Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Pagi yang menginginkan


__ADS_3

"Papa kok ngomongnya begitu perasaan kegiatan Mama hanya satu memegang Agrowisata, itu juga di sela-sela kesibukan mengurus Richie sepertinya Papa marah kenapa?" ucap Ameera berdiri di samping tempat tidur menatap Richard suaminya yang masih di tempat tidur.


"Aku nggak marah hanya ingin Mama itu tak terlalu capek sudah serahkan saja Agrowisata sama Aliyah toh Aliyah sudah dewasa walaupun masih kuliah selama ini Dia juga bisa menangani Papa lihat waktu mendampingi Aliyah Dia begitu cekatan mengurus semuanya yang Papa inginkan Mama lebih total mengurus tumbuh kembang Anak Kita walaupun tidak sepenuhnya apa salahnya Kita punya baby sitter untuk menjaga dan membantu mengurus Richie jadi Kita banyak waktu Aku juga pengen tiap hari kontrol Hotel bersamamu Sayang jangan hanya Agrowisata saja yang Mama perhatikan." Richard seperti ingin menyampaikan isi hati yang sebenarnya.


Ameera tersenyum lalu mendekati Richard mengusap dadanya dan mencium pipinya.


"Karena siang nanti Kita lanjutkan ngobrol dan bahas lagi soal ini di tunggu di vila nanti siang tapi sekarang jaga dulu Richie Mama mandi duluan," ucap Ameera sambil berlalu masuk ke kamar mandi meninggalkan Richard yang mengusap pipinya dan melihat punggung istrinya yang masuk ke kamar mandi.


Di kamar mandi sambil mandi membersihkan diri Ameera berfikir selama menikah Dirinya belum pernah mengikuti apa yang barusan Richard bicarakan mengontrol satu persatu aset yang dimiliki suaminya Karena setelah menikah tidak lama Dirinya hamil lalu melahirkan dan sekarang sibuk aktif lagi bekerja dan juga mengurus putranya jadi memang benar apa yang diucapkan Richard suaminya Dirinya belum tahu semua Hotel yang dimiliki suaminya atau sekedar datang mengontrolnya.


Ameera selama ini hanya tahu Suaminya punya aset Hotel kelolaannya 4 tapi Ameera hanya tahu The Rich Hotel yang dirinya tinggali kini. Di bangunan tempat tinggalnya yang megah ini waktunya banyak di habiskan bersama Richard.


Pantesan Richard suaminya seperti merasa tidak di perhatikan tapi bukankah di Agrowisata ini Richard juga punya saham yang tidak sedikit? Apa dirinya terlalu rakus tak memberi kesempatan pada orang lain minimal Adiknya untuk memegang kendali perusahaan keluarganya? Tapi apa Aliyah juga akan sanggup menerima tanggung jawab sebesar ini sebelum dirinya bebas kuliah dan siap menjalani masa kerja dengan sepenuhnya?

__ADS_1


Atau mungkin karena semalam mereka tak bersentuhan sehingga Richard begitu menginginkannya pagi ini?


Ameera dengan bergegas lalu keluar kamar mandi terlihat Richard dengan **** nya mengendong Richie hanya mengenakan underwear saja.


Hatinya selalu saja berdebar kala melihat pemandangan seperti itu walaupun sudah terlalu sering pemandangan itu terlihat di matanya bahkan lebih dari itu juga tetapi entah kenapa suaminya selalu saja mengundang geleyar keanehan di hatinya.


Setelah Ameera selesai Richard masuk kamar mandi juga dan Richie mulai main di kelomang jalan, menabrak ini itu sambil bicara yang sulit di fahami.


Ameera membereskan tempat tidur memisahkan yang kotor dan membereskan semuanya lalu duduk di meja rias. Richie di bawahnya mendorong dengan tubuhnya benda bulat beroda yang mengungkungnya.


Ameera yang mau mengambil pakaiannya juga menghampiri di mana Richard berdiri. Ameera memeluk punggung lebar itu dari belakang sambil menyandarkan kepalanya dengan nyaman.


Richard hanya diam memegang lengan dan jemari Istrinya di dadanya.

__ADS_1


Terasa hangat dada Ameera yang menempel di punggungnya membuat Richard merasa terbangkitkan kembali keinginannya. Tapi Richie sudah bangun tak mungkin mereka melakukannya di depan putranya walau putranya belum mengerti apapun.


Richard memang beda dalam segala hal tapi justru itu yang di sukai Ameera dan bikin kangen, semalam mereka ketiduran karena lelah paginya Richard seperti menagih dan seperti sebulan mereka tak ketemu kelihatannya.


"Mama tunggu di vila nanti siang ya Pap."


Richard membalikan tubuh Ameera, wangi yang begitu harum menggoda menyeruak ke penciumannya.


"Pasti! karena Aku begitu menginginkannya."


Mereka berpelukan dan berciuman sangat lama sampai Ameera kehabisan nafas baru Richard melepaskannya sambil tersenyum.


*******

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2