Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Menuju malam.


__ADS_3

Sekali lagi mereka berpandangan lalu berpelukan dan tak bosan saling melu**at dan saling belai kini sudah di tempat tidur.


"Lepaskan Sayang biarkan pada tempatnya," bisik Richard di telinga Ameera.


Ameera melepaskan pegangan pada benda milik suaminya, senjata tumpul kesayangannya yang sering di mainkan dan di elus elusnya yang sudah siap pada posisinya.


Lenguhan dan ******* memenuhi seisi ruangan ruangan. Seperti kemarau yang terguyur hujan, tenaga yang tersimpan dan rasa yang tertunda tercurah dalam kegagahan seorang Richard melepaskan semua kepuasannya menjadikan senja itu begitu menggila memacu hasrat yang di cita-citakannya menumpahkan kerinduan dengan menjaga senjata kesayangannya dengan sabar sampai akhirnya di padukan dalam hentakan yang membuat Ameera megap megap pasrah di bolak-balik Richard dalam rasa dan hasrat yang sama.


Momen yang selalu dirindukan setiap waktu bagi pasangan ini saat perayaan kasih sayang puncak mereka.


"Pap selesaikan sekarang!" bisik Ameera kalah duluan.


Richard tersenyum sambil merambah bibir, leher dan dada istrinya menjadikan Ameera lemas saat pelepasan kenikmatan dan bergidik sambil menggelinjang.


"Baik Sayang, sebentar lagi nembak nih. Ah .... Sayang." Richard mengerang panjang melepaskan tembakan tepat di sasaran.


Richard akhirnya tepar di samping Ameera dengan bersimbah keringat, berdua mengatur nafas yang tersengal. Pendakian yang telah lama di nanti keduanya semua tumpah di pertemuan senja itu.


Richard memeluk kembali tubuh polos itu yang baru saja memberikan kenikmatan yang tiada tara mencium rambut yang selalu wangi.


"Pap ...."

__ADS_1


"Ya Sayang."


"Lemas Pap ... mau bangun tolong dong."


"Sini Aku peluk. Masih kangen Sayang nanti saja dulu. Makasih Sayang telah beri kenikmatan dan obat segalanya, itu hanya awal malam ini siap-siap begadang semalaman Aku libur seminggu ya!"


"Apa maksud Papa? sudah dari kemarin kerja nggak bener dan banyak terganggu sekarang ke depan malah mau libur? jangan ah Aku tidak setuju!"


"Oke, Sayang tapi istirahat pasti Aku pulang dan seperti barusan ya. sepertinya Aku bisa minta jatah lebih banyak mulai malam ini tapi maaf Sayang janjiku mau ajak kontrol ke dokter belum terlaksana juga konsultasi kontrasepsi juga belum jangan jangan Richie nanti masih kecil punya Adik!"


"Aku sudah melakukan semuanya Sayang karena Aku tahu akan seperti apa kalau Kita sudah bertemu! Papa nggak cukup satu kali tapi melebihi dosis minum obat! Aku khawatir juga makanya Aku ambil inisiatif sendiri konsul dan pasang alat kontrasepsi. Bukan Aku nggak mau nambah Adik buat Richie tapi kasihan kalau masih kecil jadinya kurang kasih sayang yang pasti akan terbagi." jawab Ameera sambil tangannya tetap di bawah perut Richard tak bosan juga mengelusnya hingga ukurannya maksimal lagi.


"Oh ya ampun Kamu pengertian banget Sayang, Kita belum diskusi Kamu sudah siap-siap aja dengan segala kepintaran mu, makasih Sayang..."


"Benar Sayang. Harus adajarak biarkan hidup Kita begitu enak di jalani."


"Iya Pap, sementara Richie adalah kebahagiaan Kita, dan saat seperti ini Aku masih kangen sama ini!" ucap Ameera tatap tangannya di bawah perut Richard.


"Kok nggak di lepasin?"


"Aku suka!"

__ADS_1


"Ah Sayang apa Kamu merasakannya kalau senjataku begutu senang di elus-elus..."


"Pap! baru saja keringat Kita kering!"


"Sayang Aku memang kurang romantis pengen cepet-cepet saja semuanya selesai," ucap Richard dengan bangga menahan tangan istrinya yang lagi menyayang pedang pusakanya di bawah sana.


"Menurut Mama ternyata Papa romantis juga Aku suka semua hiasan penyambutan ku ini, ide siapa ini? rasanya seperti bulan madu saja Pap ...."


"Kamu suka?"


"Suka banget Pap ...."


"Suka mana semua dekorasi ini apa yang di bawah sana yang sedang Mama mainkan?"


"Ah Papa, beda lah kalau ini memang asli kesayanganku kalau semua hiasan Aku bangga pada suamiku yang bisa menyenangkan dan membuat Aku tidak marah lagi!"


"Hahaha... makasih Sayang, bukan hanya di sini saja tapi di hunian Kita jug sepertinya lebih bagus lagi Sayang, malam besok Kita habiskan di sana mau?" ajak Richard.


Ameera rasanya belum mau dirinya untuk tidur dan tinggal di huniannya itu.


Nggak apa-apa sampai Kamu mau ke sana lagi di sini memang lebih nyaman.

__ADS_1


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2