Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Antar Pak Haji


__ADS_3

"Ya ampun Pak dari mana aja? Ibu nungguin sampai jam segini mau sholat Isya nggak jadi jadi takut Bapak datang cariin Ibu Bapak kok nggak kabarin Ibu? juga tadi tanya Aliyah suruh telpon Bapak mau ke rumah temannya buru-buru jadinya nggak sempat telpon ponsel Ibu ketinggalan di villa." Ibu Hj Salamah tergopoh gopoh menyambut Pak Haji Marzuki yang turun dari mobil dibantu sama Jefry.


"Maaf Bu Bapak sakit minta dianterin karena temanku tukang warung soto repot dan tak sempat tadi. Bapak sama temannya habis makan di sana." Jefry memberi keterangan pada Ibu Hj Salamah sambil membungkuk hormat.


"Oh alah Pak kenapa nggak ajak Pak Bagas atau Mang Jaka saja biar mereka bisa bantu menyetir mobil? Bapak apa yang di rasa mari Ibu bantu."


"Bu Bapak kambuh tujuh keliling nya tapi sekarang sudah mendingan tolong ajak Anak muda ini ke dalam dulu biar Bapak bisa ngobrol sebentar dan mengucapkan terima kasih," ucap Pak Haji Marzuki sambil berjalan di awasi Istrinya.


Jefry membawakan tas juga jas dari dalam mobil Pak Haji Marzuki lalu masuk memberi salam.


"Makasih Nak Ibu belum tahu namamu silahkan masuk dan duduk ngobrol sejenak sama Bapak biar Bibi bikinkan minum dulu."


"Makasih Bu namaku Jefry panggil saja Jef atau apa saja,"

__ADS_1


"Oh Iya, silahkan duduk Nak Jefry."


Pak Haji Marzuki menarik nafas dalam dalam seakan ingin mengusir rasa pusing di kepalanya. Berusaha tersenyum pada Jefry yang telah baik hati mau mengantarnya.


"Nak Jefry terimakasih kalau boleh Bapak mau terimakasih ini ada uang sedikit buat ngopi-ngopi tolong jangan ditolak, maaf telah menganggu kegiatannya karena harus m ngantar Bapak." Pak Haji Marzuki menyodorkan amplop pada Jefry.


"Oh ya ampun nggak usah repot repot Pak hanya mengantar ke sini dari warung soto itu kebetulan Aku bisa mengantar Bapak dan juga Aku memang lagi tidak bekerja alias nganggur jadi banyak waktu," jawab Jefry sambil tertawa getir.


"Kenapa Nak Jefry tidak kerja? apa sudah berkeluarga?" lanjut Pak Haji Marzuki sambil menatap wajah simpatik Jefry di hadapannya.


Pak haji Marzuki begitu seksama mendengarkan obrolan Jefry timbul rasa simpati dan kasihan, terima kasih atas semua kebaikan yang telah dilakukan anak muda ini.


"Kalau Bapak sulit nganggur Nak Jefry sampai setua ini malah setiap harinya itu begitu sibuk tak ada sedikitpun waktu untuk tidak bekerja, Walaupun Bapak sudah menyatakan ingin pensiun dan menyerahkan semua ada beberapa usaha yang masih Bapak tangani ke Anak tapi sampai saat ini belum kelihatan Anak Bapak bisa meneruskan usaha selain Anak Bapak juga punya program sendiri dan usaha sendiri hanya satu yang sudah mandiri tetapi yang satu lagi karena mungkin masih kuliah jadi belum bisa Bapak beban kan tanggung jawab yang begitu besar jadi sampai saat ini terpaksa Bapak masih sibuk setiap harinya."

__ADS_1


"Alhamdulillah Pak Haji walau selalu sibuk semoga sehat selalu tak seperti Aku hanya pengangguran pergi ke luar karena menghindari pertengkaran dengan istri yang setiap saat selalu dipicu oleh kelemahanku yang belum bisa membahagiakan Anak Istriku."


Pak Haji Marzuki mengangguk sambil berpikir dan menatap Jefry seperti meneliti kejujuran dari raut mukanya.


"Jangan di tolak ambilah Nak Jefry sebagai tanda terima kasih dan Kita sudah ngobrol banyak di sini."


"Tidak usah Pak Haji Aku ikhlas kok tapi kalau ada pekerjaan apa saja buatku di mana saja kiranya Pak Haji berkenan tolong selamatkan rumah tanggaku! Aku mencintai Istri dan Anakku kalau terus nganggur mungkin aku akan kehilangan mereka."


"Masya Allah, Nak Jefry mau kerja di mana Bapak hanya punya usaha lima perusahaan Satu Yayasan Pendidikan, ada usaha travel wisata, juga Agro wisata perkebunan, penginapan dan juga Villa. Baiklah kalau mau bekerja sama Bapak harus sungguh sungguh besok datang di biro perjalanan biar Bapak kenalkan sama orang yang dipercaya di sana," ucap Haji Marzuki membuat Jefry gak bisa berkata apa-apa karena bahagia.


Jefry tak sanggup menjawab, hatinya kagum melihat kesederhanaan Pak Haji Marzuki bahkan pergi ke tempat kerja dengan menyetir sendiri sungguh orang yang sangat biasa-biasa saja tidak memperlihatkan kelebihan dan segala sesuatu yang di milikinya dan kini menawarkan pekerjaan itu pada dirinya. Terima kasih ya Allah telah membuka jalan semoga ini jalan yang selama ini Aku cari.


********

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2