
"Hai duda tiga kali! dan pemecah record, gimana ceritanya waktu malam itu lo ajak temannya Annet kencan? berhasil apa lolos?"
"Gue ngobrol aja Rich, nggak ngapa-ngapain apalagi ngamar sama dia, dia kaku banget kelihatan belum pengalaman."
"Haaaa ... lo nggak berhasil menaklukan dia? kasihan banget, jagoan jumbo lo yang begitu berpengalaman nggak jadi piknik dong malam itu?"
"Emang elo Rich? setiap saat bisa piknik nggak mengenal aturan?"
"Aturan apa Jody? lha lobang sama aja rasanya kebanyakan aturan pusing otak dan jagoan jumbo kita lembek nggak strong jadinya."
"Ck, ck, ck Richard kapan lo akan menemukan orang yang bisa menaklukan mu heh?" Jody menatap sahabatnya dengan prihatin.
"Yang ada gue taklukan semuanya Jody, gue takluk saat mendengar ******* wanita di bawah gue dan gue mengerang panjang saat mencapai puncak, di situ gue takluk, tapi nanti menantang lagi! haaa ...."
"Sit! dasar lo, otak mesum nggak ketulungan. Gue sama Loka berteman biasa gue mau jadi Koboy insaf seperti judul film terserah penilaian lo, gue bosan jadi orang nggak bener, anak gue satu-satunya sudah besar nggak enak jadi figur jelek di mata anak, betapapun gue nakal, dan punya jejak jelek dan masa lalu lebih buram dari kertas lecek tapi masih bisa berharap anak gue nggak seperti gue!"
"Serius lo mau insaf? tapi ngapain datang ke klab malam gue?"
"Memang yang datang ke klab malam lo semua orang nggak bener Rich? gue malah di sadarkan oleh seorang gadis penyanyi klab malam lo, Loka temannya Annet telah membuka hati gue akan sebuah jalan kebenaran."
"Maksud lo apa? nada bicara lo sudah seperti jadi orang pintar saja!"
"Haaaaaaaa ... orang pintar itu dukun Rich! gue baru mau jadi orang baik!"
"Lo bicara sudah kayak dukun aja! yang dengan sekejap bertemu satu cewek sanggup membuat lo insaf? cap Playboy lo bukankah sudah mendarah daging?"
"Gue malam itu ngobrol sama Loka sampai malam, habis dia bernyanyi aku temani dia. Aku kira dia gadis seperti pada umumnya di klub malam yang bisa diajak plus sama gue, tetapi dengan sopan dia menolak dan dia berkata bekerja disini adalah hobi dan karena dia belum mendapat pekerjaan yang lebih baik dan kemampuan yang dia miliki tak ada lagi selain bernyanyi."
"Terus?" Richard kelihatan jadi penasaran.
"Sampai gue antar ke tempat kost-kostan nya, satu yang membuat gue kagum pada dia ternyata dia masih virgin belum pernah berhubungan dengan siapapun dan di sentuh orang."
__ADS_1
"Dari mana lo tahu dia masih perawan tingting, apa lo coba malam itu?"
"Sit! mesum amat lo Rich, gue boro-boro nyoba mendengar obrolan nya juga gue merinding. Kenapa? karena ada di zaman sekarang orang yang masih bisa menjaga bahkan katanya hanya akan berhubungan dengan seseorang yang dicintainya dalam ikatan satu rumah tangga."
"Mungkin dia bohong Jody, hanya nggak mau mengakuinya."
"Gue percaya Rich, gue menghargainya bahkan gue jadi berpikir, dia sangat menjaga kehormatannya jadi gue juga sangat menghargainya."
"Apa lo nggak mengeluarkan jurus rayuan gombal mu itu? bikin dia klepek-klepek dan minta sendiri! apa perlu gue ajarin caranya?"
"Gue nggak begitu Rich, gue bosan hidup curang, dulu gue pernah menjebak cewek gue dengan minuman dan di tabur perangsang dan obat tidur, tapi akhirnya gue sendiri yang menyesal setelah melakukan kenikmatan sesaat, tapi itu jadi istri gue yang ke dua."
"Ada juga akal lo tuh!"
"Tapi gue nggak lagi-lagi Rich, semua yang di jalani dengan hasil curang tetap tak memberi ketenangan, dalam rumahtangga dan kehidupan yang gue jalani."
"Wow, hebat prinsip lo kawan!"
"Hebat, gue bangga padamu sobat! berarti tiga kali gagal berumahtangga dan tiga kali jadi duda lo telah mendapat pelajaran dari semuanya?"
"Memang seperti itu Rich, gue malah ingin belajar ilmu agama yang benar!"
Deg! satu lagi tohokan di dada Richard begitu terasa mengena di hatinya, semua orang yang ada di dekatnya menyiratkan perubahan dan pada punya prinsip yang nggak di mengerti Richard.
Benny asisten pribadinya, seperti begitu alim bahkan memberikan masukan dan pencerahan perubahan.
Jody temannya yang paling playboy juga seperti ini pernyataannya, kemarin Ameera malah memberikan teguran halus pada dirinya secara tidak langsung, Richard menjadi tak habis pikir semua orang yang datang di hadapannya seperti menyerukan perubahan.
"Jadi lo bener mau insaf? gue boleh ikut?"
"Lo jangan bercanda Rich! jangan dulu bikin perubahan hati dan niat lo, pikirkan aja dulu jangan dulu ambil keputusan untuk berubah kerena ini bukan ranah main-main dan bercanda, sekali lagi pikirkan dulu baik buruknya!"
__ADS_1
"Sudah dua orang yang bilang begitu sama gue Jody! lo sama asisten gue Benny, juga pernah bilang, pikirkan dulu kalau belum siap berubah, kalau sudah mantap baru berubah!"
"Apa dasar lo mau berubah Rich?"
"Gue tidak tahu Jody, tapi ada yang memanggil hati gue aja, jujur gue belum bisa seratus persen berubah dan perlu waktu lama tapi jujur gue seperti orang asing di kehidupan gue!" Richard mulai terbuka.
"Seperti gue percis Rich, malah gue merasa bosan dengan kehidupan yang gue jalani, lo ada pemikiran begitu gue suka, gue bersyukur! walau kapan kita menuju benarnya kapan gue tak tahu, tapi setidaknya kita berpikir saja ke arah sana itu sudah lebih baik."
"Gue pernah mimpi nggak tahu aneh banget Jody, seumur hidup gue belum pernah bermimpi seperti itu, gue menjadi ketakutan di tempat tinggal hunian kamar itu sampai gue mengontrak cewek Annet untuk hidup bersama, tetapi itu bukan solusi kegelisahan hati gue tetap saja menjadi momok di kehidupan sehari-hari gue."
"Astaga! Rich, salah itu lepaskan perempuan itu pemberi kenikmatan sesaat."
"Gue mulai melepaskannya, gue coba hidup sendiri lagi."
"Itu lebih baik Rich, jadikan kesendirian lo sebagai bahan instrospeksi diri, merenung kita mulai menuju masa tua, bukan menuju masa muda, gue mau menikah sekali lagi dan untuk selamanya. Lo yang belum pernah menikah menikahlah gue jamin menikah itu bukan beban, bukan hambatan karir, bukan ikatan yang menjerat kita, tapi ikatan yang menentramkan hati kita."
"Gue akan mencoba memikirkannya Jody."
*****
Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy readingπβ€οΈ
Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya :
- Meniti Pelangi
- Pesona Aryanti
- Biarkan Aku Memilih
- Masa Lalu Sang Presdir
__ADS_1
πππππππππππ