Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Tak rela di ganggu


__ADS_3

Richard pulang malam itu ke tempat huniannya, terlihat Ameera Istrinya hanya mengenakan tank top merah dalaman blazer sepertinya habis kelonin Richie tetapi mungkin ketiduran jadinya dua-duanya sama tidur pulas.


Dada Ameera masih terbuka habis menyusui putranya, Richard tersenyum memandang dua belahan hatinya tidur dengan damai.


Richard tak ingin mengganggunya apalagi sedang nyaman tidur dan istirahat Richard juga merasa tidak rela seandainya ada yang mengusik keduanya dari ketenangan kehidupannya.


Masih terngiang tadi siang telephon dari Zen mantan karyawannya di klab malam yang sedikit mengancam dan meminta pesangon dengan jumlah lumayan tak masuk akal dengan alasan ingin meneruskan hidup dan biaya Anak Istrinya yang ditinggalkan selama di dalam penjara.


Ancamannya 'akan membuat anak istrimu tak tenang kalau tak memberiku pesangon!' Pikir Richard seenaknya saja sendirinya yang bikin masalah lalu menuntut hak yang sendirinya sia-siakan.


Haruskah semua masalah dirinya dari masa lalunya juga pekerjaannya Ameera dan putranya Richie ikut terlibat dan menerima akibatnya? sungguh Richard tak mau semua itu terjadi Ameera begitu Dirinya jaga perasaan dan hatinya juga jiwa raganya begitu juga putranya yang masih begitu kecil adalah harapan yang membuat semuanya begitu bergairah dan membangkitkan semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik dari hari kemarin.


Semua belum di bicarakan sama Benny ternyata benar Si Zen telah keluar dari penjara dan telah menghubunginya meminta pesangon yang sebenarnya sudah tidak menjadi haknya lagi karena Zen sendiri yang membuat masalah sehingga resign sendiri dengan tidak hormat Dia keluar dan dipecat dari perusahaannya.


Richard memandang tak berkedip dan membasahi bibirnya sendiri melihat dada putih istrinya yang tak ber-pengaman tak menyadari kalau Dirinya sudah datang.


Richard mendekati tempat tidur dan duduk di sisinya di mana Ameera membelakanginya lalu Richard membelai rambut istrinya dengan perasaan sayang.

__ADS_1


Ameera bangun dan kaget Richard suaminya sudah ada di sisinya, apalagi Ameera dalam keadaan habis menyusui dengan reflek menarik tank top yang terbuka bagian bawahnya dan bangun lalu duduk.


"Maaf Pap, Aku ketiduran habis Richie ******* lama banget sampai Aku juga pulas." Ameera merasa malu sendiri.


"Nggak apa-apa Sayang, Aku tahu Kamu capek istirahat saja nggak usah malu Aku suamimu dan ini rumah Kita nggak ada siapapun hanya Kita saja cuma sedikit teledor saja tidur pintu nggak di kunci dan satu lagi Aku yang melihat tubuhmu terbuka jadi menginginkannya juga!"


"Ah, Papa suka ada-ada aja, Richie hanya dapat bekas Papa!" sahut Ameera sambil turun dari tempat tidur membuka stelan pakaian suaminya dan mau menyimpannya di cantolan khusus tapi Richard menghalangi dan memeluknya.


"Sayang Aku kangen banget malam ini melihat Kamu berpakaian terbuka seperti ini!"


"Kan aku sering pakai pakaian gini Pap?"


"Ah, Papa gombal malu sama Richie tuh!"


"Justru Papa kesal sama Richie karena mendahului Papanya, sudah kenyang lalu tidur," Richard tertawa dalam candanya sambil menutup mulut Ameera dengan mulutnya


Richard melepaskan pelukan dan ciumannya saat Ameera kehabisan nafas.

__ADS_1


"Pap, jangan dulu ah ..."


"Kenapa Sayang?"


Aku belum makan tadi di Tempat kerjaku ramai banget sampai tak sempat makan karena ingat Richie pasti sudah kehausan dan memang benar saat Aku jemput langsung ngadat minta menyusu lalu tidur."


"Kan ada formula kenapa tak di diperbantukan?"


"Kata Ibu di batasi kalau Anaknya masih mau *******, kasihan kan ibadah juga Pap."


"Kalau sama Papa ibadah juga?"


"Sama!"


"Ya sudah Kita makan dulu Aku sudah nggak tahan Sayang ...." Richard seperti merengek di depan Ameera.


*******

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2