Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Halo Benny!


__ADS_3

"Halo Benny! datang ke Agrowisata sekarang!" suara Richard di ujung sambungan telepon memberi perintah pada Benny yang belum bertemu dari pagi.


"Aduh Bos, Aku baru mau nyuap makan siang sama Hanna setengah jam saja sama di perjalanan ya bisa kan menunggu?" jawab Benny sedikit menolak kalau langsung harus datang saat itu.


"Kok jadi Kamu yang memberikan penawaran?" jawab Richard menjawab dengan ketus.


Benny tahu semakin kacau saja Bos nya itu, apalagi Ameera belum menunjukkan hidungnya sampai saat ini. Selain kerinduan juga perasaan bersalah Richard yang ingin segera meluruskan permasalahan jadi berlarut larut akhirnya.


"Aku baru saja mau makan sudah di gelar ini Bos, ya sudah Aku langsung ke situ sekarang!" Jawab Benny walaupun hanya kata kata saja mau berangkat padahal meneruskan makan.


Benny mendengar nada dingin dan kemarahan di ucapan Richard, tapi akhir-akhir ini semua itu sudah biasa mungkin seperti itu saat suami tidak bertemu istrinya dan rumah tangga mereka sedang dalam masalah maksud hati ingin segera menyelesaikan tetapi tidak semudah itu Ameera susah ditemui sampai saat ini. Wajar kalau Richard marah pada siapa saja dan urung uringan sendiri.


"Makan saja dulu Bang, biarin yang marah biar marah saja kan Kita juga perlu tenaga kerja sudah melebihi waktu makan aja masih saja banyak gangguan!" ucap Hanna sambil mulai makan dan tadi mendengar saat suaminya baru saja mau makan ponselnya berbunyi dan langsung bicara pasti itu Bos Richard yang memanggilnya.


"Iya, tadi hanya menjawab menenangkan, Aku makan saja sampai selesai kok," jawab Benny tetap melanjutkan makan siangnya.

__ADS_1


Hanna diam tak bicara lagi memang akhir-akhir ini pekerjaannya begitu full terutama suaminya berangkat sebelum jam kerja dimulai dan pulang melalui batas waktu kerja normal pada umumnya membuat Hanna cemas takut Benny suaminya sakit walaupun mengerti itu adalah tuntutan tanggung jawab makanya Hanna selalu berbicara mengingatkan saat waktu makan seperti ini biarlah tuntaskan dulu.


"Jangan pulang lagi ke tempat Kakakmu ya, Aku usahakan nanti sore pulang bareng!" ucap Benny sedikit menggoda Hanna istrinya sambil mencairkan suasana kaku di antara mereka.


"Kan itu juga rumahku kenapa memang?"


"Aku merasa nggak bebas saja." Benny memandang wajah Hanna.


"Tapi Aku senang pulang ke situ Bang," ucap Hanna sambil menyuap makanannya.


"Ah Abang nggak ngerti sih kapan pinter nya?" tukas Hanna membuat Benny tertawa.


"Hahaha... memang Aku nggak pintar?" jawab Benny sambil minum menyudahi makan siangnya.


"Abang memang pintar tapi belum bisa bikin Aku hamil!" ucap Hanna sambil menyimpan gelas menyudahi makan siangnya juga.

__ADS_1


"Pintar-pintar lah Kamu memanage pikiranmu sendiri jangan di jadikan beban berat hanya karena belum hamil tapi bawa bahagia saja ini rumahtangga Kita bagaimana mengisinya dengan bahagia saat keinginan belum terkabulkan!" ucap Benny sambil bangkit meraih ponselnya juga kunci dan mencium kepala Hanna saat Hanna baru menyadari semua perkataan suaminya itu benar adanya.


Hanna memandang punggung Benny sambil tersenyum menatap bangga pada suaminya yang sangat mengerti dan bertanggung jawab baik pada pekerjaannya juga pada keluarganya dan rumahtangganya.


Kadang pikiran cengeng nya meronta saat Hanna ingin bermanja tapi tak selamanya semua bisa tercapai saat suaminya capek, atau pulang telat karena tuntutan pekerjaan.


Selalu saja Ingat apa yang di ucapkan Benny suaminya saat mereka berdua, Benny selalu menanamkan pengertian sederhana "semakin tinggi tanggung jawab seseorang maka semakin banyak hal yang dikorbankan orang itu, termasuk waktu dan perasaannya" Kini semua itu Hanna rasakan.


Bang Benny sebenarnya begitu romantis tapi karena seringnya capek dan sedikit waktu jadi semua tidak bisa selalu mereka rasakan.


Hanna tahu sikap sebaiknya seorang istri selain bisa melayani dan menyenangkan suaminya juga harus bisa saling menghargai.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2