
"Mungkin syaratnya itu saja Aku harus mengantarmu tidak boleh bertemu berduaan atau bertemu bertiga hanya dengan Anakmu. Aku sebagai suami berhak memperlihatkan tanggung jawab sehingga untuk menambah kepercayaan Ayahnya Zedan kalau selama ini Zedan aman dan nyaman dalam pengasuhan Kita," ucap Jefry memperlihatkan tanggungjawab yang begitu besar sebagai suami yang baik.
"Iya Jef, Aku mengerti memang banyak hal yang harus Aku jaga termasuk perasaanmu dan cinta Kita. Aku hanya menginginkan bertemu dan mengenalkan Zedan pada Ayahnya itu aja, nanti kalau sudah Aku dapat kabar dan bisa berkomunikasi dan Kita bisa bertemu Aku akan mengatur di mana baiknya Kita bisa bertemu," jawab Annet mengagumi kebesaran hati Jefry suaminya.
"Baiklah Annet, doakan juga semoga Aku bisa betah kerja dan niatmu untuk menjadi seorang ibu rumah tangga tidak kerja lagi di luar yang membuat cemas hatiku semoga bisa terwujud." Akhirnya Jef jujur juga tentang perasaan cemasnya selama ini saat melepas istrinya kerja malam.
Annet tersenyum mengangguk dan Jef juga merasa semua ada jalan keluarnya.
"Annet Aku mencintaimu!"
"Sama Aku juga Jef ...."
"Jadi tiap malam Kita bisa bersama lagi dong kalau Kamu nanti nggak kerja?"
"Memang mau apa? Kan tiap malam juga Kita selalu bersama?" ucap Annet dengan senyuman dan kerlingan.
"Aku ingin lebih merekatkan lagi tali rumah tangga Kita dengan mulai program membuat Adik bagi Zedan! Kan selama ini kalau malam Kamu suka bilang ngantuk kalau pulang kerja dan capek dan siang ada Anak."
__ADS_1
"Ah, Jef! Kamu bisa aja! baiknya nabung dulu dan mapan dulu baru program anak lagi" Annet mencubit pinggang Jef yang terkekeh dengan senangnya.
"Nanti kalau Aku gajian pertama Kamu mau beli apa Sayang? walau Aku belum tahu sebesar apa gajiku nanti tapi Aku akan merasa bahagia karena mendapat pekerjaan dan itu cocok dengan keinginanku," ucap Jef sambil mengambil piring makan Zedan yang sudah habis di tangan Annet lalu memeluknya.
"Jangan pikirkan seberapa besar gajimu tetapi niatkan itu dengan baik kalau Kita merasa betah dan itu menjadi tujuan Kita, hati akan merasa tenang," jawab Annet sambil membelai wajah Jefry yang begitu dekat di hadapannya.
Baru saja bibir Jef mendekat dan mau merangkumnya tangisan Zedan membuyarkan konsentrasi mereka karena mainannya masuk kolong meja.
Annet melepaskan pelukannya dan bangkit menghampiri Zedan dan Jef hanya tersenyum melihat Annet memeluk dan mencium Zedan dengan sayang sambil melepaskan pakaian Zedan yang belepotan.
Jefry membantu membersihkan lantai dan mengepelnya.
"Pa, tolong pegang dulu nih Zedan nya Aku mau ambil kain lap biar Kita gantian nanti mandinya."
Dengan cekatan Jef membantu meringankan kerjaan Annet istrinya walau baru pulang kerja dan belum mandi.
Setelah di beri minum Zedan di lap mulutnya dan Jef memakaikan kembali pakaiannya.
__ADS_1
Terlihat peluh di kening istrinya sehabis menjalani rutinitas keseharian mengambil kue dari rumah Mamanya memajangnya di toko di tempat yang dirinya sama Jef tinggali dan setelah sore menjelang malam begini pekerjannya juga pulang jadi tinggal Annet dan Jefry yang turun tangan melayani pembeli.
"Jef, mandi saja duluan Aku memutuskan malam ini adalah malam terakhir Aku bekerja Aku akan bilang pada manajerku dan mengundurkan diri dengan baik-baik sambil mencari tahu kabar Zen dan segera Aku bisa mempertemukannya dengan Zedan lalu Aku akan di rumah saja."
"Iya, nanti gimana Aku antar?"
"Nggak usah kerja juga bukan malam minggu paling hanya sampai jam setengah sepuluh kalau Zedan di tinggal kasihan takut bangun."
"Ya sudah tapi nanti Aku jemput ya," ucap Jef sambil mengelap rambutnya.
"Jef, jaga aja Zedan nggak usah jemput Aku, Aku hanya izin berhenti dan paling nyanyi terakhir kalinya," jawab Annet merasa lebih penting menjaga Anaknya.
"Baiklah, hati hatilah tapi."
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1