
Jody tersenyum melihat istrinya yang sudah tidur dan tadi terlihat Ibu mertuanya membopong Adik bungsu Loka yang sudah tidur dan di pindahkan yang tadi maksa mau tidur bareng sama Kakaknya.
Jody mengunci pintu dan melihat sekeliling kamar yang lumayan bersih dan terawat walau ruangan hanya masuk tempat tidur saja sama meja belajar kecil dengan tempat tidur ranjang besi. Ada kipas angin sebagai penyejuk ruang kamar itu dan ventilasi kaca yang bisa di buka dan di tutupi gorden.
Jody menggoyangkan satu tiang ranjang yang tinggi ke atas karena peruntukan buat kelabu walau kini tidak memakai kelambu lagi.
Menguji dan mencoba menggoyangkannya takut ambruk saat nanti dirinya menaikinya dan main bareng Istrinya.
Kelihatan kuat hanya bunyinya yang sedikit berdecit decit, mungkin Loka sudah terbiasa dan nyaman saja tidur di kamar dan tempat tidur masa kecilnya.
"Sayang, pules banget tidurnya antar Aku ke kamar mandi dong kelihatan gelap di dapurnya Aku kebelet pipis," ucap Jody sambil membelai rambut panjang Loka yang sudah tidak berkerudung lagi.
Loka membuka matanya dan langsung bangun mengucek matanya.
"Maaf Mas Aku ketiduran soalnya Dedek minta di kelonin tadi, yuk mau ke kamar mandi?" ajak Loka sambil bangkit dan terdengar bunyi berdecit halus begitu riuh saat Loka bangun dan bangkit dari ranjang itu.
Jodi jadi tersenyum membayangkan nanti akan seperti apa kalau dirinya sama Loka sudah tidur bareng jangan jangan bisa membuat bangun seisi rumah apalagi kalau malam suasana begutu sunyi jadi pasti akan jelas kedengaran bunyinya.
Loka membuka pintu dan keluar menunggu Jody di belakangnya. Jody melihat sekeliling tengah rumah yang sudah sunyi terlihat dua adik laki-laki Loka tidur di gelaran kasur depan TV yang sudah dimatiin.
"Sayang, jauh banget di mana tempatnya?" ucap Jody sambil memegang tangan Loka yang berjalan duluan.
"Emang Mas Jody belum pernah ke kamar mandi di sini?" jawab Loka.
__ADS_1
"Rasanya belum kan baru kali ini Kita nginep di sini." Jody mengikuti Loka yang masuk duluan dan langsung jongkok.
"Eh Mas, Aku duluan! jangan dulu masuk tunggu di luar!" ucap Loka sambil berdiri lagi.
"Sudah nggak apa-apa bareng aja Aku kebelet pipis," jawab Jody sambil menerobos masuk.
Loka mengalah membiarkan Jody suaminya masuk dan pipis duluan dan setelahnya Jody masih saja berdiri.
"Mas, ngapain masih di sini?"
"Nungguin Kamu takut nggak berani sendiri," jawab Jody sambil melihat Loka merosot kan celananya.
"Mas suka ada-ada aja ini rumahku, Aku biasa sendiri kapanpun ke kamar mandi bilang aja Mas yang takut sendiri!" sahut Loka sambil mengambil gayung yang Jody sodorkan.
"Mas gerah nggak?"
"Lumayan tapi buka aja bajunya."
Loka hanya tersenyum, mematikan lampu di ganti sama lampu kecil yang redup dan mereka mulai naik ke tempat tidur.
Jody mulai meraba-raba setelah menarik selimut karena kipasnya terasa sejuk juga mungkin ruangannya kecil.
"Sayang kuat nggak ranjangnya? Aku tak biasa dengan suara berisiknya," bisik Jody mulai dengan pemanasan nya.
__ADS_1
"Kuat lah Mas, ranjang turun temurun ini tapi kalau nggak mau berisik pelan-pelan saja!" bisik Loka menjawab.
"Nggak bisa Sayang, Aku semangat banget malam ini dua kali ya sama paginya," Jody tersenyum dalam remang menatap wajah cantik Loka dalam dekapannya.
" Mau beberapa kali juga boleh, tapi Mas kuat nggak? kalau begitu Mas di atas dulu nanti Aku yang selesaikan," ucap Loka perlahan.
Baru saja Jody mau mulai pendakiannya tiba tiba .... pintu di buka dari luar karena tadi lupa di kunci habis dari kamar mandi.
"Kak, Dedek mau tidur sama Kak Loka ...." rupanya Si Bungsu ingat dan sadar kalau tadi sore minta tidur sama Kakaknya tapi barusan ingat jadi sama Bapak juga Ibunya jadi datang lagi ke kamar Loka dengan membawa guling kecil kesayangan.
Kontan Jody kaget langsung turun dari tubuh Loka dan pura-pura tidur di samping Loka dengan badan di bungkus selimut.
Si bungsu menggoyangkan tangan Loka yang gelagapan karena nggak pakai pakaian.
"Sini, Dedek tidur di sebelah sini ya!" Sahut Loka menggeser badannya ke tengah yang sama dalam balutan selimut suara decitan ranjang semakin riuh halus saat Loka menggeser badannya.
"Dedek mau di tengah takut jatuh kalau di pinggir!" sahut Adiknya Loka
Akhirnya Loka mengalah dan menempatkan Adiknya tidur di tengah.
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1