
Selesai akad dan semua tata cara adat budaya di jalankan,
administrasi selesai, Richard sama Ameera berganti pakaian kembali dan bersiap menggelar resepsi pesta taman di vila keluarga Haji Marzuki.
Ameera tampak semakin cantik dengan tampilan gaun pengantin modern berbasis muslimah, duduk bersanding bersama Richard seperti pepatah saja begitu klop kelihatannya bagai tutup ketemu wadahnya, seperti mur ketemu baut, atau bunga dan kumbang nya, cantik dan ganteng begitu ramah menerima ucapan selamat dan bahagia m beserta do'a dan harapan terbaik untuk rumah tangga dan masa depannya.
Tamu keluarga, relasi dan handai taulan terutama dari pihak Ameera dan orangtuanya Haji Marzuki paling banyak yang datang, membuat Richard bertanya kapan semua tamu ini selesai datang menghampirinya?
Yang di bayangkan orang yang memandangnya pasti nanti anaknya akan secantik Ameera atau seganteng Richard, atau paduan dari keduanya, kelihatan mereka berdua bibit unggul pencetak makhluk cantik dan ganteng nantinya.
Senyum tak henti-hentinya Richard sama Ameera tebar, Richard bisa dengan bebas memegang tangan Ameera dan tak melepaskannya saat tak ada tamu menghampirinya, bahkan tangan Richard mulai dengan sengaja di taruh di paha Ameera.
Ameera menggelengkan kepala sambil senyum, memandang Richard yang sudah resmi menjadi suaminya.
"Sayang, nanti mau istirahat di mana? di rumah orangtuamu, di vila kita, atau di tempatku? tapi aku menolak kalau kita harus istirahat di rumah orangtuamu, aku malu masih banyak tamu keluargamu." tanya Richard di sela-sela menyalami tamu yang memberikan selamat dan do'a restunya.
"Malu kenapa? kan kita sudah sah jadi suami istri? aku punya kamar sendiri." jawab Ameera menanggapi keinginan suaminya melewatkan malam pertama mereka nanti.
"Aku merasa nggak bebas aja sayang, mending kita di tempatku saja, suasana baru khusus di benahi menyambut penghuni baru kamu sayang, semua serba baru, bebas nggak berisik, nggak ada tamu, mungkin orang tuaku tapi mereka dikamar hotel masing-masing, gimana?"
__ADS_1
"Mending di vila baru saja, kalau nggak mau di rumah ku." jawab Ameera pasti.
"Baiklah, aku telephon Benny sama Hanna biar dia persiapkan semuanya, aku lelah banget sudah sore gini masih saja ada tamu."
"Ya sudah, kita istirahat dulu sambil aku ke kamarku dulu di rumah persiapkan semua keperluan perempuan, Rich antar aku pulang dulu mau ke kamar mandi sambil persiapkan baju tidur buat ganti nanti, sama aku juga capek banget, biar Ibu sama Bapak juga Papa Mamamu yang gantiin kita dulu."
"Dengan senang hati sayang, ide bagus itu mari aku bantu."
Ameera bicara dulu sama Ibunya dan mereka mengerti juga memaklumi kalau mereka begitu capek dan boleh istirahat dulu.
Richard menggandeng Ameera diantara tamu yang masih banyak, mereka menyalami saat Ameera dan Richard melewatinya.
Benny sudah menyediakan mobil Richard membantu Ameera masuk mobil dengan hati-hati dan Richard masuk pintu sebelah Ameera, sebelum menjalankan mobilnya Richard masih sempat menggenggam tangan kanan Ameera sambil tersenyum.
Kamu tenang aja lima menit juga kita sudah sampai, aku menculik kamu, tapi jangan khawatir Benny nanti yang menyampaikan pada orangtua kita, kita menempati perdana vila idaman kamu sayang." jawab Richard kalem bicara tanpa beban.
"Rich! aku marah nih! aku perlu pakaian buat ganti, masa tidur pakai baju pengantin gini? juga aku butuh peralatan mandi!" Ameera sewot sambil memegang tangan Richard.
"Haaa... kalau tidur ya buka lah sayang masa pakai gaun gitu pasti gerah. Semua sudah aku persiapkan kamu tinggal ngomong mau apa? apa yang nggak bisa buatmu Ameera?"
__ADS_1
"Richard! kamu keterlaluan apa kita sebegitu nya meninggalkan tamu, keluarga, dan semua relasi kamu?"
"Ssssst ... semua orang mengerti kalau kita itu pengantin, apa yang diinginkan pengantin mereka semua paham. Kalau kamu memerlukan sesuatu tinggal bilang, Benny standby buat kita, jadi apalagi?"
Ameera diam, ada banyak hal yang harus di selesaikan dan pasti semua keperluannya belumlah lengkap, kerudungnya, dan keperluan wanita lainnya pasti tak terpikirkan oleh Richard suaminya.
Sampai di halaman vila Ameera berusaha turun Richard berlari mengelilingi mobil dan membantu Ameera turun dengan memakai sepatu hak tinggi, lumayan agak kesusahan.
"Apa perlu aku bopong sayang?"
"Nggak perlu, terimakasih aku masih bisa jalan."
Aku kan suamimu, bisa melakukan apapun membantumu, dan sekarang boleh kita bersentuhan sedalam apapun!"
"Aku tahu Rich, cuma kamu main culik aja aku tanpa persiapan apapun."
"Pasti akan betah kamu dalam penculikan ku, haaa ...."
Richard membuka pintu dan memasuki ruangan dengan menggandeng Ameera.
__ADS_1
"Cuaca begitu cerah Ameera, kita akan melewatkan senja merah pertama kali di tempat ini."
Ameera tak menyangka ternyata semuanya sudah begitu bersih dan semua perabotan sudah tertata rapi.