Benny.
"Makasih Hanna Kamu telah begitu cemas dengan keadaanku, kalau di rumah Kita bisa lebih dari berciuman dan pelukan!"
"Iya Bang, tapi sembuh dulu biar besok bisa pelukan di Kamar Kita."
__ADS_1
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️