Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Obrolan bahagia


__ADS_3

"Ameera, aku biarkan Mamaku sibuk mengurus semuanya, Mamaku begitu senang dengan kesibukan seperti ini, tapi untuk cincin dan gaun pengantin aku ingin kita yang mencarinya bagaimana?"


"Baiklah, pastikan besok kita pergi ke galeri dan butik langganan ku, tapi sepertinya akan ada Aliyah adikku bersama kita nggak apa-apa kan?"


"Ameera, kenapa kalau kita kerja orangtuamu begitu percaya melepas kamu? tapi kalau untuk pergi berdua denganku seakan mereka nggak percaya kenapa?"


"Richard, mungkin kalau kita kerja, diskusi, dan mengontrol semua proyek akan banyak orang di sekeliling kita, tapi kalau pergi berdua terus mobil kamu belok di mana atau kita pergi ke mana itu mungkin yang tidak mereka prediksi, tapi semua itu tetap kita harga itu adalah bagian dari kasih sayang orang tua terhadap anaknya termasuk kamu calon menantunya."


"Oke Ameera sekali lagi aku setuju apapun itu untuk kebaikan kita apa tidak sekalian tetanggamu juga diajak?" seloroh Richard bercanda menggoda Ameera.


"Richard! tolong jangan gitu!"


"Iya sayang, oke nggak apa-apa aku juga mungkin akan mengajak Andrea adikku karena dia masih di sini kecuali Mama sama Papaku yang sudah pulang. Andrea menagih sesuatu padaku." jawab Richard beritahu Ameera kalau di tempatnya masih ada adiknya.


"Menagih apa?"


"Menagih janjiku, karena aku pernah janji kalau aku sampai menikah akan memberikan sesuatu yang dia pinta ternyata dia meminta motor terbaru untuk kuliah mungkin besok aku akan kabulkan."


"Kamu begitu baik Rich, pada adikmu dan keluargamu juga terhadap semua yang kerja padamu, termasuk padaku."


"Terimakasih Ameera semua keluarga adalah semangatku yang mendukungku, dan semua pekerja yang bergabung denganku adalah perpanjangan tangan dan kakiku, semua adalah motor penggerak usahaku dan kamu adalah segalanya buatku."

__ADS_1


"Terimakasih juga Rich, kamu telah mencintaiku dengan tulus dan tak terbatas, semoga cinta kita abadi dan bisa melewati semua rintangannya. Aku senang biar Aliyah sama Andrea akrab karena kita akan jadi sodara." Richard mengangguk mantap, menatap rona merah di muka Ameera begitu ingin mengusapnya.


"Ameera, aku pernah mengenalkan seorang sahabatku padamu apa kamu masih ingat yang namanya Jody?"


"Iya kenapa? yang pacaran sama penyanyi klab malam kamu itu?" Ameera mengingat sambil mengerutkan keningnya.


"Iya betul, mereka juga serius dan akan menikah satu minggu lagi duluan dari kita, kemarin Jody datang ke kantorku nyamper aku nge-gym sambil memberitahukan dan mengundang kita untuk datang pada resepsi pernikahannya."


"Wow surprise banget, ternyata mereka serius juga. Semoga kita bisa datang dan memberi do'a restu pada mereka."


"Perjalanan cinta mereka begitu lucu Ameera dan begitu rumit melebihi dari kita, coba bayangkan Jody itu orang kaya raya orang tuanya punya beberapa pabrik dengan ribuan karyawan tetapi dia melamar Loka istrinya hanya dengan membawa identitas sebagai pegawai pabrik biasa, karena alasannya keluarga Loka takut tidak percaya dan Jody takutnya dibilang sombong kalau berterus terang dan membuka identitas dirinya kalau dia itu seorang CEO."


"Lucu juga, berarti Jody memang tidak sombong"


"Itu bukan sombong Rich, Jody mencoba jujur dengan keadaannya dan semoga pernikahan yang sekarang menjadi pernikahan yang langgeng."


"Iya Ameera, aku nggak sabar dengar cerita Jody duda tiga kali mendapatkan perawan ting-ting seperti Loka."


"Ssssssssst, Rich nggak boleh gitu, apa nanti malam pertama kita juga akan kamu ekspos pada temanmu? Rich tolong ... itu akan jadi cerita kita saja ya!"


"Haaaa ... iya sayang, kita memang nggak ada yang lucunya, tapi akan sangat romantis." Ameera mendelik manja dan Richard merangkulnya spontan.

__ADS_1


******


Sambil menunggu up MASA LALU SANG PRESDIR baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun, juga beri hadiah ya🙏



Blurb :


"Ada rapuh yang tersusun rapi. Sebelum menjadi indah, kupu-kupu hanyalah secuil ulat yang menempel rapuh di dedaunan."


~ Vlora Yukika ~


"Hanya karena dahaga sebentar, tak lantas membuatmu harus meminum racun bukan?"


~ Haedar Gibran ~


Dikhianati suami, diasingkan keluarga sendiri, tidak ada tempat tuk berbagi keluh, jua seolah tak ada rumah yang sungguh tuk berteduh. Adakah yang lebih sakit dari ini?


Pada titik terendahnya, Vlora bangkit menjadi sosok yang baru. Dendamkah ia pada mereka yang telah menyakitinya? Sementara ia sendiri memiliki rahasia besar yang dianggap sebuah pengkhianatan.


"Duri itu kau sendiri, lalu kau jua yang merasa tersakiti."

__ADS_1


~ Tristan Pratama ~


Lantas apa yang Vlora lakukan? Bagaimana jika rahasia besar itu terungkap? Masih banggakah ia dengan kehidupan baru yang kini melambungkan namanya?


__ADS_2