
Memasuki area Agrowisata Benny melihat mobil merah terparkir di halaman villa. Benny mengerutkan keningnya dan melihat ke belakang Richard memejamkan matanya mungkin tidur atau sekedar istirahat menenangkan hati dan perasaannya.
Benny belum memberitahu Richard tetapi ingin memastikan kalau itu memang benar-benar mobil Ameera.
"Bos!"
Richard membuka matanya dan memandang Benny dengan mata merah.
"Bos, sepertinya itu mobil Bu Ameera yang terparkir di halaman Villa sepertinya mereka sudah ke sini duluan berarti Kita tidak usah menjemput!" Suara Benny terdengar seperti gumaman.
"Apa?" Richard terkesiap membuka mata dan memang itu mobil Ameera.
"Iya Bos, Bu Ameera sepertinya sudah ada di sini, kapan ya ke sininya? tadi pagi Kita dari sini juga tapi masih pagi banget."
"Stop! Benny Aku turun di sini!"
Richard membuka pintu mobil dan keluar berlari padahal sudah begitu dekat kalau menunggu juga mungkin tidak akan lama tapi ketidaksabaran Richard membuatnya mending berlari pikirnya.
Richard tertegun di pintu pagar itu benar mobil Istrinya sekali lagi meyakinkan dan pintu villa bagian depan tidak rapat terlihat terbuka sedikit semakin yakin saja Richard kalau Ameera sama putranya Richie ada di dalam.
__ADS_1
Richard dengan tidak sabar menerobos masuk menyapu pandang ke semua ruangan bawah seperti tidak ada pergerakan apapun tetapi kaca semua terbuka terlihat dari gorden tipis yang menutupinya melambai tertebak angin dari luar.
"Richie! Sayang!" Richard memanggil.
Richard naik tangga sampai tidak terasa melewati dua-dua undakan langkahnya sangat panjang saking pengennya cepat sampai ke atas.
Terlihat dari ujung tangga bagian atas Ameera sedang menyusui Richie di tempat tidur karena pintu kamar terbuka lebar. Ameera terlihat mengenakan pakaian piyama mandi habis mandi sepertinya.
Richard tertegun semua rasa terkumpul dalam pandangannya saat Ameera melirik Richard dengan nafas tersengal berdiri depan pintu. Ameera tersenyum memandang Richard.
Richard berjalan perlahan menghampiri Ameera dan bergantian memandang Richie.
"Ameera!"
"Ya, kenapa kaget Aku tiba-tiba pulang? Aku mau pulang ya pulang saja mau pulang ke mana itu terserah Aku."
"Ameera! dengarkan Aku dulu Aku ini suamimu dan Kamu terlalu lama pergi tanpa izinku! itu bukan satu ketaatan seorang istri pada suami dan keluarganya!" suara Richard seperti tercekat.
"Lalu kenapa? Aku salah seorang Istri pergi meninggalkan suaminya yang sebelumnya suaminya tidak pernah menceritakan apapun tentang seseorang tentang masa lalunya apa hanya seorang suami yang bisa marah dan seorang istri tidak bisa marah?" ucap Ameera dengan perlahan.
__ADS_1
"Ameera setidaknya Kamu salah tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk membela diri untuk bicara meluruskan semuanya," ucap Richard semakin mendekat saja.
"Sudahkah semua Pak Richard Isaak ambil hikmahnya dari kejadian ini?" tanya Ameera menyetop Richard dengan mengangkat tangannya dan tujuannya memberi kesempatan dirinya bicara dulu.
"Hikmahnya Aku tak bisa hidup tanpamu juga buah hati Kita Richie Ameera, Aku hampir gila mencari Kamu dan menunggu kabar setiap hari, Aku merindukanmu Ameera Sayang kerjaanku hanya menghitung hari kapan waktu seperti ini akan datang. Boleh Aku memelukmu?" ucap Richard dengan penuh damba.
"Aku nggak mau karena sudah mandi! Berarti Aku begitu berarti buatmu Pak Richard?"
"Ah, Ameera kenapa bicara begutu? tak mengertikah dirimu apa yang Aku inginkan?" ucap Richard seperti di adegan drama telenovela saja.
"Baik Pak Richard boleh memelukku tapi apa kenyamanan yang Pak Richard janjikan buatku dan Richie di masa depan?"
"Ameera kejadian seperti itu tak akan terjadi lagi cukup kali ini saja, tak ada orang lain yang akan mengusik kebahagiaan dan rumahtangga Kita untuk kedepannya. Aku akan berusaha lebih baik lagi menjaga Kamu dan cinta Kita. Jadi sekarang boleh Aku peluk?" Richard sudah semakin dekat saja memepet Ameera di samping tempat tidur.
Sebelum Ameera bicara lagi Richard sudah keburu menyergapnya dengan garang dan tanpa ampun. Pelukan dan ciuman bertubi-tubi menghujani muka dan leher Ameera dan berhenti lama di bibir dalam pagutan kuat.
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1