
"Pak Haji, apa aku salah telah mengatakan apa yang di amanatkan Pak Haji padaku beberapa waktu lalu itu pada Ameera?" ucap Bagas pada Haji Marzuki selesai acara saat mereka duduk santai rehat dari kegiatan.
"Pak Bagas, semua orang tua pasti berharap baik dan yang terbaik terhadap anaknya untuk masa depannya, terutama untuk membina sebuah rumah tangga."
Bagas diam mendengarkan kata-kata bahasa Marzuki selanjutnya. Perlu pemahaman untuk mengerti setiap kata-kata yang di ucapkan Haji Marzuki.
"Begitupun aku, merasa berkewajiban menunjukkan arah yang baik terhadap putriku, dan memberi referensi yang dirasa cocok dengan prinsip kita." lanjut Haji Marzuki bicara begitu banyak yang harus diartikan, pintar dan bijaksana dalam bicara menyampaikan dan dalam perilaku sehingga tak terasa menusuk walau itu penolakan.
"Iya Pak Haji, saya paham." Bagas mulai mengerti arah bicara haji Marzuki.
"Kapan Pak Bagas ngobrol sama Ameera?"
"Tadi pagi Pak Haji."
"Pak Bagas, terkadang apa yang kita anggap baik dan semua itu tak sesuai dengan apa yang di pikirkan orang lain, seperti dalam hal ini Ameera anakku tak bisa sejalan dengan apa yang aku harapkan juga dengan pemikiran terbaikku."
"Ya Pak Haji."
"Apa tanggapan Ameera dengan kata-katamu tadi pagi?"
"Tadi belum memberikan jawaban apapun, karena keburu dia mengeluh sakit kepala."
"Saya hanya mohon maaf pada Pak Bagas, karena saya telah lancang memberi jalan untuk dekat dengan Ameera, sekali lagi maaf semua tak seperti harapan baik saya Pak Bagas."
"Maksud pak haji bagaimana jelasnya Pak?"
"Ameera memiliki pandangan lain pada orang lain yang saya juga masih mempertimbangkannya."
"Oh, begitu ya Pak Haji?"
"Ameera begitu kukuh pada pendiriannya, sepertinya tak bisa berpaling lagi."
"Apa Ameera sudah bebas ikatan dengan mantan suaminya?"
"Justru itu, baru satu mingguan mantan suaminya datang sama mantan mertuanya sahabat saya Haji Jalaludin meminta Ameera rujuk, saya juga berpikir kenapa terlalu cepat Ameera mengambil keputusan, apa dia ada tak merasa trauma dengan kejadian rumahtangga yang gagal di bina yang telah dirinya alami, makanya saya menyarankan dulu untuk dekat sama Pak Bagas untuk saling memberi support bersosialisasi dulu."
__ADS_1
Bagas diam, dirinya merasa bertanggung jawab akan keadaan Ameera, seperti apa hubungannya dengan Ameera itu tak perduli, Bagas merasa amanat Pak haji Marzuki adalah kewajibannya. Paling tidak Ameera mendapat pilihan terbaik dalam menata masa depannya.
"Siapakah yang menjadi teman dekat Ameera saat ini Pak Haji?"
"Itu, investor di Agrowisata pemilik The Rich Hotel Pak Richard."
Bagas sudah mengiranya, di antara Ameera dan Pak Richard pasti ada apa-apanya. Sekarang semua itu menjadi kenyataan, dirinya tak bisa apa-apa merasa kalah dalam segalanya. Hanya menang dalam penilaian Pak Haji Marzuki saja yang tak berpengaruh banyak untuk merubah segalanya.
Ameera akan berjalan dengan pilihan hatinya, dan dirinya akan menata kembali hatinya yang kandas sebelum tersampaikan.
Hilang semua harapan yang sejak awal Bagas mengumpulkan kekuatan untuk bisa bertemu kembali dengan Ameera bisa lebih dekat dan bisa mengatakan perasaan yang sesungguhnya.
Hanya ada harapan terbaik semoga Ameera bahagia dengan pilihannya, dirinya harus ikhlas walaupun tiap hari mereka akan bertemu dan melihat kebersamaan mereka.
Sekali lagi maafkan saya Pak Bagas, saya sendiri telah salah menilai putri sendiri bukan bermaksud menjodohkan dengan Pak Bagas tetapi saya hanya menyarankan dekat dulu sejak awal terhadap Pak Bagas kan? tetapi seandainya hasil akhirnya seperti ini saya tidak bisa berbuat apa-apa karena ini masalah pilihan dan hati anak saya sendiri."
"Oh tak apa-apa Haji semua keputusan memang ada di Ameera, saya tidak bisa memaksakan keinginan saya sendiri, jangan jadi beban buat Pak Haji semua ini tidak akan merubah segalanya. Saya akan pegang amanat Pak Haji untuk menyelesaikan proyek itu sebagai pelaksana di lapangan dan saya akan berusaha menganggap Ameera sebagai adik saya dan mungkin saya juga bertanggung jawab untuk menjaganya."
"Saya merasa terharu Pak Bagas betapa luas hati Pak Bagas, semoga Pak Bagas mendapatkan yang terbaik sesuai pilihan hati."
"Aamiin."
"Lagi fokus di vila Bu Ameera, dan pengecoran jalan, juga semua titik lagi berjalan, Alhamdulillah sampai saat ini lancar sesuai target."
"Syukurlah, gimana Pak Richard masih rajin datang ke proyek tiap hari?"
"Masih Pak Haji, cuma pagi tadi saja dia tidak datang mungkin berhalangan, hanya ada Bu Ameera menyampaikan perubahan dari konsep awal hanya di vila itu saja."
"Anak muda memang banyak maunya, tapi biarlah itu kepuasannya, mungkin di dukung sama Pak Richard yang sama-sama begitu berambisi dengan proyek ini."
"Sepertinya mereka merencanakan masa depan di tempat proyek itu Pak Haji."
"Begitulah, saya hanya mendo'akan saja semoga mereka pasangan terbaik pilihan mereka masing masing-masing."
"Pak Richard itu asli mana Pak Haji?" tanya Bagas menuntaskan ke-ingin tahuannya, karena melihat dari postur dan wajahnya sepertunya keturunan orang luar negeri atau blasteran.
__ADS_1
"Saya belum mengobrol lebih jauh sama Pak Richard, rencananya dia mau datang sama kedua orangtuanya secepatnya, karena malam tadi dia sendiri yang telah bicara meminta restu hubungannya dengan Ameera."
"Oh, jadi Pak Haji belum tahu bibit, bebet, juga bobotnya?"
"Saya melihat seriusnya saja dulu Pak Bagas, mungkin nanti akan di bicarakan lebih lanjutnya sama kedua orangtuanya."
Bagas mengangguk, Pak Haji Marzuki memang bijaksana dalam segala tindakannya, walaupun masih ada ganjalan tetap selalu ada solusi untuk semua permasalahan yang dihadapinya
Apalagi ini menyangkut masalah putrinya tentu segala tindakannya sangat penuh pertimbangan.
Pak Haji Marzuki pernah berkata sama Pak Bagas kalau Ameera anak yang sangat di harapkan dalam penikahannya, sangat di tunggu dan lahir dengan penuh kasih sayang dan di besarkan dengan limpahan cinta keluarga.
Ameera di didik dalam lingkungan keluarga yang asalnya bergerak di dunia pendidikan dan beralih ke dunia bisnis dan semakin berkembang saat ini.
Haji Marzuki wajar punya harapan terbaik buat masa depan Ameera dan adiknya Aliyah, ingin yang terbaik dalam menentukan pasangan hidupnya kelak, minimal yang bisa dan mengerti dunianya sekarang, sehingga Haji Marzuki merasa tenang mewariskan estafet usaha rintisannya.
"Iya Pak Haji, semoga Pak Richard yang terbaik buat Ameera dan memenuhi harapan Pak Haji dan keluarga."
"Aamiin, Insya Allah semoga barokah semuanya."
Ada rasa sedih di hati Pak Bagas, saat dirinya tak bisa memenuhi harapan Pak Haji Marzuki yang sudah dianggap keluarganya sendiri dan menitipkan Ameera pada dirinya.
Kenyataan tak sesuai harapan, Ameera yang dulu teman ngajar di Yayasan keluarga Haji Marzuki dan sekali-kali Bagas sama Ameera diskusi walau belum begitu akrab, Ameera begitu di segani sama semua orang karena tahu siapa Ameera sebenarnya.
Sampai Ameera secara mengejutkan menikah tanpa pacaran, dan kini kembali dengan kegagalan membina rumahtangganya.
*****
Sambil menunggu up Masa Lalu Sang Presdir baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun, juga beri hadiah 🙏
Seoarang mahasiwi polos, cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya dan ternyata pria yang akan di jodohkan dengan dia, tak lain adalah Dosen nya sendiri yang sikapnya teramat dingin. Namun siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan tentang rahasia jati dirinya yang sebenarnya.
Bagaimanakah sikap mereka di kampus?
__ADS_1
Akankah mereka saling mencintai?
Apa sang Dosen akan menerima jika dia mengetahui tentang jati diri gadis itu yang sebenarnya?