
"Gimana Ben? Apa ada yang harus di tindak lanjut dari kabar yang Kamu terima semalam itu?" tanya Richard sambil memandang Benny yang kelihatan pagi ini begitu segar.
"Sementara belum hanya antisipasi saja, takutnya bener Si Zen menerima tantanganku untuk berduel karena Aku sangat menunggu Dia keluar dari penjara!" jawab Benny kalem.
"Benar Lo dulu menantangnya?"
"Iya Bos, karena Aku tak suka dengan sikap sok jagoannya itu," tutur Benny dengan nada kalem.
"Sudahlah Ben jangan ikuti emosi Si Zen belum tentu masih ingat tantangan Lo itu bersikaplah lebih baik Kita bukan seperti dulu lagi sudah ada Anak Istri sekarang yang pasti mengkhawatirkan Kita terlebih Aku, Lo juga sama saja kan selalu di tunggu sama Istri Lo itu," ucap Richard sedikit menasehati yang pada awalnya setiap permasalahan selalu terserah Lo yang terbaik pilih menurut Lo, tapi kini Richard lebih banyak memberikan pilihan mengalah seandainya itu yang lebih baik dari permasalahan yang ada.
"Tapi kalau Dia menantang masa Aku mundur? nggak lah tapi semoga Si Zen tidak menerima dan ingat tantangan ku lagi dan hidupnya lurus-lurus saja."
"Sebenarnya yang menantang duel itu Lo apa Si Zen?"
"Aku Bos, tapi Si Zen seperti menerima tantangan itu!"
__ADS_1
"Sudah jangan di diperpanjang lagi Si Zen sudah tidak bergabung dengan Kita lagi terus paling ada kemungkinan bertemu sama Janeeta ya kerena antara mereka ada Anak?"
"Itu masalahnya Janeeta masih kerja di The Rich Hotel, kemungkinan bertemu sangat besar denganku."
"Gimana kabar terakhir Annet Dia terima di pindah kerja di hotel lain?"
"Kenapa bisa jadi pertanyaan beralih pada Annet? Apa masih ada sedikit rasa yang tertinggal Bos?"
"Kampret Lo! bicara apa Lo Benny? semua sudah tutup buku kalau Aku sadis Aku takkan menerima Dia kerja lagi di sini semua yang menjadi masa laluku ingin Aku hapuskan minimal dari pandangan mataku kalau dari dalam hatiku tetap ada dan tak bisa dihapuskan begitu saja walau Aku terkadang sangat sedih dan malu sendiri saat mengingatnya, Aku sudah diberikan anugerah Ameera yang luar biasa dan Richie adalah dua harta milikku yang tidak pernah akan tergantikan dengan apapun." Richard seperti menggambarkan isi hatinya sendiri kalau saat ini hidupnya sedang bahagia dengan keluarga kecilnya dengan masa depan yang penuh dengan perencanaan.
"Dikira Bos masih kepikiran sama Aneet? hanya bercanda Bos sungguh!" Benny tertawa kecil melihat keseriusan mukanya.
"Bagaimana dengan Tante Diana? Vanny dan Jelita juga yang lainnya? "sindir Benny hanya ingi tahu saja sambil bercanda nada suaranya.
"Oh, tidak Benny jangan sebut nama mereka di depanku! itu Aku anggap tidak sopan Kamu sebagai bawahanku! Aku sudah menganggap tidak kenal dengan mereka dan sudah Aku anggap mereka itu tak pernah ada dalam kehidupanku cukup dalam hidupku keluargaku saja kini, karena kebahagiaan hidup ku yang sebenarnya hanya semenjak hadirnya Ameera!"
__ADS_1
"Baik Bos Aku yang paling bahagia melihat perubahan semua ini. Apalagi kini Bos semakin harmonis saja dan Aku jadi kangen Richie."
"Luar biasa Benny makhluk kecil itu kini merubah duniaku, Ameera dan Richie dalam hidupku adalah segalanya. Aku jaga seperti harta yang tak ternilai harganya."
"Tentu saja Bos makna rumahtangga yang sebenarnya adalah bagi laki-laki adalah Istri dan anak yang menjadi tanggungjawab Kita."
"Aku ingin yang terbaik buat Ameera dan Richie," jawab Richard seperti menegaskan itu prinsipnya kini.
"Baiklah Bos, hanya itu yang Aku sampaikan semoga semua tenang dan baik-baik saja."
"Makasih Benny semoga semuanya kembali lancar Lo juga sama Hanna jadi tenang kalau semua terkendali dengan baik!"
"Harus terkendali termasuk Istriku yang kembali senyum Bos hahaha ..."
Richard jadi ikut tertawa menanggapi candaan Benny.
__ADS_1
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️