Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Perombakan total


__ADS_3

"Benny, gue baru merasakan semua ini, Ameera menjadikan gue sabar, dan ikhlas melakukan apapun." Richard begitu bersemangat.


"Bos serius sudah jadian sama Bu Ameera?" ucap Benny mengerutkan dahi merasa tak percaya.


"Gue juga bisa menaklukan wanita yang gue suka Benny, nggak mesti minta bantuan lo karena lo sibuk nikmatin cinta lo sendiri."


"Aduh, maaf banget Bos. Dikira belum sejauh itu, tapi apapun hasilnya selamat dulu deh, lanjutkan perjuangannya!"


"Pokoknya gue banyak program sekarang Benny, gue mau Hanna tetap kerja, lo tahu gue cocoknya sama dia sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikan dia dari segala ketelatenannya semua urusan dan kebiasaan gue hanya dia yang tahu."


"Nanti aku sampaikan, biar aku ngomong minimal sampai Bos resmi memiliki Bu Ameera, jadi ada yang memperhatikan luar dalam."


"Maksud lo apa luar dalam? gue tetap pasti butuh orang lain buat bantuin gue sama Ameera, gue nggak mau Ameera ngerjain apa-apa selain melayani gue, dapatinnya juga susah, sudah sampai tahap ini juga gue udah bersyukur."


"Iya Bos, kapan mau di Ajak ke Bandung bertemu orangtua Bos? atau mau Bos dulu datang pada orang tua Bu Ameera?"


"Gue nggak tahu Benny, pokoknya semua gue serahin pada Ameera, gue nggak punya keinginan apa-apa takut salah, kemarin juga iseng gue ajak nikah siri kayak lo dia malah kayak nggak suka seperti nggak senang, habis gue di ceramahi, dasarnya gue emang nggak tahu."


"Haaaa ... lagian ngapain orang seperti Bu Ameera diisengin? nikah siri itu karena ketidakmampuan dan juga karena ada halangan ada sesuatu yang tidak bisa di lakukan nikah secara resmi, Bos kan mampu dalam segala hal ngapain nikah siri? nikmatin dulu masa pacaran sayang sayangan gitu."


"Bukan itu saja permasalahannya Benny selain Ameera bukan seperti perempuan lain dipegang tangan aja dia nggak mau asalnya, pelan pelan akhirnya dia pegang tangan gue duluan, emang banyak yang harus kita jalani tahap demi tahap sampai kita merasa yakin pasti, pernyataan Ameera semuanya benar."


"Maksudnya apa Bos?"


"Ameera habis bercerai pisah atau di ceraikan, katanya harus melewati masa iddah yang belum selesai dia jalani, terus pacaran model dia emang prinsipnya juga lain dari yang lain, apalagi untuk mencapai serius Ameera memberikan tenggang waktu yang cukup lama buat gue sampai proyek ini selesai, karena menurut dia akan mengganggu konsentrasi kami dalam mengurus proyek yang baru akan dimulai."


"Memang nggak ada pacaran sebenarnya dalam Islam Bos, bagi sebagian orang yang menjalaninya. tetapi di masa sekarang sebagian orang bebas melanggar dan itu seakan-akan lumrah biasa dijalani semuanya."

__ADS_1


''Iya Benny."


"Pokoknya aku ikut bahagia banget Bos, selangkah telah berhasil keluar dari permasalahan yang sebenarnya harus Bos usahakan dari dulu, karena aku merasa tidak berhasil di hadapan orang tua Bos untuk mengajak ke arah yang lebih baik."


"Sekarang gue menyadari sepenuhnya untuk melangkah ke arah yang lebih baik begitu sulit dan berat, tetapi semoga semua ada hikmahnya sambil gue tetap belajar menjadi lebih baik lagi."


"Aku jadi nggak sabar pengen bertemu sama Bu Ameera."


"Lo mau apa kalau ketemu?"


"Aku mau melihat mukanya yang bahagia, sedikit aku godain nggak apa-apa kan?"


"Nggak boleh! nggak ada yang gue izin siapapun mengusik dia apalagi membuat dia menjadi nggak enak hati nantinya."


"Wow ... sudah jadi kekasih yang baik rupanya?"


"Semoga semua itu lancar jalannya."


"Benny gue sedikit-sedikit mau berubah mulai dari segala macam yang ada di diri gue dan lingkungan sini, gue ingin kenyamanan untuk semua terutama buat Ameera. Masa lalu gue yang hitsm sedikit-sedikit mulai ingin gue tinggalkan dan itu semua akan menjadi PR buat lo, mulai dari bangun mushola samping kolam renang di taman dan samping ruang ganti."


"Sangat siap Bos!"


"Klab malam tutup sampai jam 23:00 saja."


"Nanti aku sampaikan pada manajer langsung."


"Gue pengen merubah tatanan kamar hunian gue total, gue mau suasana baru, itu yang utama, gue pengen jejak masa lalu gue hilang yang ada hanya harapan gue sama Ameera, biarlah semua hanya ada ada dalam memori gue karena semua tak bisa dihilangkan dari catatan ingatan."

__ADS_1


"Baik Bos aku sudah catat semuanya, dan akan memprioritaskan yang paling urgent dulu."


"Anggap semua itu urgent dan satu lagi lo besok ikut transaksi investasi gue sama Haji Marzuki, lo boleh ketemu Ameera tapi jangan macam-macam!"


"Haaa ...ya elah yang baru punya pacar! tenang saja Bos aku ini orang paling profesional di dunia, tak mungkin pekerjaan dinas dijadikan main-main reputasiku pasti menjadi taruhannya dan Bos tidak suka lagi."


"Tuh lo tahu!"


"Satu lagi Bos, soal Janeeta akan seperti apa nantinya?"


"Richard diam, belum menemukan jawaban yang pas untuk disampaikan, tetapi Richard telah niat dalam hatinya apapun yang terjadi Janeeta adalah masa lalunya yang telah masuk di kehidupannya, tidak bisa menyingkirkan begitu saja Richard tetap akan merekrutnya sebagai penyanyi di klub malamnya, karena Janeeta sendiri sudah punya penggemar yang begitu banyak yang bisa mendatangkan banyak pengunjung.


*****


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️



Blurb:


Pura-pura menjadi orang miskin malah mempertemukan Ruby dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan sombong bernama Melvin.


Lelaki itu tersenyum sinis seakan merendahkan, "Heran kampus bisa menerima mahasiswa jorok seperti ini. Miskin lagi. Ini kampus atau yayasan sosial. Mekanisme yang aneh."


"Hahaha.... Kata-katamu kejam sekali, Vin. Kasihan dia masih baru di sini. Nanti kena mental."


Belum tahu saja mereka kalau orang yang sedang dihina juga anak seorang pengusaha besar.

__ADS_1


__ADS_2