
"Pulang larut banget tiap malam Bang ada apa? apa sesibuk itu Bos mau nikah?" ucap Hanna memeluk Benny dari punggungnya.
Benny masih saja memejamkan matanya dan masih begitu ngantuk saat Hanna selalu membangunkan dirinya setiap jam segini.
"Bang pules amat tidurnya beberapa minggu terakhir ini? sampai nggak perduli sama aku, nggak di colek sedikit juga, sama saja kayak nggak punya suami! emang enak tidur sambil nunggu Abang pulang? datang ke rumah tidur kayak orang pingsan aja langsung ngorok, ih aku sebel banget!" Hanna menggoyangkan tubuh ini tapi Benny tetap aja dalam posisinya.
Hanna memandangi suaminya, Hanna tahu tahu Benny sudah melek tapi mungkin malas bangun, atau menunggu pikirannya pulih dan kesadarannya kumpul kembali.
Benny tersenyum mendengar omelan istrinya, tak menanggapi sedikitpun sampai Hanna turun dan masuk ke kamar mandi, kedengaran mandi dengan kesal sampai suara menyimpan gayung pun kedengaran Benny dari kamarnya.
Kesibukan memang menyita banyak waktunya hingga harus pulang larut malam, Hanna benar memang sudah lama tak menikmati kebersamaan mereka, saat Benny pulang Hanna sudah tidur, berangkat bareng di kantor kadang Benny banyak urusan keluar jarang makan siang bersama mereka sibuk dengan kesibukan masing-masing.
Benny masih saja dalam posisi tidurnya, tahu kalau istrinya sudah keluar kamar mandi. Jarang banget Hanna ngomel mengeluhkan kesibukan mereka mungkin sekarang Hanna lagi sensitif, jadi bangun tidur sudah complain dengan kesibukan Benny.
Atau memang begitu kalau seorang perempuan jarang disentuh menjadi begitu sensitif? Benny membuka seluruh pakaiannya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Hanna masuk, memandang suaminya yang masih tergolek tidur dengan di tutupi selimut.
"Bang, kerja nggak?"
"Aku nggak enak badan."
"Abang sakit?"
"Iya berat banget."
"Apanya yang berat?" Hanna mendekat memegang kening suaminya sambil duduk di samping Benny di tepi tempat tidur.
"Berat buat bangun Hanna, cuma bisa bangun sebagian."
__ADS_1
"Maksudnya apa? nggak panas nggak apa, Abang sakit nggak bisa bangun? kecapekan kali."
Benny menarik tali piyama mandi Hanna yang duduk di sampingnya tidur.
"Coba periksa bagian tubuhku yang lain, buka selimutnya."
"Bagian mana yang sakit Bang?"
Hanna meraba dada suaminya ke kiri dan kanan.
"Terus ke bagian bawah, bawah lagi dari perut dan ya! tepat itu!"
"Kenapa dengan yang satu ini Bang?"
"Itu kepanasan pengen berendam."
"Biar nanti aku yang mandiin kamu, Apa salahnya kita lakukan pagi ini? aku menginginkannya lihat sudah on, aku kangen banget masa harus menunggu malam? nanti malam lain lagi oke aku janji kalau nanti malam aku pulang langsung masuk kamar dan bercocok tanam gimana?"
"Terserah, pokoknya aku nggak mau sekarang karena aku sudah mandi Abang harusnya bangun mandi, sarapan sebentar lagi juga habis waktunya kita berangkat kerja."
Tapi Benny tak menggubris apa yang dikatakan istrinya malah menarik Hanna ke dalam selimut kembali sambil membuka piyama mandinya.
"Bang! siang nanti kita telat kerjanya."
"Kerjaan yang satu ini juga harus di selesaikan dulu, kamu marah sama ngomel karena menginginkan ini kan?"
Benny mengungkung tubuh istrinya, menciuminya dengan rakus, semua di susuri nya dari mulai bibir, leher dan dada istrinya yang masih wangi sabun.
"Abang aku maunya nanti malam!"
__ADS_1
"Ssssssssst nanti kedengaran Ibuku. Aku maunya sekarang!"
Hanna tak bisa berkutik, takluk dalam dekapan hangat pagi suaminya.
Mau tak mau akhirnya Hanna memberikan perlawanan sama-sama menginginkannya.
"Nanti siang kalau ada waktu aku tambah ya!" bisik Benny di telinga Hanna istrinya.
"Selesaikan dulu yang ini!" sewot Hanna.
"Iya, aku selesaikan sekarang juga" jawab Benny.
Benny dengan lincah menaik turunkan badannya, maju mundur celup-celup dan memutarnya, membuat Hanna terengah-engah dan keringatan lagi.
Usai sudah babak pagi di rumah baru Benny, mereka terlentang dengan nafas yang masih belum teratur.
"Makasih Hanna sayang, kalau aku sudah nggak sibuk kita kembali ke jadwal rutin semula ya! formasi malam dua siang satu heee ...."
"Bangun mandi Bang, sekarang jadwal kerja, sepertinya siang ini aku juga akan repot karena hari ini keluarga Bos Richard akan datang dari Bandung, tapi Bos melarang keluarganya masuk ke kamar huniannya karena sudah di tata mungkin buat malam pertama mereka, orangtua dan saudaranya disediakan kamar-kamar hotel yang sudah dipersiapkan dari kemarin-kemarin."
"Oh ya? romantis juga Bos Richard."
"Abang sibuk nggak hari ini?"
"Sibuk pasti, karena aku lagi bersama informan menyelidiki manajer Zen dan Annet, malam tadi aku ikuti sampai di apartemen ternyata mereka ada main rupanya, juga mengurus proyek karena Bos Richard mulai cuti hari ini."
"Tapi Makan siang bareng aku nya Bang."
"Aku usahakan, kalau tak sempat pulang mulai malam nanti sampai hari H kita nginep di kamar hotel juga nggak apa-apa, Richard memfasilitasi semua panitia pernikahannya."
__ADS_1