
Hanna diam saja pura-pura masih tidur di balik selimut tapi mengharapkan perlakuan lebih saat suaminya selesai berdandan dan sebelum pergi mengusapnya atau mencium kepalanya tapi semua hanya berlalu begitu saja Hanna hanya menahan perasaannya sendiri sambil bangun dengan hati mangkel.
Hanna bukannya tidak tahu kesibukan Benny suaminya juga dalam masa sekarang di Hotel lagi banyak masalah tapi Hanna juga merasa berhak atas hidup suaminya atas perlakuan yang biasa suami istri lakukan dan perhatian dari suaminya sendiri, Hanna juga mengakui kalau Richard bagi Dirinya dan Benny sudah lebih dari saudara sendiri kepercayaan Richard yang sepenuhnya pada Benny menuntut Benny kerja ekstra di luar jam kerja pada umumnya.
Semua itu berimbas pada terimakasih Richard sama Benny menjadikan tabungan deposito Benny dan Hanna mulai bengkak setelah rumah dan kendaraan yang sudah mereka miliki dan sebidang tanah buat sekedar investasi di beli dari saudara Benny sendiri yang sebagian besar dari Richard penghargaan pada tenaga dan dedikasinya.
Semua itu tak membuat hati Hanna senang malah kini merasa gersang hatinya sepi malam-malamnya walau tiap hari bekerja bareng tapi hanya bertemu sebentar-sebentar terkadang Hanna pulang duluan dan dan tidur sendiri karena Benny tidak pulang dengan ada saja masalah dan kesibukannya.
Ada juga Hanna pulang duluan Benny pulang sudah larut Hanna sudah tidur dan paginya Benny masih ngorok Hanna sudah sibuk beres beres rumah dan siap-siap kerja lagi.
Hanna bangun masih mencium wangi parfum suaminya terasa malas kerja hari ini, walau kerja hanya menjadi leader bagi anak buahnya dan juga ngatur juga mengawasi tetap saja penat dan lelah sampai sore menjelang.
__ADS_1
"Bu Hanna pagi banget datangnya? Aku jadi malu," ucap salah satu resepsionis dan cleaning service juga room boy yang baru pada datang bergantian sip tapi Hanna sudah duduk di depan pantry menikmati susu coklat dan kue-kue basah sebelum mengawali aktivitasnya.
"Aku jam segini saja masih kalah sama suamiku. Pak Benny sebelum bangun sudah kerja!" sahut Hanna dengan cuek.
Semua tertawa tahu kalau Hanna bercanda. Mungkin sore nanti Hanna mau atur strategi sendiri mau pulang ke rumahnya sendiri peninggalan orangtuanya yang sebelahnya ada kakak dan keponakannya tak pulang ke rumah yang Benny sama Dirinya bangun buat masa depannya sekalian Hanna kangen rumah masa kecilnya dan juga keponakannya.
Janji bertemu sarapan sampai siang menjelang Hanna belum bertemu hidung suaminya Hanna sibuk dengan rutinitasnya, dan yang paling penting hari ini membersihkan dan mengembalikan hunian Bos pada posisi semula.
Hanna sudah memberikan instruksi pada anak buahnya dan semua mengerti siap menjalankan tugasnya.
Hanna diam membiarkan Benny menyapa dan bercerita duluan. tak ada permintaan maaf atas janjinya yang tak di tepati mau sarpan bareng tak ada kata apapun semua seolah biasa saja. Bahkan setiap malam menelantarkan Dirinya mungkin itu juga dianggap hal biasa bagi Benny.
__ADS_1
"Han, Aku sudah makan. Kamu makan saja ya, soalnya Bos lagi uring-uringan jadi Aku temani dulu tadi dan memastikan Dia biar makan di villanya dan untuk sementara Bos berkantor di Agrowisata." ucap Benny tanpa melihat muka Hanna.
"Iya Bang."
"Tempat tinggal Bos sudah dibersihkan?"
"Sudah Bang," ucap Hanna sambil memperhatikan wajah suaminya yang yang sibuk memandang fokus pada laptopnya.
"Bu Ameera sampai saat ini belum ada kabar entah pergi ke mana membawa Bayi Richie itu yang membuat Richard khawatir tapi Aku sendiri tidak merasa khawatir karena keluarganya pasti tahu di mana Ameera berada cuman hanya mengikuti pesannya Ameera saja jangan diberitahukan sama Richard sepertinya Ameera ingin memberi pelajaran yang padahal semuanya hanya salah paham."
"Semoga semuanya cepet selesai," ucap Hanna sambil bangkit keluar dari ruangannya.
__ADS_1
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️