
"Silahkan duduk Nak Richard, Bapak hanya menyampaikan pesan putri Bapak Ameera yang pergi dengan sengaja karena takut emosi katanya, biarkan Dia tenang dulu semua aman Ameera sama Richie ada di satu tempat yang Bapak juga tahu karena Ameera hanya bilang sama Bapak saja tidak ke Ibu ataupun Aliyah Adiknya juga yang lain." Haji Marzuki membuka pembicaraan di hadapan Istrinya, putrinya satu lagi Aliyah Richard dan Benny.
"Kenapa Dia tidak mau mendengarkan penjelasanku Pak? bukankan itu juga salah masalahnya jadi berlarut larut!" jawab Richard dengan masih menahan amarahnya terlihat mukanya jadi dingin.
"Itu pilihannya waktu sekarang. Kenapa Bapak tidak mau ikut campur karena malah takut bermasalah karena yang bisa menyelesaikan masalahnya adalah kalian berdua Bapak hanya bisa memberi saran seandainya Kalian memintanya." Haji Marzuki dengan bijaksana menyampaikan permintaan Ameera.
"Pak, apa memang seperti ini yang terbaik membiarkan Aku dalam kecemasan apa yang dicari Ameera bukankah Dia ingin keterangan dariku kenapa malah pergi?" tanya Richard lagi.
Haji Marzuki tersenyum menanggapi pertanyaan Richard menantunya.
"Mungkin Ameera juga emosinya labil takut tidak bisa kendalikan amarahnya sendiri untuk saat ini, sekali lagi Bapak hanya menyampaikan cobalah kalian introspeksi diri masing-masing kenapa semua ini terjadi Bapak tidak tahu permasalahan apa cuman Bapak meyakini Anak bapak sendiri seandainya masalah tidak serius seandainya masalah masih bisa diselesaikan saat itu pasti Ameera tidak akan seperti ini. Bapak tahu percis siapa Ameera, kalau mungkin semua hanya salah paham Ameera pasti suatu saat akan datang dan meminta maaf kalau sudah menyakini dan menyadarinya." Haji Marzuki begitu tenang menyampaikan semuanya di sambut anggukan Ibi Hj Salamah dan diamnya Aliyah malam itu.
"Bapak yakin tahu di mana Ameera berada? dan memastikan aman bersama Anakku tapi tidak mau memberitahukan padaku?" Richard seperti mendesak dan memaksa.
__ADS_1
"Bapak memang tahu tapi Ameera tak ingin bertemu dulu dengan Nak Richard untuk sementara waktu, hanya itu saja pesannya Bapak mengerti keadaan Kalian cobalah bersabar karena itu yang terbaik."
"Ah! semua hanya salah paham tolong beritahu Aku Pak biar Aku bisa jelaskan semuanya!" ucap Richard dengan putus asa.
"Sabar Nak Richard, tak baik memaksa. Ameera sudah dewasa mungkin itu pilihannya. Bapak menghargainya begitu juga Nak Richard harus saling menghargai pendapat Istri sendiri dan keinginannya kalau begitu pesannya Nak Richard harus bisa terima. Mungkin nanti kalau sudah tenang Nak Ameera akan datang sendiri jadi sekarang biarkan Dia memenangkan diri dan Bapak jamin aman."
"Apa Bapak bisa menjamin dan mengatakan Ameera dan Richie aman Bapak sudah melihat di mana Ameera tinggal?" tanya Richard lagi.
"Ya, karena kata Bapak tadi Ameera datang dengan membawa permasalahannya sama Bapak dan karena Ameera meminta seperti itu dan terlihat kacau akhirnya Bapak izinkan untuk sementara waktu sendiri. Silahkan Nak Richard selesaikan dulu semua permasalahan Nak Richard di Hotel sana secara perlahan Bapak akan memberi pengertian pada Nak Ameera. Semua harus sabar dan harus bisa mengendalikan emosi."
Richard bingung harus bagaimana dan tidur di mana malam ini. Sampai sebegitu nya kamar hotel ribuan, villa kosong dan hunian mewahnya tersedia tapi Richard bingung mau tidur di mana malam ini.
Benny yang duduk di sebelahnya hanya diam juga mendengar keterangan orangtua Ameera. Dan mengerti benar apa yang di sampaikan Mertuanya Richard.
__ADS_1
"Gimana Bos?"
"Aku tinggal di sini dulu!"
"Bos yakin?"
"Ini juga rumahku Aku tak bisa tinggal sembarangan hanya kan memperkeruh masalah dan takut semua malah tak baik pergi ke Hotel lagi." ucap Richard.
"Baiklah kalau begitu perlu Aku temani di sini?" dengan setianya Benny masih menawarkan Diri setelah seharian bekerja dan meninggalkan Istrinya sendiri.
"Pergilah Benny mungkin Aku tidur di sofa tamu ini kalau di kamar rasanya nyesek mencium wangi bedak dan kayu putih, besok Aku tunggu di sini Kita ngobrol di villa!" Richard memberi perintah pada Benny dan Benny mengangguk mengerti.
__ADS_1
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️