Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Terpikir Agrowisata


__ADS_3

Kerinduan Richard pada istrinya Ameera mengalahkan segalanya, walau tiap sore Richard pulang dan bisa memeluknya dan Mereka dengan bebas bercumbu rayu hanya semua tidak sampai puncak perayaan kasih sayang sebagai suami istri.


Bagi Richard tak ada kepuasan hanya di terima dengan cara begitu syukur atas kelahiran putra tersayang mereka.


Richie kecil jadi obat segala kegalauannya dan Ameera yang tak pernah surut memperingatinya dan menghibur dengan segala dayanya setiap Richard merajuk menginginkan sesuatu.


Bagi Richard Ameera dan kini Richie adalah segalanya dalam hidupnya, ingin memberi yang terbaik bagi orang terkasihnya sesuatu yang bermanfaat buat masa depannya.


Richard memandang ke semua penjuru pusat taman dan kolam renang juga fasilitas lainnya yang mulai banyak di kunjungi pagi menjelang siang di Agrowisata itu memang begutu indah tak pernah surat pengunjung setiap harinya apalagi sebentar lagi menghadapi tahun baru dan liburan sekolah. Richard melihat satu peluang lain kenapa tak di bangun hotel saja di sini?


Setelah dilihat dan diamati ternyata parkiran untuk bus dan mobil pribadi juga sepeda motor dan yang lain-lainnya terlalu luas dan masih bisa di alihkan dan memanfaatkan di sisi-sisi seperti kolam pancing dan sebelah mushola.


Walau tidak akan terlalu luas tapi kalau di bikin beberapa lantai pasti akan mendapatkan kamar yang banyak dan siap di jual sebagai aset masa depannya.


Satu wawasan baru telah Richard dapatkan begitulah otak bisnisnya selalu berjalan.


Sementara yang ada di Agrowisata sekarang kolam renang untuk umum dan anak-anak, kolam air deras dan segala permainan air, wahana santai di bawah pohon pinus, pemancingan, bermain air kano dan perahu dayung, spot foto kekinian, Ayunan bertingkat, playing fox, jelajah trek kebun pala dan melinjo dan juga wisata kuliner juga camp area.


Richard berpikir kalau semua ini hanya ditangani sama Aliyah yang kebetulan Aliyah juga masih punya kewajiban kuliah semua tidak akan tertangani walaupun setiap satu bagian sudah ada yang bertanggung jawab, harus ada profesional yang total dan bisa menangani semuanya Karena setelah Ameera melahirkan Richard merasa tak rela kalau Ameera harus cepat-cepat bekerja kembali.


Juga Pak Bagas yang Richard tahu latar belakangnya menaruh simpati dan harapan kepada Ameera Richard merasa tak rela juga istrinya bekerja dengan orang yang mencintainya walaupun kini dunianya telah berbeda.


Richard berpikir dan berpikir keras bagaimana caranya supaya Agrowisata ini bertambah maju selain satu proyek tambahan yang akan dirinya masukkan ke dalam Agrowisata ini yaitu satu hotel dengan fasilitas bintang 3 juga sudah cukup karena sasaran yang akan ditampung nanti adalah orang-orang yang akan gathering dari instansi dan pabrik juga lembaga pendidikan.

__ADS_1


Tak ada pilihan lain selain dirinya harus terjun langsung dan beraktivitas diagrowisata ini tanpa mengganggu kegiatan Ameera, otomatis kalau dirinya terjun langsung semua akan lebih mudah karena ide-ide yang datang dari dirinya sesuatu yang harus terealisasi nantinya.


Puas menuangkan idenya Richard tiduran di kamar villaanya sambil menelepon video call pada Ameera.


"Hai Pap Sayang! ngapain malah santai di situ?"


"Katanya dari semalam suruh Aku kontrol ke Agrowisata sekarang Aku ada di sini Kamu masih bertanya?" jawab Richard sambil terkekeh.


"Maksudku temani Aliyah sama Pak Bagas di kantor dengar laporan dan keluhan mereka Apa yang sebaiknya diperbaiki Apa yang sebaiknya Kita dengar masukan dari bawah dari setiap kepala bagian?" Ameera panjang juga lebar memberitahu Richard apa keinginannya.


"Sementara hari ini Aku tidak menerima keluhan dari siapapun karena Aku sendiri sedang mengeluh sesuatu Sayang," ucap Richard diakhiri tawa.


"Ah Papa! suka aneh-aneh saja pokoknya keluar dari situ jangan menghayal sendiri pamali kalau kata orang tua, sana mending nge-gym ajak temanmu Jody yang sama sama bocor tuh!" sahut Ameera merasa kasihan pada suaminya.


"Sebulan lagi!" jawab Ameera sambil tertawa.


"Waw, sempurna Kamu menyiksa suamimu sendiri!" ucap Richard sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Ya ampun Papa, emang Papa saja yang mau Aku juga sama tapi ya sabar lah Aku perlu kontrol juga ke dokter biar memastikan semua sehat dan aman," ucap Ameera dengan suara lembutnya.


"Oke Aku sangat mengerti Sayang anggap saja keluhanku kali ini adalah kerinduan seorang suami kepada istri, dan Aku tunggu ajakan Mama untuk kontrol ke dokter, ya sudah Aku balik ke kantor dulu hari ini Benny belum ngabarin apa-apa berarti tidak ada keluhan tidak ada masalah apapun dan hotel aman-aman saja." Richard melambaikan tangan pada Ameera


Ameera tersenyum dan Richard mengecupnya lalu nutup sambungan teleponnya.

__ADS_1


Ameera! Aku terlalu mencintaimu dan Aku tak akan sanggup kehilanganmu, tak boleh siapapun mencintaimu selain Aku, Aku pastikan Kamu akan bahagia hidup denganku!


Richard berpikir sambil mengontrol wajah dan pakaiannya di cermin lalu menutup jendela kamar villanya mengelus seprai yang sedikit kusut dan bermonolog sambil tersenyum.


'Tunggu ya akan ada saatnya perayaan pesta di sini saat istriku memberi lampu hijau nanti!


Richard melirik tempat tidur sekali lagi sambil menutup pintu dan keluar mengunci pintu lalu ke kantor Agrowisata lagi.


Di kantor ada satu orang pegawai dan Aliyah yang masih sibuk dengan kegiatannya.


"Al, Aku ke hotel dulu ya mulai besok Aku berkantor di sini banyak program baru yang ingin Aku masukkan di agrowisata ini, dan Aku akan membantu mengontrol langsung semua kegiatan di semua bidang sehingga terjadi pengefektifan tenaga kerja dan juga ada wacana kedepannya Aku ingin menambah fasilitas lain walaupun itu perlu pembicaraan lebih jauh dulu sama Bapak dan juga Kakakmu Ameera," ucap Richard bicara dengan tegas.


"Baik Kak, Aku senang mendengarnya ternyata Kak Richard perduli. Aku menyambutnya dengan baik dan semoga kedepannya Agrowisata ini bisa ditangani dengan lebih profesional apalagi setelah nanti Kak Richard menambahkan fasilitas lain yang masih dalam wacana itu,"


"Ya semoga semua bisa terealisasi, Aku baru datang mengontrol sekali saja sendiri ke sini sudah terpampang di hadapanku pembaharuan untuk kedepannya. Semoga menjadi lebih baik dan satu lagi kalau Aku berkantor di sini Kamu akan mendapatkan izin untuk pergi nonton untuk bebas berkumpul dengan temanmu Aliyah!" ucap Richard di sambut dengan teriakan senang Aliyah.


"Ya ampun, makasih sebelumnya Kak Richard paling baik, kapan Andrea ke sini Aku juga kangen ngerumpi dan jalan-jalan sama Andrea."


"Mungkin lagi sibuk, Ibu sama Bapakku juga sudah tidak sabar ingin menengok Richie tapi katanya menunggu Andrea yang lagi ujian makanya sudah hampir mau sebulan mereka belum datang juga ke sini." sahut Richard sambil tersenyum.


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2