
"Loka mau kemana sayang?" ucap Jody memandang Loka yang habis mandi malah ngeloyor ke dekat pinggir lemari pakaian.
"Aku mau beresin pakaian yang di tas aku itu Mas, mau di pindah ke lemari."
"Ya ampuuuuun ... Loka sayang kamu itu benar-benar istri aku yang sangat rajin, biarin besok saja, di sini itu ada yang bantuin semua juga, besok kamu bisa minta bantuan bibi, sekarang kan kita sudah mandi sini aku mau memeluk kamu sepertinya kamu wangi banget!"
Loka berhenti mengeluarkan pakaiannya yang sudah terbuka resletingnya, Jody menghampirinya dan membimbing kedua tangan Loka untuk berdiri dan sesaat memeluknya sambil berjalan perlahan ke arah tempat tidur.
Loka yang be-daster tanpa lengan tetap cantik di mata Jody, mungkin kebiasaannya kalau di rumahnya atau di kost kostanya, kalau tidur pakaiannya seperti itu.
'Tak apa Loka, memang kesederhanaan kamu membuat aku sadar, hidup sederhana tidak ada salahnya, nanti aku belikan baju tidur atau lingerie dari butik ternama atau dari brand ternama, tapi apa kamu mau memakainya?"
Perlahan semua pasti bisa, harus di biasakan dan di beri masukan yang bisa di fahami.
"Kamu kenapa sayang?"
"A-aku nggak apa-apa kok Mas."
"Loka, aku ini suamimu kini dan kamu itu istri aku, kita sudah sah dan bebas melakukan apapun mulai malam ini."
"Iya Mas."
"Kamu jangan gugup gitu, biasa saja kita kan sudah dewasa dan aku nggak mau memaksa kamu, tapi kamu harus rela aku sentuh karena aku mencintaimu, kamu cinta kan sama aku?"
Loka mengangguk sambil senyum di terang lampu kamar.
"Ungkapan cinta itu kita buktikan malam ini ya?" rayu Jody sambil mendudukan Loka di pinggir tempat tidur yang begitu empuk.
Loka kelihatan masih bingung apa yang harus di lakukannya, Jody tersenyum sambil mencium pipi Loka.
__ADS_1
"Kamu boleh melakukan apapun ungkapkan cinta kamu padaku Loka, seperti mau mencium aku, mau memeluk aku boleh banget, dan aku juga akan melakukan semua yang aku suka pada dirimu."
Loka tersenyum dan mengangguk, Jody merasa menang dan mulai menyentuh bibir Loka dengan sangat perlahan seakan bercinta di dekat orang tidur takut membangunkan dan mengusiknya.
"Lakukan balas seperti yang aku lakukan sayang, pejamkan matamu, apa kamu mau minum dulu biar tenang dan merasa enakkan?"
"E-nggak Mas mau lanjut saja." suara Loka begitu bergetar hampir tak kedengaran. Jody tersenyum sambil merangkul Loka yang panas dingin.
Akhirnya Loka merem melek juga walau baru ciuman permulaan jurus yang Jody lakukan.
Jurus awal sukses, Jody mulai menyosor leher dan bawah telinga, dan tangannya mulai merambah pada bagian sensitif lainnya, padat berisi dengan kuncup begitu masih tertutup belum nongol sepenuhnya. Loka tak menolak walaupun tubuhnya terasa meriang panas jadi naik sekitar 39 derajat celsius.
"Mas, aku malu!"
"Malu pada siapa? aku ini suamimu. Ini malam pertama kita, dan semua orang begitu ingin merasakannya, begitu menginginkan, malam ini akan menjadi malam yang tidak pernah kita lupakan."
"Lampunya redup kan Mas."
Sekilat Jody matikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur lalu menghampiri Loka kembali yang masih mengatur nafasnya.
Kembali melancarkan aksinya Jody begitu senang karena Loka begitu pasrah dan nurut banget, mengikuti semua keinginannya.
Jody mulai membuka pakaian Loka sedikit demi sedikit dan sangat perlahan, memandang dengan begitu berhasrat pemandangan indah di hadapannya. Membenamkan mukanya di dada Loka yang masih sangat ranum belum tersentuh.
Jody begitu senangnya bermain dan memainkan area itu membuat loka begitu seperti orang tersengat puntung rokok, akhirnya ******* Loka keluar juga.
"Kamu sambil buka pakaianku sayang."
"Y-yang mana Mas?"
__ADS_1
"Ya semuanya sayang, kamu akan merasakan sensasi luar biasa sebentar lagi."
"Tinggal bawahannya, susah Mas!"
"Belajar dong sayang, Jody mengusap area ter-sensitif lainnya yang di selimuti bulu-bulu halus dan menelusurinya, 'semuanya sudah on!' pikir Jody.
Loka berhasil membuka under wear Jody sambil duduk.
"Aaaaaaw!" Tak di sangka Loka berteriak begitu mengagetkan Jody sambil menutup mukanya, lalu menggulung tubuhnya dengan membungkus tubuhnya pakai selimut.
"Sayang, kenapa?"
"Mas, kenapa kok gede banget?"
"Gede apanya sayang?"
"Itu di bawah perutmu!"
"Sayang semua cewek begitu menginginkan ukuran maksimal, kamu belum merasakannya, makanya kita coba malam ini. Aku janji pelan-pelan saja dulu ya!"
"Aku takut Mas, perasaanku kalau itu maksa masuk akan sesak, pasti itu akan sakit banget!"
"Loka sayang, sini aku peluk, kita pelukan saja dulu ya!"
Jody tersenyum sambil menahan konaknya.
Jody memeluk Loka dengan sabar, sambil mengusap punggung dan semua tubuh Loka.
"Oke, aku lupa kita belum saling kenalan dan saling pegang, kita mulai saling usap saja ya?"
__ADS_1
Loka mengangguk dalam dekapan Jody. Jody mulai melancarkan jurus berikutnya.