Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Icip-icip Jody


__ADS_3

"Loka, kenapa?"


"Aku tersedak Mas."


"Maaf Loka, aku sudah buat kamu jadi batuk-batuk."


"Nggak apa Mas, tapi kita pulang sekarang ya?"


"Iya sayang, terimakasih ciumannya ya!"


"Itu ciuman apa Mas?"


"Itu ciuman cinta Loka, ciuman pacaran, ciuman suami istri. Kalau ciuman sayang pada anak pada orang tua kepada teman ya yang menurut kamu ciuman di pipi itu."


"Apa enaknya Mas?"


"Astaga, Loka? apa kamu benar-benar tidak merasakannya, itu adalah suatu kenikmatan!"


"Aku biasa saja, cuma geli sama panas. Mungkin aku belum biasa melakukannya, kalau memang itu ciuman suami istri kenapa Mas Jody memintanya sekarang?"


"Kan aku cuma mencicipi doang."


"Kayak masakan saja di cicipi."


"Loka, bercinta itu ada seninya, ada pemanasan nya, ada gayanya biar kita menemukan rasa, sampai kita merasa nyaman, itu tadi kita melakukan mencicipi ya seperti itu, pokoknya kalau kita sudah menikah nanti kamu akan menemukan banyak pelajaran kamu akan merasakan sesuatu yang enak, walau awalnya merasa sakit dan kamu akan menjadi ketagihan aku yakin nanti kamu yang akan meminta padaku kamu percaya itu?"


"Nggak tahu, kan aku belum mengalaminya."


"Tapi nanti boleh aku beri kamu pelajaran lainnya?"


"Nggak ah, barusan juga aku sampai tersedak, bukannya merasa nyaman."Jody memandang tak percaya kepolosan Pitaloka, rasanya seperti pacaran sama anak SD saja, terasa lucu memang.


"Loka, menurutku kamu sudah dewasa, harusnya tahu sedikit pelajaran orang dewasa, kalau kamu menikah nanti kan kamu biar nggak kaget lagi."


"Aku sudah banyak belajar Mas Jody, tapi tidak ada pelajaran seperti yang Mas Jody praktekkan tadi."


"Iya Loka, apa kamu pernah pacaran belum sampai saat ini?"


"Nggak pernah, tapi pernah ada yang suka. Tapi akunya nggak suka."


"Kenapa kamu nggak suka? apa orangnya jelek, nggak kayak aku ganteng?"


"Dulu aku belum mau pacaran."


"Kapan itu?"

__ADS_1


"Waktu aku masih SMP."


Jody tersenyum, mengusap kepala Loka, tambah suka banget Jody mendengar apa yang di obrolkan Loka, tentang segala kepolosannya terkadang lucu, terkadang mengerikan terkadang juga kalau kelihatan bodoh, tapi Jody meyakini itu bukan bodoh tapi murni memang belum pengalaman.


'Bukan pacaran kalau masa SMP Loka, tapi pacar-pacaran, apalagi baru taksir taksiran.' begitu kata dalam hati Jody


Terasa antiklimaks kehidupan Jody kini, tapi di jalani dan di nikmati saja, dirinya yang buaya dihadapkan pada biawak memang tak seimbang. Tapi dengan berjalannya waktu semua akan baik-baik saja.


Tapi menghafal syair dan bait lagu juga nada Loka begitu mudah, lagu apapun di bawakan begitu lancarnya, lagu kenangan, lagu band, lagu kekinian juga semua tahu, itulah kelebihannya, berarti Loka memang tidak mengenal pacaran dan belum di sentuh seorang laki-laki.


Terbayang saat nanti kalau dirinya sudah menikah, pasti akan ada keseruan di tiap malam malamnya. Jody membayangkan dirinya yang begitu pengalaman sampai ke lekuk kecilpun pernah di sentuhnya, selain perempuan yang menjadi istrinya Jody juga seorang petualang kesenangan, tapi semua itu di lakukan saat dirinya belum punya istri dan saat sendiri dalam masa perceraian.


Berada di dekat Loka, jiwanya kadang meronta menagih dan begitu berhasrat, tapi Jody tak ingin merusak semuanya karena selain dirinya ingin memperbaiki diri, usia yang tak muda lagi, ultimatum dari orangtuanya, juga kegagalan demi kegagalan rumahtangga yang dialaminya semua membuat Jody berpikir seribu kali untuk tetap setia pada kesenangannya."


Bertemu dengan Loka adalah awal haluan hidupnya berubah secara drastis, Loka membawa dan menuntun dirinya ke jalan yang lebih baik.


"Sekarang kita ke mana?"


"Katanya Mas Jody mau antar aku pulang?"


"Iya, pulang ke mana? ke kost-kostan kamu apa ke rumah orangtua kamu?"


"Ke kost-kostan aja karena ini udah sore, aku kan kerja nanti malam, gantiin temanku Si Annet."


"Kenapa ceweknya Richard nggak masuk kerja?"


"Oh ya? Bos Richard terbengkalai sepertinya, kalau Annet ada yang booking."


"Bukan di booking Mas tapi memang Jefry kekasih Annet."


"Sama aja Loka kalau mereka hidup bareng."


"Tapi aneh, si Annet nggak hamil hamil walau berhubungan luar dalam sama Bos Richard juga sama kekasihnya."


"Loka, apa kamu serius tak tahu cara teman kamu itu tidak hamil?"


"Apa di KB ya Mas?"


"Tuh tahu! tapi kebanyakan bibit hamilnya di buang ke tempat sampah dan itu yang jadi kecoa nantinya."


"Apa? Mas aku nggak ngerti."


"Biarin kamu gak ngerti soal ini ya, tapi sepertinya kamu nanti akan tahu setelah kita menikah dan kita mempraktekannya. Karena kalau aku kasih tahu sekarang teorinya itu susah dipahami tetapi kalau praktek langsung kamu akan paham."


Mereka sampai di kost-kostan, Loka turun duluan di susul Jody.

__ADS_1


Jody duduk di samping tembok ruang depan kost-kostan itu sambil melihat-lihat ponselnya.


Datang Loka dengan segelas air minum dengan tatakan.


"Minum Mas."


"Iya, makasih sayang, calon istriku!"


Loka bersemu merah mukanya, dan duduk di samping Jody sambil menunduk.


"Loka, bisa bantu aku?"


"Apa Mas?"


"Perasaan ada pasir kecil masuk mataku, tolong tiup, kamu bisa kan?"


"Bisa."


"Coba sini mendekat."


"Eh, tapi tutup dulu pintunya malu takut dilihat orang." Jody membuktikan kalau dia kaya pengalaman.


Tanpa curiga Loka mendekat dan memegang kepala Jody yang membuka matanya dengan sebelah tangannya. Loka mulai meniup mata Jody.


Dengan sekali tarikan mereka beradu muka, dan Jody dengan mudah menerkam tubuh tinggi langsing itu dalam dekapannya.


Mengulang, menyentuh bibir mungil itu dan melakukan penjelajahan.


"Balas seperti aku Loka, nikmatin jangan hanya diam."


Loka mengikuti petunjuk Jody dan mulai tenang, Jody merasa senang dan menang hari ini walau cuma icip-icip.


*****


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️



CEO DINGIN MILIKKU


By : Aveeiiii


“I Love You Alexander!” teriak Hanum pada pria tampan yang sedang menggiring bola basket saat pertandingan persahabatan di sekolahnya. Kejadian itu membuatnya jadi bahan tertawaan semua siswa di sekolah, karena ia yang kuno dan berpenampilan norak serta tidak menarik, berani menyatakan cinta pada Alexander, seorang pria tampan pewaris perusahaan property terbesar di daerahnya.


“Apa kelebihanmu selain produksi minyak di wajahmu dan tumpukan lemak yang berlebihan?”

__ADS_1


“Alexander, aku pastikan semua bayi yang aku lahirkan nanti akan memanggilmu Papa,” tekad Hanum.


Bukan Hanum namanya, jika tidak bisa membuat Alexander Putra, CEO yang dingin bertekuk lutut di hadapannya.


__ADS_2