Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Malas makan


__ADS_3

"Halo Rich sayang, kamu sudah bangun? sini pulang dulu Mama Papa sama keluarga yang lain mau pulang, kita makan bersama dulu, mana istrimu sudah bangun?" Suara mama Amalia di ujung telephon.


"Ya Mam, nanti aku ke situ sama Ameera, Ameera lagi mandi." Richard bicara masih dalam keadaan malas dan ngantuk.


Ameera keluar kamar mandi dengan wangi yang begitu menyeruak dalam ruangan, Richard bangun dengan mengenakan celana boxer dan dada telanjang menghampiri Ameera dan menyergapnya.


"Rich, kamu bau. Mandi dulu sana!" teriak Ameera sambil melepaskan diri dari rengkuhan Richard. Mencoba berontak tapi apalah daya Richard semakin kuat mengungkungnya.


Richard membalikan tubuh Ameera yang asalnya di peluk dari belakang kini jadi berhadapan, dan saling senyum.


Ameera yang hanya mengenakan piyama mandinya begitu mudah Richard menjangkau daerah kesukaannya.


"Rich! kamu menyakiti aku, jangan terlalu kencang cengkraman kamu." Ameera berteriak kecil diakhiri *******, saat kepala dan mulut Richard sudah ada di belahan dadanya. Richard hanya tersenyum sambil menahan satu rasa yang belum tersalurkan pada wanita di hadapannya yang kini sudah resmi jadi istrinya.


Tapi Richard tak melepaskannya, malah semakin erat memeluk pinggang Ameera dan menatap wajah cantik di hadapannya sambil tangannya tetap di pinggang Ameera.


Memandang wajah cantik tanpa penutup, tanpa polesan dan bisa menyentuhnya, menciumnya, juga memeluknya adalah kenikmatan tersendiri bagi Richard.


"Aku tidak melakukan apa-apa padamu malam ini, kenapa harus mandi hemght ...?"


"Mandi biar seger, aku tahu kamu kesal biar hilang kesalnya, kita pulang sekarang ya?" ucap Ameera sambil membenamkan kepalanya di dada Richard.


"Katanya suruh aku mandi, tapi malah kamu nyaman nemplok di dadaku?" ucap Richard sambil mencium ujung kepala Ameera.

__ADS_1


"Aku juga menginginkannya Rich," jawab Ameera.


"Iya, sayang. Cepat selesai dan kamu mandi besar, kita satukan keinginan dan kerinduan kita selama ini."


Richard semakin dalam memeluk istrinya, kehangatan cinta yang mereka rasakan pagi ini begitu terasa. Walau semua terasa belum tuntas.


Ameera merasakan besarnya keinginan Richard, hanya bisa mengusap dada dan lengan kekar berotot, dan satu lagi senjata yang selalu terasa tajam di bawah perut Richard saat mereka berpelukan siap menyerangnya setiap waktu saat aba-aba di terima Richard.


Ameera hanya bisa membayangkan kedahsyatannya saat di gunakan, Ameera sedikit merinding tapi ingin merasakan kenikmatannya.


"Tapi aku mau memeluk kamu dulu, kita pelukan sampai puas, Aku malas sarapan juga makan, aku hanya ingin tidur dan memeluk kamu sayang. Mama Papa menunggu kita, untuk makan bersama sebelum keluargaku semua pulang. Tapi kita harus datang menghargai mereka"


Ameera membelai dada Richard, dan Richard mencium kening istrinya dengan perasaan sayang.


"Ssssssssst ... aku akan memintanya duluan kalau aku sudah suci, ayo sekarang kamu mandi aku tungguin sambil dandan di sini ya." sahut Ameera sambil jinjit mencium pipi suaminya.


Richard tersenyum sambil membelai rambut Ameera, lalu melepaskan pelukannya dan masuk ke kamar mandi.


******


"Hai sayang, akhirnya pengantinnya datang juga. Duduk sini dekat Mama," sapa Mama Amalia sambil berdiri saat Ameera dan putranya Richard datang mencium tangannya.


Ameera tersenyum sambil menghampiri semua keluarga Richard dan Richard cemberut merasa nggak di sambut juga di perhatikan, Mamanya sibuk menarik kursi buat Ameera dan bahkan mengusap punggungnya segala setelah Ameera duduk.

__ADS_1


"Mama belum pesan makanan biar kita pesan setelah kita kumpul, takutnya Nak Ameera punya pilihan lain." Mama Amalia menatap menantunya yang hanya senyum-senyum saja. Mungkin masih malu berada di tengah-tengah keluarga suaminya.


"Pesan saja Mam, apapun aku suka kok," ucap Ameera.


"Andrea, pesan makanan sekarang. Sepertinya sama saja menunya."


"Baik Mam, Kak Richard biasa minumnya apa?" tanya Andrea sambil menatap Kakaknya yang kelihatan belum mood untuk sarapan.


"Samain aja," sahut Richard sembari meraih tangan Ameera yang ada diatas meja. Lalu di ciumnya, dan menempelkannya di pipinya.


Papa Isaak tersenyum memandang tingkah putranya, teringat dulu masa mudanya, dirinya juga romantis seperti Richard putranya kini.


"Pengantin harus banyak makan, terutama yang berprotein tinggi buat stamina."


canda Papa Isaak.


"Tenaga yang ada aja belum terpakai Pap!" jawab Richard seperti ingin mengadu pada Papanya.


"Haaaaaaaa ... itu biasa, tapi mengumpulkan ekstra tenaga apa salahnya?" timpal Papa Isaak menggoda putranya.


"Apa sih yang kalian bicarakan? laki-laki suka aneh memang." tukas Mama Amalia.


Menu datang, Richard malah meminta sereal gandum sama susu untuk makan sarapannya kali ini, sambil menawarkan pada Ameera. Tapi Ameera menolaknya mengikuti apa yang sudah Mama mertuanya pesan tadi yaitu roti bakar isi omelette dan keju mozzarella juga daging asap.

__ADS_1


__ADS_2