Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Sampai bertemu lagi Jef


__ADS_3

"Annet, cobalah mengerti aku besok sudah harus pergi lagi, ayo kita bertemu orangtuamu apa salahnya kita kasih tahu hubungan kita ini pada Ibumu?" Jef ingin hubungan mereka di ketahui orangtua mereka.


Tapi dalam hal ini Annet tak sepaham dengan Jef, entah kenapa.


"Jef, semua ada saatnya, aku tak mau memberi harapan dulu sama Ibuku, bukan berarti aku tidak mencintaimu tapi nanti saja kita kalau sudah mau meresmikan hubungan kita. Pulang nanti kita sama-sama datang pada orang tuaku juga pada orang tua kamu Jef." Annet berusaha memberi pengertian, tak ingin perpisahan mereka diisi dengan pertentangan.


"Kenapa? besok nanti atau sekarang sama saja kan? jangan-jangan kamu punya pacar lain selain aku?"


"Jef? jangan mulai kamu! telah kuberikan segalanya buat kamu, Kamu begitu tega berbicara seperti itu padaku, ini murni hanya masalah waktu saja!"


"Oke Janeeta sayang, aku mengerti maafkan aku ya, tapi aku takut kehilanganmu Annet, kamu segalanya buatku, kamu semangat hidupku, aku begitu kuat bertahan jauh karena satu harapan ingin suatu saat kita bisa hidup bareng tanpa kesusahan, aku ingin membahagiakan kamu."


Jef, aku mengerti. Kalau sekarang kita datang pada Ibuku, terus kamu bicara ingin serius denganku dan Ibuku menerimanya aku takut Ibuku malah mengekang ku, berarti kebebasanku dalam karir Jef, tolong mengerti aku."


"Oke aku akan mengerti semua alasan yang kamu kemukakan, aku juga memahami keinginanmu untuk sama-sama berjuang meraih masa depan kita yang lebih baik, tapi Annet tolong jaga perasaanku ini, tolong jaga cintaku, juga tolong jaga hubungan ini."


"Setahun kita berpisah kita telah melewatinya bersama Jef sayang, untuk kedepannya kenapa kamu begitu cemas? kita pasti bisa melewatinya.


"Nggak tahu Annet, terasa berat rasanya aku meninggalkan kamu, apa aku saja yang cengeng? entahlah ... tapi aku begitu takut karena kita akan berpisah cukup lama." Jeff kelihatan muram.


"Jef, kan kita bisa video call, bisa saling kirim khabar, bisa ngobrol yang tidak bisa kita melakukan satu hal 'anu' saja, kan aku sudah beri setiap harinya biar jadi obat kamu di sana nanti."


"Iya Annet, tapi aku cemas saja seakan tak rela kita berpisah lagi."


"Sudahlah Jef, harus ada yang kita korbankan untuk sebuah pencapaian yang kita inginkan."

__ADS_1


"Mulai besok kita fokus kerja, aku juga sama pasti akan kangen kamu, pelukan kamu, ciuman panas kamu, juga yang satu itu!" Annet tersenyum penuh arti.


"Ah, Annet kamu selalu bikin aku kangen semuanya." Jef memeluk kesekian kalinya Annet yang duduk di sebelahnya di tepi tempat tidur.


"Aku kasih tapi untuk yang terakhir kalinya sebelum kamu berangkat ya."


"Jangan sekali dong kan hari ini masih panjang, kamu baru malamnya kerja kan?"


"Sesukamulah Jef, tapi jangan banyak mengeluh lagi, aku mau dengar kamu yang optimis, semangat seperti melakukan pemanasan yang biasa kamu lakukan."


"Sorry Annet, tapi karena aku cinta banget sama kamu." Jef mulai dengan aksi permulaannya.


Menyentuh dengan lembut dan perlahan bibir Janeeta dengan bibirnya, begitu di resapi setiap gigitan kecilnya serta sedotan bergantian bibir atas dan bawah sampai nafas mereka terengah.


Puas menikmati ciuman di bibir mungil itu, beralih ke leher dan bawah telinga, menyusuri setiap inchi leher jenjang mulus dan semakin liar merambah tiap sudut dan lekuknya.


"Jef! aku sudah siap!"


"Belum sayang, biarkan aku menikmati dulu semuanya."


"Jef! tapi aku sudah nggak tahan! kamu kok liar dan nakal banget sih?"


"Tapi kamu suka kan?"


"I-iya, aku suka banget, tapi temanku selalu melihatku kelihatan pucat kalau bertemu, mungkin karena kecapekan melayani kamu Jef!"

__ADS_1


"Kerja malam memang seperti itu sayang, karena waktu tidur dan istirahat kamu harus kerja."


"Tapi sekarang ada perubahan manajemen klab, katanya kedepannya akan di tutup sampai jam 23.00 saja. itu sudah di mulai dari malam kemarin."


"Baguslah biar kamu bisa istirahat sayang."


'Bagus apa Jef? di hitung-sudah sebulan lebih dirinya tidak dipanggil bos Richard mungkin sudah sampai pada saatnya Richard itu bosan dan ingin berganti dengan wanita lain.'


Otomatis berimbas pada pendapatannya, bahkan Annet tak pernah melihat Bos Rich ada di klab malamnya.


Entah apa yang terjadi, satu kebiasaan yang tak pernah Annet lihat sebelumnya, kalau Bos Rich selalu menghabiskan mengisi waktu malamnya di klab malam.


Satu keberuntungan juga buat Janeeta, pas Richard bosan dengan dirinya Annet bisa total waktu nya buat Jef sendiri."


"Sayang kok malah diam, jadi nggak ada reaksi?"


"Aku lagi berpikir Jef, mungkin besok besok kita akan sepi lagi, hanya mengingat saat seperti ini."


******


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️



NB : novel ini masih dalam tahap revisi

__ADS_1


Seorang siswa SMA yang punya penyakit terbelakang mental bernama Soejono alias Jono hidup dengan kemiskinan yang terpaksa harus mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara yang haram, sebagai pengedar narkoba untuk membeli obat untuk ibundanya yang sakit-sakitan, disamping itu ayahnya juga sudah lama wafat dan dia adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang keseluruhannya juga terbelakang mental, Tak hanya itu dia juga harus dibully teman-temannya di sekolah, untungnya ada wanita cantik jelita bernama Salma yang tak tega melihat pengorbanannya, dan Salma pun akhirnya jatuh hati padanya


__ADS_2