Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
MP Benny & Hanna 2


__ADS_3

"Bang ini sudah tengah malam, kita tidur saja dulu pagi-pagi kita terusin lagi aku capek banget Bang." Hanna mengusap muka Benny di sela-sela ciumannya yang seperti tak ada rasa kenyang.


"Nggak, aku masih kuat Hanna, kamu jangan menolak ajakan suami karena itu dosa."


"Abang, aku capek mau istirahat dulu badanku sudah linu-linu."


"Sekali lagi sayang, udah itu udah dulu, baru boleh kamu tidur!"


"Tapi aku nggak bantuin ya, Abang pacu sendiri, selesai tutupin kalau aku ketiduran."


"Jangan dulu tidur dong, masa aku main sama orang tidur?" Benny kembali memeluk Hanna.


"Iya, tapi aku capek banget Bang."


"Sekali aja lagi yang ini ya, sabar aku belum puas Hanna."


"Bang, sudah berapa kali Abang naik? sudah lima kali! bukan apa-apa aku takut Abang sakit!"


"Sakit apaan? yang pasti sakit nikmat ketagihan, aku mau puas-puasin malam ini, aku mau tahu sampai mana jagoanku menantangnya."


"Memang nikmat banget Bang?"


"Banget sayang, rasanya seperti apa sulit di gambarkan, lihat nih sudah maksimal lagi menanti meluncur ke sarangnya."


"Aku mainkan dulu ya Bang?"


"Boleh banget sayang, tapi jangan di gigit kasihan nanti tambah bengkak, nggak bisa main lagi!"


"Bang gede juga jagoannya, pantesan begitu enak, heee ..." Hanna mulai memainkannya.


"Hanna kamu pinter banget, bikin aku nggak tahan."


"Abang suka?"


"Banget Hanna!"


"Sudah Bang selesaikan sendiri aku capek, pokoknya aku janji pagi-pagi aku kasih lagi ya."

__ADS_1


"Iya sayang, aku selesaikan biar kamu bisa tidur dan istirahat sekarang udah jam 2.30 dini hari."


"Sekali lagi Benny menyelesaikan tugasnya dengan baik. Hanna memiringkan badannya memeluk Benny yang kecapaian di sampingnya. Mengelap semua basah yang ada di tubuh Benny.


Selesai mereka berpacu dengan waktu, memeras keringat kenikmatan, dengan rasa yang hanya mereka yang merasakan.


Mereka tidur dengan kecapaian yang luar biasa, setelah semalam suntuk saling menikmati manisnya madu cinta mereka.


Sampai pagi menjelang mereka masih pulas tidur tanpa terbangunkan, Hanna pertama bangun dengan badan terasa kaku dan pegal-pegal walau begitu puas telah memberikan kenikmatan buat suaminya.


Waktu telah menunjukkan pukul 6.30 pagi, suara-suara menandakan datangnya waktu pagi masuk kamar Hanna, Kokok ayam jantan di kejauhan, suara tukang bubur, dan tukang sayur keliling, belum tukang jamu, tukang abu gosok juga pedagang lainnya yang mungkin hilir mudik di luar.


Hanna mencium pipi Benny yang masih ngorok, Benny menggerakkan badannya tetapi dengan mimik seperti ada rasa yang ditahan.


"Bang sudah jam tujuh, bangun katanya mau nambah, kalau nggak aku mandi duluan ya!"


Emght ... suara malas Benny menggeliat, masih saja di tempat tidur. Karena nggak ada jawaban Hanna bangun sendiri dan berniat untuk membersihkan diri ke kamar mandi.


Badannya terasa segar setelah tersiram oleh air badannya yang tadinya begitu pegal-pegal, linu nyeri karena kecapean sekarang merasa sedikit fresh kembali.


"Bang, bangun sudah siang. Mau kerja nggak? katanya di tunggu Bos, banyak yang harus di bahas?" Hanna membuka gorden kamarnya.


"Abang kenapa?"


"Nggak tahu Hanna, seluruh badanku sakit buat di gerakkan."


"Ah, Abang suka ada ada aja! bangun pelan-pelan saja jangan sekaligus, habis kerja berat semalam pasti capek lah!"


"Hanna bukan begitu, aku benar-benar nggak bisa bangun badanku terasa kaku."


"Bang?" Hanna menghampiri Benny yang masih saja terbaring di tempat tidur sambil meringis kesakitan, Hanna merasa panik takut terjadi apa-apa sama suaminya.


Hanna memegang kening suaminya terasa hangat sedikit, mungkin itu faktor panas baru bangun tidur saja.Terus Hanna megang kedua betis, dada dan tangan suaminya semua terasa hangat, Hanna lantas menggerakkan kaki engkel lutut suaminya dilipatkan ke bagian belakang dan disuruhnya suaminya untuk tidur menyamping.


Hanna mencoba membangunkan suaminya dengan memegang kedua tangannya dan menariknya perlahan untuk bangun, tetapi Benny begitu meringis merasakan sakit, ngilu dan rasa nyeri di tubuhnya. Hanna jadi tak lanjut menarik suaminya untuk bangun.


"Abang sih nggak dengar aku semalam, jangan berlebihan dulu apa-apa itu, mentang-mentang baru pertama merasakan belum puas saja! besok juga masih banyak waktu jadinya begini malu-maluin saja." Pertama Benny menikmati omelan istrinya sejak sore kemarin mereka menikah. Memang Benny akui semua salahnya terlalu memforsir tenaganya.

__ADS_1


"Iya Hanna, terus gimana?" Benny masih saja meringis kesakitan di tempat tidur.


"Abang harus bangun pokoknya, minimal bisa ke kamar mandi, nanti aku panaskan air, biar mandi pakai air hangat saja, Semoga bisa meregangkan otot-otot yang terasa nyeri dan kaku."


"Hanna bantu aku dong buat bangun."


"Manja banget!"


"Hanna, kan kita pengantin baru wajar kalau aku manja, juga karena aku sakit."


"Tapi sakit Abang malu-maluin saja, masa habis malam pertama sampai nggak bisa bangun? apa kata orang?"


"Iya, makanya bantu dong, biar aku bisa duduk."


Hanna sambil menahan tawa menarik, tangan Benny yang masih saja meringis kesakitan. Hanna memeluknya sambil berbisik di telinga Benny.


"Katanya mau nambah?"


*****


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️



I Wanna You MyCold Boy


By : Lady Mermad


Nabila Aurelia Jasmin adalah


gadis populer di sekolah Bina Harapan Internasional, salah satu Sekolah elit di Jakarta. Dia idaman para laki – laki di sekolahnya. Hampir semua pria di sekolah menginginkan Nabila menjadi kekasihnya. Selain itu dia juga ketua cheerleader sekolah dan sekretaris Osis. Siapa yang tidak mengenal Nabila yang popular. Apa jadinya jika Nabila menyukai pria paling tidak dikenal di sekolah?


Nathan Fernando Lathif, laki – laki dingin yang pendiam, kutu buku, penyendiri dan misterius. Dia hanya menginginkan hidup yang tenang. namun dunianya berubah saat Nabila si gadis populer mengejar – ngejarnya. Tidak hanya jadi amukan para pria di sekolah,  hidupnya yang tenang menjadi penuh drama. Dia kesal karena terus – terusan diikuti gadis berisik itu.


Bagaimana kisah mereka?


Bisakah Nabila menaklukan si pria es?

__ADS_1


Atau Nabila akan menyerah dan menerima cinta pria popular Sekolah yang memang menyukainya, karena berkali – kali diabaikan dan dianggap pengganggu?


__ADS_2