
Benny hanya sebentar di kantor dan ruangannya lalu pergi lagi tanpa pamit sama Hanna yang lagi mengontrol pekerjaan anak buahnya di hunian Richard Benny entah ke mana lagi sampai sore waktunya pulang Hanna belum bertemu lagi.
Akhirnya Hanna pulang ke rumah peninggalan orangtuanya dan rencana tak mengabari Benny suaminya. Sekalian menengok keponakannya yang sudah lama tidak bertemu.
Maghrib Benny baru menelepon dan bertanya berada di mana. dan Hanna jawab sudah pulang. dan Benny tak bertanya pulang ke mana karena bagi Benny Hanna pulang adalah pasti ke rumahnya.
Benny berpesan nanti Dirinya pulang agak malam sedikit tapi bukan berarti larut.
Hanna hanya mengiyakan saja tanpa bicara apapun lagi atau berbicara hal lainnya.
Hanna di sambut suka cita keluarganya walau belum lama banget berpisah tapi saat Hanna mengatakan ingin menginap Kakak laki-lakinya sedikit tertegun karena merasa khawatir saja dengan Adiknya takut ada permasalahan dalam rumah tangganya.
"Benar Han nggak ada apa-apa?" tanya Kakak laki-laki Hanna.
"Bener nggak Kak, Aku kangen saja nginep di sini sama ketemu bocil semua," jawab Hanna sambil memangku Anak kedua Kakaknya yang baru berjalan.
"Syukurlah kalau begitu biar Kakak iparmu menggantikan seprei kalau nanti mau tidur di sini," ucap Kakak Hanna sambil meneliti wajah Adiknya.
"Iya Kak terimakasih, paling besok Aku langsung ke tempat kerja lagi."
__ADS_1
"Benny mau menyusul ke sini nggak?"
"Nggak tahu, mau menyusul nggak apa-apa nggak juga Aku tidur di aini saja, akhir-akhir ini Mas Benny sibuk banget di pekerjaannya hampir tak ada waktu bersamaku," ucap Hanna sambil mengajak main keponakannya yang tidak mau diam. Terdengar seperti keluhan secara tidak langsung.
"Iya nggak apa-apa kalau mau nginep di sini asal bilang dan izin sama suamimu dulu biar tidak terjadi salah paham dan fitnah."
"Iya Bang. Aku sudah bilang."
"Hanna melewatkan Istirahat sehabis makan malam sederhana yang terasa nikmat bersama keluarganya setelah selesai dengan rutinitasnya dan makan yang lumayan mewah di hotel malah selalu bingung Hanna memilihnya saat mau makan di hotel tempat kerjanya dan sekali-kali ingin makan dengan sederhana berjamaah bersama keluarga ternyata terasa begitu nikmat walau menunya hanya menu rumahan.
Jam sembilan Hanna sudah sholat isya lagi tiduran bersama keponakan yang paling gede baru kelas dua SD, Benny menelepon lagi mungkin pikir Hanna sudah pulang tapi Hanna tidak ada di rumahnya.
"Iya Bang."
"Di mana Kamu? ini Aku sudah di rumah katanya Kamu sudah pulang tapi kata Ibuku Kamu nggak ada pulang sejak sore." ucap Benny terdengar cemas.
"Aku pulang ke rumahku Bang mau nginep di sini," jawab Hanna perlahan.
"Kenapa tidak bilang dari tadi?"
__ADS_1
"Tapi kan ini juga sama aja pulang?"
"Ah Kamu alasan saja!"
"Alasan apa? ke sini juga sama pulang Aku mau tidur di sini sama di situ juga sendiri apa bedanya?" jawab Hanna di akhiri bertanya.
"Maksud Kamu apa?"
"Aku seperti tak bersuami saja selama ini, apa-apa sendiri makan sendiri tidur sendiri, kenapa giliran Aku nginep di rumahku sendiri Abang kayak nggak suka dan dipermasalahkan?"
"Baiklah, Kita bicara nanti Aku ke situ sekarang."
"Terserah!"
Hanna memeluk keponakannya yang sudah tidur, merasa sayang dan ingin memiliki yang seperti ini, biar kalau Bang Benny sibuk di rumah bisa ada yang diajak bicara dan ngobrol mungkin tidak akan kesepian lagi.
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1