Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
KO Jody


__ADS_3

"Aww! Mas kok kenceng banget sih?" teriak Loka saat Jody mulai dengan kegiatan rutin malam kesukaan mereka.


"Biasanya juga segini Sayang. Kenapa belum panas?" jawab Jody sambil memelankan naik turun badannya.


"Pelan dong dikit, Aku nggak bisa nafas nih," ucap Loka merenggangkan badannya dengan sedikit mendorong tubuh Jody suaminya yang begitu kuat mencengkram tubuh Loka.


"Iya, ini efek sate kambing Loka Sayang jadi Aku begitu berenergi banget malam ini semoga saja bener-bener kuat beberapa kali malam ini. Bisa bisa tiga ronde malam ini!" jawab Jody sambil sesekali merangkum mulut istrinya di sela-sela istirahat pompaannya.


"Aku kok biasa saja karena makan sate ayam ya Mas bukan sate kambing? kalau gitu Aku mau sate kambing juga ah besok-besok ya Mas? biar berenergi kayak Mas Jody. Mas senang kan?" tanya Loka sambil mengusap-usap dada suaminya yang akhir-akhir ini kelihatan agak menurun permintaan kegiatan yang satu ini.


"Maksudnya biar apa?" tanya Jody sambil melepaskan kuncup kecoklatan di dada Loka dari mulutnya.


"Biar berenergi seperti Mas!" sahut Loka sambil menjejalkan lagi kuncup kesukaan suaminya ke mulut Jody dengan menarik leher suaminya dan Loka pun suka karena ada gelanyar aneh saat Mas Jody berlama lama di daerah situ. Jody pun semakin tenggelam dalam dua gunung ranum yang hangat dengan sesekali menggesek-gesekkan dagu juga kumisnya yang kasar membuat Loka menggelinjang.


"Ah Loka, Kamu makan Sate ayam juga Aku hampir kalah ini apalagi Kamu makan sate kambing! Aku tepar duluan pasti," ucap Jody walau ucapannya tak di mengerti Loka.


"Maksudnya apa Mas?" tanya Loka sambil merem melek.


"Jadi Gini kalau Kamu makan sate kambing mainnya Kamu harus di atas terus pasti seru!" ucap Jody terdengar serius di telinga Loka.


"Biar apa Mas?"


"Biar Aku bisa merasakan efek sate kambing itu! dan Kamu juga merasakan kenikmatan luar biasa," ucap Jody datar.


"Memang nggak apa-apa Mas kalau Aku banyak gaya?" tanya Loka dengan polosnya.


"Aku malah senang Loka Sayang, kan Kamu biar cepat hamil juga." Alasan Jody sangat menarik bagi Loka padahal stamina Jody lagi menurun makanya minta makan sate Kambing tadi sore.


"Baik Mas, tapi itu benar bisa bikin Aku cepat hamil?"


"Iya kalau kata dokter," sahut Jody dengan sok polosnya.


"Sekarang Aku aja di atas Mas! ganti posisi ya." Loka begitu antusias mau bergaya memperlihatkan kemampuannya menyenangkan hati suaminya.


"Boleh Sayang, bergaya sesukamu silahkan!" sambut Jody dengan senang hati rayuannya masuk di hati Loka Istrinya.

__ADS_1


"Kamu benar-benar sudah pintar sekarang Sayang," ucap Jody sambil merem melek dan mendesah juga saat Loka bergoyang diatasnya kini.


"Karena Aku semangat mau hamil Mas," Loka dengan lincahnya memainkan dalam berbagai posisinya.


"Iya, sering-sering begini ya, Aku suka banget sampai Kamu puas ya!" desah Jody sedikit menghemat tenaganya.


"Mas tenang saja, kalau soal ngulek perempuan jagonya!" sambut Loka dengan gerakan yang membuat Jody kelihatan akan KO.


"Hahaha.... Ampun Sayang, enak banget arghhhh...."


"Mas jangan selesai dulu tunggu Aku ya! Aku masih lama," ucap Loka begitu bersemangat.


"Iya Aku tunggu tapi nanti sekarang selesai dulu nanti di sambung lagi aaaaah..." Jody tak sanggup lagi meneruskan menerima goyangan ulekan Loka yang dahsyat.


"Yaa... katanya efek sate kambing tapi kenapa cepet selesai?" Loka sedikit kecewa karena Jody kalah duluan.


"Nanti di tambah lagi Sayang, malam masih panjang sampai pagi mau berapa ronde?" Jody menghibur Loka yang sudah turun karena sudah banjir tembakan.


Loka terlentang sambil cemberut kelihatan masih bernafsu.


Harus ada yang di konsultasikan minimal sama sahabatnya Richard bagaimana menjaga kestabilan stamina nya.


Jody memeluk Loka yang banjir keringat mencoba menghibur kalau nanti akan ada ronde selanjutnya.


Jody tahu Loka tidak ******* dan tidak puas, Jody merasa takut dengan kondisinya kini apa karena usia? dan Loka masih begitu muda? apa karena dulu terlalu di porsir saat dengan istri istri sebelumnya?


Apa karena dulu banyak minuman yang beralkohol sehingga dampaknya terasa sekarang?


Jody bangun mau membersihkan diri dan menyelimuti istrinya yang masih belum berpakaian di sampingnya.


"Mas!"


"Hemght?"


"Apa Aku bisa hamil kalau benih yang Mas tebar sepertinya keluar lagi karena Aku di atas?" tanya Loka dengan polosnya.

__ADS_1


"Enggak Loka, pembuahan tidak memerlukan bibit banyak satu saja bibit unggul masuk ke dalam rahim Kamu kalau Yang Maha Kuasa mengizinkan semua akan jadi tidak memerlukan bibit banyak sedangkan dari ****** yang keluar itu bermiliar-miliar jumlahnya. Jangan banyak pikiran kalau sudah saatnya hamil Kamu pasti hamil. Jangan pikirkan apa yang Kamu lakukan dan Aku lakukan yang penting prosesnya seperti itu," ujar Jody sambil mengusap rambut panjang Loka yang sebagian menutupi wajahnya.


Loka diam sulit mencerna semua kata-kata suaminya tetapi mencoba mengerti dengan penafsiran dirinya sendiri.


"Mau bangun nggak? atau mau minum?" ucap Jody memandang istrinya dalam temaram lampu tidur.


"Nggak Mas. Boleh Aku ngomong Mas?"


"Adalah apa Loka? kok kelihatan Kamu serius amat sejak pulang dari rumah orangtuamu itu hem?" Jody membalikkan badannya yang lagi duduk di ujung tempat tidur jadi menghadap Loka dan memandangnya.


"Mas kalau Annet jadi kerja boleh Anaknya Aku momong kata orang buat mancing?"


Jody mengerutkan keningnya menatap istrinya tidak mengerti dan penuh keheranan. Apa Loka begitu mengharapkan seorang Anak bukankah adik-adiknya juga masih ada berapa orang? memangnya gampang mengurus Anak? memangnya tidak mengganggu aktivitas dan keseharian apalagi itu bukan Anak sendiri.


"Loka memangnya Si Annet sudah jelas mau kerja lagi? bagaimana suaminya?" tanya Jody sambil menyentuh tangan Loka.


"Sepertinya begitu Mas tapi entah kerja apa bisanya hanya nyanyi di club atau cafe katanya jualan bikin kesal saja menunggunya apalagi lagi sepi katanya," ucap loka sambil membelai lengan suaminya.


"Loka tidak semudah itu mengasuh Anak orang tanggungjawab nya berat, selain Aku nggak mau terganggu dengan kesibukan yang bukan tanggungjawab Kita karena itu bukan Anak Kita, ingat kalau Kita sudah punya Anak yang sudah sekolah Kita puas puasin saja dulu berdua jangan sibukkan diri sama Anak orang lain biarlah Si Annet mencari jalan keluar dari masalahnya sendiri misal biar Anaknya tinggal sama neneknya atau pengasuh siapa saja, Aku nggak rela kehilangan waktu berarti Kita dan kebersamaan nggak mau di ganggu sama apapun." ucapan Jody cukup membuat Loka diam.


"Maafkan Loka ya Mas. Kalau Loka telah salah punya keinginan yang Mas tidak setuju." Loka mengusap dada suaminya.


Jody yang duduk di sampingnya mengangguk sambil tersenyum memandang Loka yang badannya hanya di tutupi selimut.


"Maafkan Aku juga Loka karena membuat Kamu kecewa."


"Aku tidak kecewa Mas, kecewa kenapa?"


"Permainan barusan Aku begitu cepat selesai jadi Kamu merasa tidak puas, nanti Kita coba lagi ya sekarang istirahat dulu."


Loka diam, hatinya bermonolog Apa iya dirinya tidak puas perasaan biasa saja, dirinya juga mungkin cewek lain masih kuat walau beberapa kali main juga.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2