Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
USG


__ADS_3

"Jadi kuncinya nikmati ya Bumil?" tanya Hanna lagi sambil membereskan semua peralatan sarapan ke atas troli.


"Iya Hanna, ciptakan hubungan yang berkualitas jangan terburu-buru jangan terpaksa, lakukan dengan perlahan sepertinya Benny kurang begitu romantis ya, tidak banyak ini itunya langsung ke pokok permasalahan kalau mau berhubungan?" tanya Ameera sambil menyisir rambutnya yang sebatas pinggang. Hanna berdiri di dekat meja makan yang baru di bereskan.


"Kalau Pak Richard gimana Bu?" tanya Hanna lagi seperti ingin tahu seperti apa romantisnya mereka.


"Wah, Kita jadi ngegosip suami Kita dong? pokonya luar biasa semuanya kalau Richard Hanna! udah deh ah takut Richard pulang lagi karena mau USG," ucap Ameera sambil tertawa.


Hanna juga sama tertawa, dan benar saja Richard muncul di pintu.


"Ngapain pada tertawa? pasti kalian curhat jorok ya?" ucap Richard sambil memeluk Ameera dan mencium rambutnya yang masih agak basah.


"Ya sudah, Aku permisi dulu kalau melihat yang mesra luar biasa Aku suka iri!" tukas Hanna sambil tertawa keluar mendorong troli lalu menutup pintu.


"Kok dari tadi belum dandannya Sayang?" bisik Richard sambil tetap memeluk Ameera dari belakang.


"Aku terima curhat Hanna dulu Mas, kalau tadi sarapan pagi dengan omelan katanya habis sudah siang Benny nemplok saja nggak mau lepas. Giliran dah siang minta lagi biar mandinya enak habis keringatan katanya auto Hanna jadi ngomel karena sudah siang," jawab Ameera sambil tersenyum.


"Hahaha.... dasar Si Benny kolokan, sok banyak alasan tapi kurang merayu itu! makanya istrinya ngomel melulu, nggak kayak Kamu ya Sayang siap tempur kapanpun Kita mau!" ucap Richard sambil menggesekkan bawah perutnya ke pinggul Ameera.


"Mas! apalagi itu?"


"Maksudmu Sayang?"


"Itu yang keras di belakang?"


"Hahaha...itu kesenangan kamu Sayang nggak bisa dengar kata nemplok, keringatan langsung saja bangun dengan beringas. Di sayang dong biar tenang kalau nggak redam sebentar saja mau ya?" rayu Richard sambil tetap menggesekkan ke bagian belakang pinggul Ameera.


"Mas, kan kita mau pergi ke dokter gimana sih? kok malah aneh aneh saja permintaannya?" tangan Ameera masih saja di area yang begitu pesat perubahannya.


"Jangan ikut-ikutan Si Hanna Sayang, kita lain lagi Kamu masih saja belum dandan dan berpakaian jadi Aku harus bagaimana? coba usap dulu bagian bawah perutku jadi maksimal ukurannya karena obrolan Kamu tadi akhirnya jadi begini!" ucap Richard menahan tangan istrinya di area sensitifnya.


"Alah Mas banyak banget alasan, pake salahkan Hanna dan obrolanku tadi, Mas mau lagi pagi ini titik begitu juga repot bilangnya?" tukas Ameera sambil menarik piyama mandinya.


Richard senang bukan main, langsung mencium perut buncit Ameera dan berlari mengunci pintu dan membuka pakaiannya sendiri.


"Mau di mana Sayang? di sofa di tempat tidur? di kursi santai kolam renang? atau di gazebo?"

__ADS_1


"Di kamar mandi biar terus mandi lagi!" jawab Ameera pura-pura ketus.


"Nggak pegel tuh?"


"Kita cari posisi enak!"


"Oke Sayang, di manapun jadi!" Richard tertawa senang.


Dalam hatinya berkata sebentar lagi cemberut istrinya akan berganti dengan ******* nikmat dan pegangan yang kuat pada pangkal lengannya menahan semua kenikmatan dengan mengigit bibirnya sendiri.


"Pakai air nggak bathtub nya Sayang?"


"Sedikit saja dulu," sahut Ameera.


Ameera membuka piyamanya dan masuk duluan air hangat menyambut tubuhnya. Ameera menciprat bagian dada Richard yang lebat di tumbuhi bulu, terlihat pemandangan menakjubkan suaminya dengan tubuh kekarnya.


Dengan tak sabar Richard masuk juga ke bathtub mereka berhadapan dalam posisi duduk.


Kehangatan di air yang hanya sedikit dan licinnya tubuh berair membuat keduanya seperti anak kecil yang begitu senang bermain basah.


Tubuh mulus Ameera berbanding kontras dengan tubuh berbulu Richard, saling menyentuh dan membelai dengan ciuman panas setiap waktu sehingga tak memerlukan waktu lama untuk memulai.


"Aw Rich berasa banget!"


"Berasa gimana Sayang?"


"Pokoknya enak banget Rich."


"Selalu nikmat di manapun Sayang, itulah Aku akan selalu memberimu kenikmatan, dan tak akan pernah bosan menyentuhmu setiap saat dan membuatmu tak bisa berhenti mendesah dan memintanya," sahut Richard semakin bersemangat.


Mereka keluar kamar mandi lagi ke dua kalinya pagi ini, itu yang tak bisa Richard lakukan kalau di rumah orang tua Ameera, kebebasan itu pasti akan hilang. Mungkin nanti kalau Ameera melahirkan dan Richard harus puasa akan merelakan waktunya berada di sana sampai Ameera siap kembali dan boleh pulang ke tempat huniannya atau ke Villa mereka di Agrowisata.


"Jadi lapar lagi Mas," ucap Ameera sambil mengenakan kerudung senada dengan pakaiannya.


"Tinggal makan mau di mana?" ucap Richard sambil memandang wajah cantik Ameera yang tak bosan dirinya sentuh.


"Mau makan apa ya? kita lihat lihat saja nanti. Yuk! rasanya Aku nggak sabar tahu kelamin Anak kita Mas," ucap Ameera sambil memeluk sebelah lengan Richard berjalan keluar menuju parkiran.

__ADS_1


"Sudah pasti laki-laki Aku sudah ada feeling kok," sahut Richard merasa sok pasti mungkin karena terlalu menginginkannya.


"Ya sudah Aku senang saja apapun nanti hasilnya, langsung beli yang lucu-lucu ya?"


Richard mengangguk sambil tersenyum mengiyakan apapun keinginan Ameera.


Sampai di klinik elite Ameera selalu di sambut baik dr SpOG dengan senyuman melihat keserasian pasangan ini.


"Katanya waktu kontrol bulan kemarin tak akan di USG biar jadi kejutan, apa sudah siap dengan kejutannya kali ini?" ucap dr Reisa SpOG sambil mempersilahkan Ameera berbaring di tempat yang tersedia.


"Papanya dok yang tadinya nggak mau tapi bagiku menyulitkan saja mencari perlengkapan kalau harus di dadak nanti pas sudah lahir," jawab Ameera matanya menatap layar monitor.


"Waw jelas banget dok!" seru Richard merasa takjub melihat buah hatinya di dalam perut istrinya pada layar monitor.


"Selamat ya calon buah hatinya laki laki tuh jelas banget. Ultrasonografi medis adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. ultrasonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan dan hampir tidak ada efek sampingnya kok," ujar dr Reisa SpOG sambil menggeser alat geser di perut Ameera melihat dari beberapa sudut dan meyakinkan kembali.


Richard hampir saja bersorak saking senengnya.


"Selain melihat kelaminya apa fungsinya USG ini dok?" tanya Richard lagi sambil tersenyum mencium kepala Ameera saking senangnya, kalamin janinnya sudah ketahuan.


Ameera memanyunkan bibirnya, membuat Richard tertawa.


"USG dalam kehamilan bermanfaat untuk mengkonfirmasi apakah memang terjadi kehamilan di awal kehamilan itu sendiri dengan melihat apakah ada kantung hamil atau tidak. Jika sudah terlihat kantung hamil, evaluasi apakah ada dalam rahim atau luar rahim. Termasuk evaluasi apakah kantung hamilnya satu atau dua (kembar). Setelah hamil semakin besar, perlu dipantau perkembangan janin (membandingkan berat janin apakah sesuai dengan usia kehamilan), memantau detak jantung bayi, ketuban, placenta dan lain-lain. Mengevaluasi kelainan janin, melihat jenis kelamin." Dr Reisa begitu jelas menjabarkan manfaatnya.


"Paling canggih sekarang yang ini dok?"


"Semua ini bisa dilakukan dengan USG 2D, 3D and 4D gambar akan lebih jelas seperti aslinya. USG harus dilakukan sesuai indikasi medis. Misal ada keluhan pada Ibu hamil. Sementara untuk USG 4D tidak wajib kecuali memang kecurigaan ada kelainan atau zaman sekarang biasanya sesuai dengan permintaan pasien," sahut dr Reisa


"Aku ingin yang paling jelas dok kalau bisa," ucap Richard sambil mengelus kepala Ameera.


"Boleh ini sudah yang 4 dimensi," sahut dr Reisa tak lepas senyum melihat antusias pasangan ini dalam menyambut buah hati mereka.


"Berapa kali USG di sarankan dok?" ucap Ameera.


"USG dianjurkan pada kehamilan, sebab manfaat USG untuk pemantauan janin sangat besar. Dianjurkan dilakukan USG tiga kali selama kehamilan. Yakni trimester 1 (10-12 minggu) untuk skrining awal, trimester 2 (20-24 minggu) untuk skrining lanjutan dan trimester 3 (30-34 minggu) untuk mendeteksi kelainan, mengevaluasi posisi kepala janin dan posisi placenta (persiapan kelahiran). Cukup dengan USG 2D saja, penggunaan 3D dan 4D tetap sesuai indikasi kalau Pak Richard sama Bu Ameera menginginkan boleh saja itu semua mengikuti keinginan kok," jawab dr Reisa Spog.


Bahagianya kedua pasangan ini, Richard dengan bangga sebentar lagi akan punya jagoan kesayangan seperti yang di harapkannya selama ini.

__ADS_1


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2