
Malamnya sepulang kerja Jody terus nge-gym walau Loka istrinya sudah beberapa kali meneleponnya tapi Jody tak mengangkatnya dan selesai nge-gym Jody mau ke tempat Richard sekedar meregangkan urat syarafnya yang terasa begitu tegang membiarkan Loka menyelesaikan dulu semua pesanan kuenya.
Hati Jody terasa kesel dan mangkel tapi di hadapan Loka semua harus bisa di tahannya salah salah semua bisa salah paham. Jadi lebih baik Kalau ada masalah jadi menghindarinya dulu biar semua tenang.
Rasanya ingin marah melihat istrinya sibuk kini dengan dunia barunya silakan untuk memperdulikan waktu dan dirinya sebagai suami.
Tapi mau gimana lagi memang dirinya yang menciptakan kesibukan buat istrinya Loka sebenarnya semua jauh dari perkiraan Jody di kiranya semua akan dikerjakan selama darinya bekerja tetapi ternyata pada kenyataannya semua pesanan tidak terbatas waktu karena memang benar apa yang dikatakan Loka semua makanan ada dipakai peruntukannya untuk pagi siang dan juga sore bahkan untuk malam.
Setiap saat harus selau siap dengan pesanan.
"Halo Rich! Lo ada di kantor? Gue mau ke sana kangen ngobrol sama Lo."
"Gue lagi di luar Bro lagi di rumah sakit Benny dapat insiden pokoknya ceritanya panjang kalau Lo senggang ke sini aja biar Gue ada temen ngobrol kebetulan."
"Oke, Gue ke situ ya sekarang."
"Baik Jody, Gue tunggu."
Sepanjang perjalanan Jody bertanya-tanya ada apa gerangan dengan Benny?
__ADS_1
Kenapa Richard kedengaran begitu cemas? Apa Benny kecelakaan?
Sampai di rumah sakit yang tidak terlalu jauh Jody langsung mencari di mana keberadaan Richard.
"Ada apa Bos?" tanya Jody dengan tidak sabar.
"Aku menunggui Benny sekarang pingsan belum siuman aku takut hal lain terjadi pada Benny yang Aku takutkan adalah Benny koma sejak kejadian benny berduel bebas dengan Zen entah alasan apa yang pasti mungkin ada kaitannya denganku juga karena Zen adalah mantan karyawanku di salah satu klub malam The Rich Hotel," ucap Richard membuat Jody tertegun.
"Oh alah jadi begitu masalahnya? Kalau Zen sendiri gimana kondisinya?"
"Aku tidak tahu sepertinya keadaannya tidak jauh berbeda dengan Benny tapi entah separah apa. Aku belum memenuhi panggilan polisi juga karena melihat kondisi Benny begini."
"Kita ngopi aja di kantin yuk sambil menghilangkan kantuk."
Jody mengangguk dan beranjak keluar diikuti Richard.
"Bos nggak pulang dulu mandi dan istirahat barang sejenak?"
"Hanna istri Benny nggak mau di tinggalkan sementara keluarganya belum ke sini Kakaknya masih kerja katanya. Sebenarnya Gue sudah mau pulang dari pagi di sini sampai kini malam kangen Richie tapi gimana lagi."
__ADS_1
"Alah, yang di kangenin Richie apa Istri Bos?"
"Jujur Gue kangen dua-duanya apalagi tadi siang janji mau bertemu di vila sudah suruh Ameera nunggu di sana mau makan siang juga men charge yang lain eh gagal jadinya. Sudah dari semalam gagal terus ya sabar mau gimana lagi?" Richard bicara diakhiri tawa panjangnya.
Sama Bos, tadinya Aku kasih istriku kesibukan pikiranku biar dia tidak terus-terusan memikirkan keinginannya itu selalu saja gereyeng mau Anak, mau hamil biar nanti ada temen ngobrol kalau Mas Kerja kalau ada Anak. Aku buka online shop jasa bikin kue eh sekarang malah Istriku ya sibuk banget bahkan melibatkan Aku tadi malam aja Aku ikut bungkus kue bantuin Dia sampai jam 11.00 malam dan tadi pulang siang istriku terima pesanan lagi bikin bolu lima hadeuuuh ... jadi pening kalau nggak ada waktu merendam senjataku makanya Aku nge-gym aja dan tak pulang malam ini biar Istriku puas dengan semua pesanannya."
"Hahahaha .... kasihan Lo bantuin bungkus kue? Aduh Jody Lo benar-benar suami setia jadi ikut sibuk sekarang ya, kalau begitu Lo mengundurkan diri saja dari perusahaan Lo biar Lo total bantuin Istri Lo!"
"Ah, kampret! semua jadi serba salah Bos. Mau ngomong aja Aku takut Loka tersinggung karena begitu senang lihat raut mukanya, senang dengan kesibukannya kini tapi Aku yang balik banyak puasa!"
Akhirnya mereka tertawa ngakak bersama. Richard merasa ada hiburan selalu saja enak tertawa saat bertemu temannya yang satu ini.
"Sabar Jody, menyenangkan istri itu banyak pahalanya," ucap Richard sambil terkekeh.
"Eh, malah semalam Loka bilang gini Bos "Iya Mas Aku mengerti, lagian di tunda sebentar juga kenapa biar pengennya benar-benar pengen dulu pasti rasanya enak nanti." Gue mengerti tapi jagoan Gue nggak pernah mengerti."
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1