
"Maafkan saya Pak Haji, bukan saya tidak konsekuen tetapi ada hal yang tidak bisa aku katakan dari pengunduran di proyek ini, yang pertama dan paling utama mungkin saya akan lebih fokus dulu ke yayasan dan dunia pendidikan yang saya cintai sejak dulu." ucap Bagaskara memberi alasan pengunduran dirinya dari proyek yang masih berlangsung sampai saat ini.
Haji Marzuki memahami, semua hanya alasan saja, yang pasti Bagaskara mungkin kecewa atas pilihan dan keputusan Ameera.
Pak Haji Marzuki tidak bisa berbuat banyak walaupun pada awalnya dirinya juga begitu berharap ingin Ameera dekat dengan Pak Bagas tapi Ameera lebih memilih yang lain.
"Bapak tadinya berharap banyak pada Pak Bagas bisa sama-sama bersama Ameera mengelola proyek yang sudah jadi dan memanage semuanya."
Bagaskara diam memahami setiap kata yang diucapkan atasannya Pak haji Marzuki.
"Apa keputusan itu tak bisa di tunda lagi? kalau bisa coba sampai Ameera sama Richard menikah, mungkin Bapak bisa merencanakan lagi semuanya." Pak Haji Marzuki berusaha mempertahankan seseorang yang cocok dengan ideologinya.
__ADS_1
Bagas terhenyak begitu tak bisa dirinya melihat Ameera yang telah begitu dirinya cintai dan selalu ada di hatinya memenuhi semua khayalan masa depannya. Sementara Ameera berjalan dengan orang lain dan sekarang akan menikah, perlu pembenahan hatinya sendiri walaupun semua itu harus ikhlas atas pilihan yang terbaik menurut Ameera sendiri, tetapi sungguh Bagaskara tak bisa dirinya berkecimpung di tengah kebahagiaan Ameera dengan orang lain sedangkan hatinya sendiri sampai saat ini masih begitu berharap walaupun itu hanya sia-sia.
Bagas sungguh tak bisa melihat Ameera dan Pak Richard begitu dekat satu pekerjaan dengan dirinya, apalagi habis mereka menikah pasti mereka menempati vila yang dirancang Richard begitu megah dan mewah.
Bagas tak bisa, setiap melihat vila yang sudah selesai itu ada rasa sakit di dalam dadanya, Dirinya pernah begitu dekat dengan Ameera dari sebelum menikah dan setelah kepulangan Ameera pasca bercerai, tetapi tiba-tiba datang seorang Richard sebagi investor di perusahaan Pak Haji Marzuki, Bagas tak bisa berbuat banyak juga tak bisa mengalahkan pesona Richard di mata Ameera.
Bagas mengaku dirinya tak sebanding kalau harus menyamakan dengan posisi Richard seorang investor yang punya banyak modal, selain modal ketampanan yang begitu mempesona di hadapan Ameera.
"Aku akan usahakan Pak Haji mungkin begini saja, sampai Ameera menikah dan Ameera sudah punya pegangan bisa menyelesaikan proyek yang mungkin hanya tinggal berapa persen, setelah itu tinggal pembenahan pembenahan di beberapa titik. Dan itu bisa dilakukan sambil berjalan, Agrowisata Alam sudah bisa dibuka secara resmi dan saya menyerahkan semuanya." Pak Bagas berusaha memberi solusi terbaik dari pilihan-pilihannya.
"Alhamdulillah itu akan lebih baik Pak Bagas, sambil berpikir lagi dan saya harap Pak Bagas mempertimbangkan juga itu kan hasil inovasi saya sama Pak Bagas, jadi saya merasa ingin mengikutsertakan Pak Bagas dalam pengelolaannya nanti, jadi saya tidak hanya menyerahkan kepada anak dan menantu saja mungkin itu memenuhi rasa keadilan bagi saya sebagai penghargaan terhadap Pak Bagas." Pak Haji Marzuki seolah begitu berat melepaskan seorang inovator dari proyek yang sedang ditanganinya kini.
__ADS_1
"Pak Haji jangan terlalu berlebihan, saya tidak terlalu berharap apapun dari proyek ini bisa menyelesaikan dan menyerahkan semuanya sampai bisa dikelola sama Ameera dan saya mendapat kepercayaan dari Pak Haji dari Ameera juga dari Pak Richard itu sudah suatu penghargaan buat saya."
Seandainya harus jujur Bapak ini merasa sedih, tetapi ada juga rasa bahagianya. Dulu bapak yang memperkenalkan Ameera pada Fathir anak sahabat Bapak berharap memperpanjang tali persahabatan dan jalinan erat silaturahmi kami sebagai sahabat, tetapi pada kenyataannya rumah tangga Ameera tidak berjalan mulus tidak sesuai yang diharapkan. Ameera mengundurkan diri walaupun Fathir telah datang untuk merubah diri dengan janji memperbaiki semuanya."
"Iya Pak Haji."
"Bahagianya sekarang Ameera yang menentukan sendiri pilihannya walaupun Bapak ingin masuk pada kehidupannya memperkenalkan seseorang yang Bapak cocok dalam segala hal apapun, tapi kami berbeda pandangan intinya Ameera lebih memilih pilihannya sendiri yaitu Richard."
"Saya begitu berharap hubungan Ameera sama Pak Richard itu yang terbaik dan semoga Ameera bahagia menemukan seseorang pendamping yang mungkin begitu cocok dengan dirinya."
"Terimakasih Pak Bagas atas doa tulusnya untuk putri saya Ameera, saya juga berharap semoga ini adalah pernikahan terakhir dan putriku selayaknya mendapat kebahagiaan di masa depannya."
__ADS_1
******