Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
MP3


__ADS_3

Ameera tidur kurang lebih satu jam, matanya terasa begitu lengket dan sepet susah di buka. Jam dinding menunjukan pukul 05 : 05, Richard masih pulas nemplok di dadanya, Ameera berusaha melepaskan Richard perlahan, menatap laki-laki yang telah mencuri hatinya, dan selalu di rindukannya kini sudah di pelukannya, mengusap dada bidang suaminya yang tak mengenakan apa-apa dan lengan kekar khas olahragawan, Ameera begitu mengaguminya.


Seluruh badannya terasa linu dan kaku, tapi mengingat semua kejadian semalam dari awal sampai subuh menjelang Ameera begitu kagum akan kegagahan suaminya.


Richard seperti tak pernah capek memberondong dirinya dengan senjatanya, entah berapa kali mereka melakukannya, Ameera dengan senang hati melayani keinginan suaminya sampai merasa puas dan kecapekan sendiri.


Ameera hanya berharap akan ada keajaiban di dalam perutnya, betapa ingin menimbang buah cinta perpaduan dirinya sama Richard, sebagai penguat cinta mereka. Mahluk lucu yang begitu di rindukan bukan hanya dirinya tapi kedua orangtuanya juga.


Berendam di air hangat mungkin paling nikmat, dan minum sesuatu yang hangat pasti akan memulihkan tenaganya.


Perlahan Ameera bangun dan turun dari tempat tidur, memindahkan tangan Richard yang berada di tubuhnya, yang semalam tak henti-hentinya piknik tak terkendali ke mana dia suka.


Ameera turun dan berjalan ke kamar mandi, menyalakan shower dan mengisi bathub dengan air hangat.


Mengguyur tubuhnya dengan air dan berendam dengan wewangian aromaterapi memang nikmat, tapi Ameera ingat waktu keburu siang. Menyudahi mandi dan mengeringkan badannya lalu keluar melakukan sholat subuh dengan khusu.


"Sayang! kamu di mana, apa sudah bangun?"


"Aku habis sholat Rich, di sini di bawah ujung tempat tidur."


Richard bangun mengucek matanya dan mengusap mukanya berkali-kali.


Ameera melipat semua perlengkapan sholatnya dan menghampiri Richard yang masih duduk di tempat tidur.


"Bangun Rich, sholat dulu nanti tidur lagi."


"Kenapa tak ajak aku mandi bareng, biar kita sama-sama mandinya?"

__ADS_1


"Kalau mandi bareng harus punya waktu banyak sayang, mandi dulu sana! kamu nggak ngilu badannya?"


"Lumayan kayak habis marathon, tapi nanti akan terbiasa dengan sendirinya."


Ameera menghampiri Richard dan memeluknya. "Jangan bilang minta lagi, aku sudah mandi."


"Peluk dulu dong, aku mau mencium istriku yang sudah wangi."


"Mandi dulu siang! nanti aku kasih sarapan, minumnya mau apa?"


"Aku nggak mau apa-apa, cukup sarapan kamu!"


"Belum kenyang semalam Bos? ampun deh."


"Enak aja kenyang, semalam baru adaptasi pengenalan dulu, aslinya nanti siang sama malamnya kita start lebih awal!"


Richard masuk kamar mandi sambil tersenyum pada Ameera seperti menantangnya.


'Jadi malam tadi hanya adaptasi dan pengenalan? main aslinya seperti apa?'


Ameera merinding sendiri, tapi mengingatnya adalah satu kenikmatan yang tiada tara, hentakan kuat Richard mampu membuat dirinya mencapai kepuasan *******, sungguh permainan yang luar biasa bikin nagih lagi dan lagi.


Romantisnya Richard dan lembutnya belaian serta usapan seraya berbisik mesra membuai dirinya, tak mampu menolak walau untuk ke sekian kalinya.


Menciumnya dengan sayang saat usai melakukan penetrasi, begitu menenangkan, dan usapan saat mengatur nafas serta ucapan terimakasih selalu di bisikkan sebagai penghargaan atas kenikmatan cinta yang baru di reguk nya.


Ameera tersenyum sendiri saat tempat tidurnya telah rapi kembali, duduk di hadapan cermin melihat memeriksa wajahnya yang agak pucat karena kurang tidur.

__ADS_1


Richard yang habis sholat menghampirinya.


"Bobo lagi yuk?"


"Rich, aku lapar beri aku sedikit waktu untuk bernafas dan makan, sampai rambut ini kering setelah itu mau ngapain juga boleh, mau mengulang, mau meneruskan, juga mau memulai juga ayo!"


"Kasihan istriku sampai kelaparan, aku telephon Hanna dulu ya. Biasa sarapan apa?"


"Apa aja, apa nggak kepagian telephon Hanna? mungkin mereka juga lagi menikmati kebersamaan."


"Hanya Hanna yang mengerti keinginanku, dan sekarang harus mengerti juga keinginanmu, nggak apa-apa mereka selalu siap sedia saat aku membutuhkannya."


"Rich, aku mau kita sarapan diluar sambil jalan-jalan, biarkan Hanna sama Benny masuk kerja dengan normal tanpa di buru-buru dengan permintaan kita." jawab Hanna meminta pada Richard.


"Baiklah sayang, kamu dandan aku berpakaian dulu."


Richard keluar sama Ameera berjalan menuju parkiran yang masih agak sepi karena masih pagi, hanya ada Satpam yang manggut dan sigap memarkirkan mobil Bosnya, saat tahu Bos Richard mau keluar.


Mobil berjalan keluar tapi Richard tak punya tempat referensi.


"Kita ke kiri apa ke kanan sayang?"


"Ke kanan, aku punya tempat sarapan enak banget, tapi nggak tahu cocok apa nggak buat kamu," ucap Ameera sambil melirik Richard di sebelahnya.


"Aku pasti cocok asal kamu cocok sayang, di mana tempatnya? asal jangan sarapan yang pedas level 20 saja." Richard jadi ingat pernah makan sama Ameera dan mengikuti apa yang Ameera pesan, ujung-ujungnya dirinya sakit sampai harus berurusan dengan dokter segala.


"Suka dimsum kan?"

__ADS_1


"Suka."


"Kita ke rumah makan itu sekarang."


__ADS_2