
"Apa Kak Richard belum bicara apapun sama Kakak?" Aliyah mulai berubah tak ngambek lagi dan sedikit berbinar mukanya jadi manis.
"Belum, mungkin baru merancang dan belum sepenuhnya terpikirkan kelihatannya mungkin juga baru ide yang terlintas di pikirannya tetapi sepertinya semua yang diucapkan selalu ingin direalisasikan ya begitulah Richard," jawab Ameera dengan tersenyum.
"Iya, kalau sudah pasti mungkin Dia akan datang ke Bapak sama Ibu juga Karena itu adalah proyek bersama yang sudah disepakati dari awal semua pembaharuan semua perubahan dan perubahan hak milik kedua belah pihak itu akan selalu dibicarakan dalam musyawarah bersama." Haji Marzuki menegaskan dengan jelas semuanya. Disambut anggukan Ibu Hj Salamah.
"Jadi Aliyah jangan merajuk lagi ya kan sudah mendengar semua penjelasan Bapak. Baik-baik dengan semua orang dengan semua relasi dan semua bawahan karena itu adalah pembelajaran untuk masa depanmu seandainya ingin menjadi pemimpin yang lebih besar lagi harus dimulai dari hal kecil dan lingkungan terkecil," ucap Ameera begitu dewasa dan bijaksana mengarahkan Adiknya.
__ADS_1
"Kak, kapan Kak Ameera bisa kerja lagi Richie nanti gimana? Aku merasa bosan dan tak ada teman ngobrol sejak Kak Ameera cuti melahirkan," ucap Aliyah terdengar seperti keluhan. Karena terlalu menyita waktunya di sela sela kuliahnya.
"Kakak lagi berunding sama Kak Richard sebaiknya gimana, maunya Kak Richard Kakak berhenti saja total untuk mengurus Richie, tetapi jiwa Kakak juga seperti terbelenggu keluar dari aktivitas dan tanggung jawab yang dibebankan Bapak juga Ibu sepertinya Kakak mengambil jalan yang Ibu sodorkan yaitu biarlah Richie tinggal di sini kalau siang bersama Bibi juga diawasi Ibu sewaktu waktu Ibu bisa pulang dari villa paling sibuknya weekend saja dan nanti setelah pulang Kakak ambil. Untuk awal Kakak juga paling masuk hanya sebentar sebentar saja saat nanti berkantor lagi di Agrowisata. Mungkin seperti itu dulu paling seminggu lagi juga Kakak sudah bisa kerja dan tinggal nanti mendengar kesiapan Bibi untuk mengurus Richie paling hanya beberapa jam selama siang saja mungkin tidak terlalu berat membebankan tanggung jawab sepenuhnya kepada Bibi tetapi tidak ada yang lebih dipercaya lagi selain Bibi bukankah begitu Bu?" Ameera menjelaskan dengan jelas biar semua tanggungjawabnya tetap ke pegang.
"Iya Al, semua harus di rencanakan dengan matang justru Ibu akan merasa khawatir kalau Richie diurus sama babysitter yang baru Kita kenal makanya Ibu menyodorkan opsi itu dan Ameera begitu memahaminya mungkin setelah disodorkan juga kepada Nak Richard sepertinya pasti akan setuju," ucap Ibu Hj Salamah dengan ucapan menentramkan.
"Belum Pak biasanya pagi masih tidur habis subuh suka tidur lagi dan malam habis ngantor suka nge-gym olahraga katanya biasanya pulang malam Aku sudah ngantuk, mungkin nanti akan ada saatnya," ucap Ameera karena baru kemarin Richard juga pergi ke Agrowisata karena di suruh Dirinya nengok villa dan membersihkannya menyuruh Benny ngirim gardener dari hotel.
__ADS_1
"Jadi Aliyah tetap Bapak tugaskan di Agrowisata membatu Pak Bagas nanti kalau Kakakmu sudah bisa aktif lagi Kamu bisa sedikit longgar. Jadi sekarang harus ikhlas menjalani capek sedikit nggak apa-apa dan Ibu tetap di villa saja bisa sekalian mungkin menengok Richie karena Richie akan tinggal di sini itu keputusan Kakakmu. Bapak tetap mengurus Yayasan dan juga di jasa travel yang sudah begitu menyita waktu, Atau bila nanti Kakakmu total di Agrowisata Aliyah bisa Bapak diperbantukan di biro jasa travel karena Bapak sudah terlalu capek mengurus usaha di dua tempat," ucap Haji Marzuki sambil mengangguk pada anak-anaknya.
"Aku lebih senang Pak kalau di jasa travel!" ucap Aliyah dengan antusias.
Ameera hanya memanyunkan bibirnya dan menaikkan alisnya.
*******
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️