Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Pertengkaran


__ADS_3

"Ya sudah, jangan marah marah lagi. Aku jalan dulu keluar siapa tahu ada jalan rezeki bagi Kita," ucap Jefry sambil mencium kepala Annet dan memangku Anaknya memeluk dan menciumnya dan begitu lengket sama Dirinya.


Annet tak berkata apapun hanya memandangi punggung suaminya dengan perasaannya sendiri.


Hidup bagi dirinya terasa penuh perjuangan dan nasib baik merasa tidak berpihak pada dirinya. terkadang ada berpikir saat dirinya dulu masih bersama Richard tidak ada sedikitpun kekurangan di dalam hidupnya bahkan dirinya bisa investasi begitu banyak ditambah lagi dengan penghasilan Jefry yang disimpan pada dirinya hidup bersama Bos Zen semua bisa di milikinya tapi kini semua habis di pakai hidup sehari hari paska melahirkan dan menikah dengan Jefry yang belum mendapatkan pekerjaan tetap sampai saat ini.


Juga kalau memikirkan nasib sahabatnya Pitaloka menikah dengan seorang Bos pimpinan perusahaan keluarganya hidup Loka terasa nyaman apa yang diinginkan segala ada saat bertemu terlihat Loka lebih cantik dan glowing dari saat masih bekerja sama dirinya sebagai penyanyi klab malam di The Rich Hotel karena mungkin dengan uang apa yang tidak bisa seseorang beli dan miliki?


Saat memutuskan menikah dan berkeluarga secercah harapan ke arah yang lebih baik Janeeta mulai, dan berharap akan datang masanya kalau dirinya harus mulai merubah haluan hidupnya.Tapi semua harapannya kandas dan gagal tidak sesuai dengan ekspektasi yang dirinya ciptakan sejak awal.


Janeeta bermaksud merubah jalan hidupnya untuk keluar dari masa lalunya yang kelam, tapi keadaan ekonomi keluarganya begitu terpuruk membuat hatinya selalu galau akan hal yang di pilihnya.


Jefry berjalan asal keluar saja dari tempat tinggalnya hatinya merasa bimbang akan pilihan yang di sampaikan Istrinya Annet. Berjalan tanpa tujuan dengan pikiran tidak fokus hanya untuk menghindari pertengkaran saja dengan Istrinya makanya Jefry lebih baik menghindar saat suasana panas bukan untuk di lawan dengan emosi lagi dan atau malah mengambil keputusan salah kalau lagi dalam keadaan emosi.

__ADS_1


Sampai di depan rumah makan sederhana temannya biasa ngobrol sambil cari peluang Jefry langsung di samperin sahabatnya dan diintai tolong.


"Jef, tolong Aku dong anterin Bapak ini ke rumahnya karena terlihat sakit setelah bertemu dan makan soto sama sahabatnya di warung makanku, tadi menelepon Anaknya tak ada yang di angkat Kamu bisa bawa mobilnya kan? juga lagi nggak ada kerjaan?" ucap Rudi sahabat Jefry.


"Boleh saja emang Aku nggak ada kerjaan tapi ke mana?" jawab Jefry sambil melirik seorang bapak-bapak yang bersandar di kursi makan warung makan itu.


"Ya tanya saja masih bisa bicara kok. Pak Haji pulang sama sahabatku saja ya Aku percaya karena ini temanku sudah sejak lama." ucap


"Akun lagi nganggur Pak nggak ada kerjaan menghindari percekcokan saja sama istriku." Jefry tertawa sarkas.


Pak Haji Marzuki berusaha tersenyum.


"Pak gimana sudah mendingan?" tanya Jefri sambil menyodorkan teh manis hangat di hadapannya tapi kelihatan belum di sentuhnya.

__ADS_1


Pak Haji Marzuki menerima teh hangat di gelasnya dan meminumnya terlihat berkeringat tapi tidak meringis lagi.


"Pak pulangnya ke mana?"


"Mari naik saja ke mobilku dulu nanti Aku beri petunjuk," jawab Haji Marzuki perlahan.


Akhirnya Haji Marzuki sambil di pegang tangannya berjalan ke arah di mana mobilnya di parkir.


Jefry diam saja saat mulai masuk dan membawa Haji Marzuki dengan mobilnya.


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2