Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Suka yang maksimal


__ADS_3

"Capek kan? mau minum atau di pijitin?" tanya Richard sambil mengangkat kaki Ameera ke atas sofa di villanya setelah jalan-jalan dan sedikit mengontrol pembukuan yang dipegang Adiknya Aliyah sambil belajar menangani di bantu Pak Bagas.


"Pijitin dulu baru minum juga makan!" ucap Ameera yang merasa kakinya begitu pegal menahan beban perutnya yang semakin membesar.


"Busyet, yang hamil banyak banget permintaannya, terus apalagi?" sahut Richard sambil mengusap dagu Ameera yang hanya tersenyum mendengar keluhan suaminya karena banyaknya permintaan.


Dengan sukarela Richard memenuhi semua permintaan Ameera memijit dan mengusap usap kaki mulusnya yang putih mulus karena tak pernah sedikitpun di buka selalu saja tertutup kalau bukan di depan suaminya sendiri.


Richard seperti baru saja melihat bagian dalam tubuh istrinya padahal semua sudah di milikinya tapi di siang hari semua terasa begitu menggodanya.


"Sayang, tunggu sebentar ya."


"Mau ke mana?"


"Mau mengunci pintu!" sahut Richard sambil berlari kecil ke arah tangga dan menuruninya.


Tak lama naik lagi dan kembali ke samping Ameera duduk, lalu membuka kemejanya juga celananya dengan alasan panas dan gerah, menaruhnya di sandaran sofa.


"Tiduran di kamar aja yuk Sayang sambil istirahat melihat pemandangan siang hari sepertinya bagus juga dari tempat tidur," rayu Richard sambil perlahan menarik tangan Ameera dan menciumnya lalu menuntun menuju kamar vila itu.


"Rich kamu memang nggak lagi sibuk di kantor? kok seenaknya aja meninggalkan tanggungjawab?"


"Ada Benny sama Hanna di sana paling kalau perlu pasti mereka telephon, Kamu juga bagian tanggungjawabku kan? jadi Aku lebih memilih di sini sama kamu juga jagoan Kita." Richard mengusap perut Ameera yang duduk mengambil remote AC.


Ameera memanyunkan bibirnya mendengar alasan klasik Richard, merasa heran saja malah akhir-akhir ini Richard begitu bersemangat meminta jatahnya padahal tiap malam juga selalu saja tak absen malah paginya masih suka minta nambah, siang ini juga sepertinya sudah memperlihatkan signal ke arah itu.


Ameera takut itu satu penyakit yang harus di tangani dan yang menjadi pertanyaan apa itu normal normal saja berhubungan suami istri sesering dirinya sama Richard? kalau harus bertanya sama Richard takut tersinggung karena dirinya juga memang tak terganggu selama enak dan nyaman tidak mengganggu kehamilannya.


"Rich Aku ngantuk kayaknya tadi mau makan sesuatu dulu tapi nanti saja ah, lagian mau tiduran aja barang satu jam."


"Aku juga istirahat juga dan matiin ponsel dulu biar tenang."


"Kok matiin ponsel segala? kalau ada yang perlu gimana?"


"Justru Aku yang mau ada perlu sama Kamu Sayang," ucap Richard sambil mengusap perut Ameera yang membuncit dan menguasai bibirnya.


Ameera tahu suaminya menginginkannya, ada rasa kangen tidur di vila idamannya ini karena sejak Ameera hamil jarang menginap paling istirahat saja habis melihat Agrowisata dan mengontrol ke kantornya.


"Mas, mau ngapain?"

__ADS_1


"Kok masih tanya, kan Aku tadi sudah kunci pintu dan matiin ponsel?"


Ameera tersenyum kebiasaan Richard selalu begitu tak mau ada yang mengganggu sedikitpun kalau lagi bersama dirinya siapapun itu mau keluarga, teman, relasi, apalagi urusan kerja.


Kesenangan suaminya jadi kesenangan Ameera juga, bercinta dan menumpahkan kasih sayang bersama pesta kasih sayang suami istri di ketinggian villa dengan jendela terbuka di terpa angin udara Puncak memang menghadirkan nuansa romantis yang luar biasa.


Selalu dan selalu ada keromantisan yang di perlihatkan Richard setiap saat pada Ameera.


"Sayang Kamu nggak merasakan apa-apa? ucap Richard sesaat setelah melepaskan pagutan di bibir Ameera.


"Enggak, hanya merasakan keinginan saja," sahut Ameera sambil membelai dada suaminya dengan usapan lembut.


"Sebentar lagi Sayang, takut belum maksimal foreplay nya, biar nanti saat penetrasi terasa nikmat dan Kamu tak merasakan terlalu sesak."


"Biasanya Kamu suka yang sesak Rich?"


"Tapi Kamu agak sakit kan?" sahut Richard sambil tangannya mulai piknik berarah menuju titik sensitif istrinya.


Ameera tak menjawab lagi pasrah dengan semua yang di lakukan suaminya. Hanya ******* seperti kepedasan yang keluar dari mulutnya dan sesekali Richard menutup bibir itu dengan rangkuman mulutnya.


Projek di siang hari di mulai, dengan hati-hati Richard melakukan semua kesukaannya sambil sesekali mencium bibir Ameera yang sama lagi tersengal, tangan Ameera menjaga perutnya takut suaminya terlalu menekannya.


Dengan semangatnya Richard memberi kepuasan pada istrinya dan memuaskan dirinya sendiri layaknya seorang jagoan yang lagi berperang dan akhirnya Richard memenangkan permainan itu.


Richard memang tangguh luar biasa dan Ameera memerlukan stamina yang prima setiap saat, sampai pada batas kemampuannya akhirnya Richard berhasil menuntaskan pompaan semangatnya melesatkan senjata maksimalnya menembak tepat di daerah sasaran.


Richard melenguh kuat, merasakan melayang saat pelepasan titik puncak keperkasaannya


"Arrrrrrgh ... sudah Sayang makasih, nikmaaaaat banget."


Richard turun dan terlentang di samping Ameera setelah di ciumnya kembali sebagai ucapan terimakasih yang tak terhingga.


Richard mengelus perut buncit Ameera dan menciumnya berkali kali yang masih basah keringat dari tiap pori-porinya.


"Papa kangen banget sama Kamu Nak, makanya Papa tengok Kamu terus biar jalannya nanti pada saatnya lancar ya." ucap Richard pada perut Ameera yang di tujukan pada janin biologisnya.


"Rich Kamu masih merasakan nikmat saat berhubungan padahal terhalang perutku?" ucap Ameera sambil membelai kepala Richard yang kini ada di dadanya.


"Kenapa enggak Sayang? Aku enjoy aja hanya laki-laki cengeng dan banyak alasan kalau mengatakan berhubungan dengan istri yang lagi hamil nggak enak!" jawab Richard sambil melepaskan kuncup kecoklatan di dada istrinya yang mulai keluar dan begitu mekar dari mulutnya.

__ADS_1


Richard kembali menyesap kenikmatan di dada istrinya dan Ameera tersenyum melihatnya. Ada gelanyar aneh yang merambat melalui urat syarafnya mungkin seperti itu hubungan batin seorang isteri pada suami dan anaknya nanti kalau sudah menyusui.


Ameera membelai rambut suaminya yang sudah tidur memeluk perutnya dengan muka di belahan dadanya itulah salah satu kesukaan Richard semenjak mereka menikah, setelah puas berhubungan suami istri Richard harus sampai tidur di belahan dada Ameera dan karena kebiasaan Ameera juga menjadi terbiasa.


Kalau di tanya kenapa senang banget tidur dengan seperti itu? dengan enteng Richard menjawab kalau haus kan sudah ada di depannya.


Walau ngantuk Ameera tak bisa tidur kalau belum membersihkan diri, tapi Richard yang tidur pulas nemplok di dadanya pasti bangun kalau dirinya beranjak. Ameera hanya menikmati nafas hangat dari hidung dan mulut suaminya di dadanya yang kecapekan sehabis bertempur.


Ini sudah memasuki awal sembilan bulan kehamilannya perkiraan dokter adaah dua mingguan lagi, berarti dua minggu lagi Dirinya juga Richard akan segera menjadi Papa dan Mama bagi jagoannya.


Richard yang di belai rambutnya semakin pulas saja dan semakin menenggelamkan wajahnya di kehangatan dada Ameera, sedang Ameera merasa pegal dan menggeser muka suaminya karena mau bangun.


"Rich Sayang geser dikit Aku pegel nih mau balik badan!" ucap Ameera perlahan.


"Richard bangun dengan kaget dan mata merah.


"Oh, ya ampun maaf Sayang Aku menyakitimu ya? Ayo Aku bantu hati-hati."


Ameera bangun dengan cara menyamping di bantu Richard.


"Rich pakai celana dulu malu nih sama Anak Kamu!"


"Kan Dedek masih di dalam takut Mamanya mau melihat pemandangan indah dulu!" jawab Richard bercanda.


"Mama sudah merasakan semuanya bukan hanya melihat," jawab Ameera sambil tertawa.


"Apa Mama mau pegang lagi sebelum Papa tutup?"


Rich! Kamu jorok ih!"


"Hahaha...jorok tapi enak Sayang."


"Aku nggak suka!"


"Apa? nggak suka? setelah sekian lama Kamu elus-elus pegang-pegang dan di sayang-sayang juga habis di mainin di cium-cium dan entah diapain lagi barusan merem melek bilang nggak suka?"


"Aku sukanya lagi maksimal bukan lagi kecil begitu!" sahut Ameera sambil masuk kamar mandi dengan terkekeh.


"Hahaha ... dasar cewek ada ada aja," sungut Richard sambil tertawa sendiri.

__ADS_1


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2