
"Hahaha ... Zen tertawa merengkuh bahu tante Diana sambil berdiri mau mengantar Tante Diana pulang hatinya bersorak akhirnya ada orang yang perduli pada dirinya walau semua pasti ada timbal baliknya.
Zen tak peduli apapun nanti bisnisnya seperti apa dengan Tante Diana yang penting langkah pertama adalah Dirinya bisa keluar entah ke mana nanti akan melangkahkan kaki setelah keluar dari kurungan ini.
Mungkin yang akan dilakukannya hidup bersama Tante Diana dulu, menghabiskan waktu dan memenuhi keinginannya yang tidak pernah ada kata puas dalam bermain.
Zen sudah membayangkan Dirinya juga begitu menginginkan yang satu itu setelah lama tak menemukan sekian lama di dalam penjara.
Zen yang di vonis 4 tahun penjara karena terbukti jadi penadah kendaran hasil hasil curian bisnisnya sangat ilegal dan melawan hukum.
Kini Istrinya telah menggugat cerai tapi dua Anak perempuannya tetap Anaknya.
Zen tak bisa lepas dari bisnis kotor itu membuat dirinya selalu bertentangan dan berselisih paham dengan Istrinya Kerja di Hotel hanya dalih dan menghilangkan juga mengalihkan alibi pada keluarganya.
Banyaknya duit haram yang tak terbendung membuat Zen juga sangat suka bermain dengan wanita-wanita yang mengerubunginya tak bisa di tolak lagi dengan perawakan seperti laki laki Bali postur tinggi kulit coklat rambut ikal membuat semua wanita yang pernah dikencaninya ketagihan.
__ADS_1
Salahsatunya Tante Dianna mereka selalu saja saling memuaskan dan pesta bersama walau dulu Tante Dianna masih suka bersama Bos Richard, entah kenapa semua wanita yang pernah di kencani Richard seperti Janeeta Zen suka.
Zen membuka bungkus besar yang di berikan Tante Diana tadi bibirnya tersenyum melihat apa yang di kirimkan wanita itu. pakaian berupa t-shirt, kemeja celana panjang dan peralatan cukur juga celana boxer dan parfum.
Satu yang tak pernah lupa dari Tante Diana walaupun usianya tidak bisa di bilang muda lagi tapi karena perawatan kecantikannya masih terlihat cantik dan menarik juga selalu harum yang Zen rasakan.
Dua Minggu yang di janjikan Dirinya keluar dan bebas ingin rasanya Zen segera mencharge Junior kesayangannya dan mencelup berendam pada sarangnya dan mengajak tarung bebas pada Si Bren**ek Benny yang telah mengacaukan kehidupannya.
Zen mulai membersihkan mukanya mencukur semua jambang dan kumis yang tumbuh dengan liar di mukanya.
"Bos kelihatan semangat banget hari ini?" sapa temannya saat sore mereka jogging dan olahraga di lapangan belakang bangunan LP.
"Aku akan bebas kira-kira dua Minggu lagi."
"Oh ya? Bos jangan lupa bantu Aku dong kalau Bos sudah keluar!"
__ADS_1
"Kamu mau keluar juga?"
"Ya pasti lah Bos mau sampai busuk di sini?"
"Hahahaha ... Aku lupa kasus apa dan vonisnya berapa tahun?"
"Aku kurir barang haram Bos sekedar cari tambahan, vonis lima tahun karena bukan pelaku utama!"
"Salah kalau menurutku Aku tidak bersentuhan dengan barang haram karena berat hukumannya tapi bisnis yang lain duitnya tak kalah besar juga kepuasan, nanti Aku pikirkan kalau Aku sudah di luar postur Kamu bagus nggak tahu barang di dalamnya menjanjikan tidak kalau dipakai buat bisnis?" sela Zen sambil melihat reaksi temannya itu.
"Wah kalau itu jangan di ragukan Bos, tapi Aku belum pernah mengasahnya."
Mereka tertawa berdua sambil meneruskan menemani Bos Zen berlari keliling lapangan.
********
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️