Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Kangen juga


__ADS_3

"Halo Pak Benny, Pak Benny lagi di mana sekarang?" suara Ameera begitu mengagetkan Benny yang baru saja meluruskan pinggangnya karena siap-siap mau pulang.


"Oh, eh Bu Ameera? Aku baru saja mau pulang sama Istriku. Gimana Bu Ameera apa kabar?" jawab Benny begitu antusias habis maghrib ini Bu Ameera menelponnya.


"Tidak baik juga tapi Alhamdulillah semua sehat, Ada suamiku di situ?" tanya Ameera membuat Benny tahu ada hal yang tak ingin di sampaikan Bu Ameera tanpa ada suaminya.


"Oh, Bos Richard sudah pulang Bu Ameera, katanya mau nginep di rumah orang tua Bu Ameera sambil mengantar ponsel ganti buat Aliyah," jawab Benny sengaja bilang mau nginap biar Bu Ameera tahu kalau suaminya menginap di mana.


"Waw sampai ke mana-mana marahnya Richard ya? ponsel orang juga sampai di banting segala boleh Kalau Aku juga marah Pak Benny?" tanya Ameera kedengarannya lucu menanggapi kemarahan suaminya selama ini.


Benny bingung harus menanggapi apa? tapi bukan Benny kalau tidak bisa menjawab sindiran Ameera.


"Oh, boleh Bu Ameera marah adalah melepaskan beban pikiran dan perasaan asal Bu Ameera jangan marah sama Aku saja kasihan Hanna nanti sedih, lebih baik marah sama yang bersangkutan atau mungkin Bu Ameera juga marah karena kangen Papanya Richie? Aku baru mengganti dan mereparasi meja kaca sofa juga kaca meja rias di villa Bu Ameera yang rusak karena kemarahan seseorang yang merindu!" ucapan Benny membuat Ameera berpikir terbayang marahnya Richard suaminya saat tak bisa menemuinya.


Memberi pelajaran tak harus yang berat-berat cukup seperti ini sedikit pergi dari rumah dan jadi penonton khawatir dan pontang panting nya Richard dan tiap hari dikantornya pasti kerjaannya marah-marah.


Ameera merasa setimpal memberi pelajaran pada suaminya atas tidak terus terangnya selama ini pada Dirinya.


"Ah, omong kosong apa Pak Benny ini? sepertinya laki-laki sama saja bermuka manis kalau depan Istri kalau di belakang sama saja belangnya!" ucap Ameera membuat Benny tertawa.


"Mungkin akan semakin belang kalau di tinggal Istri terlalu lama Bu Ameera, tapi insya Allah sejak kenal keluarga Haji Marzuki Aku sama Bos Richard mulai sadar kalau keluarga segalanya dan belang Kami sembuh!" Benny menjawab sambil tertawa.


"Huh dasar! sama gombalnya sama Papa Richie ternyata Pak Benny juga. Pak Benny, Memang Papanya Richie mau nginap di rumahku?" Ameera menyelidik balik lagi ke pertanyaan tadi.

__ADS_1


Sepertinya Bu Ameera mengkhawatirkan dan memikirkan suaminya juga di tengah rasa marahnya.


"Bos selalu tidur di rumah orang tua Bu Ameera sambil menunggu kabar dari Bu Ameera, atau tidur di villa tapi kalau di villa pasti selalu ku temani takut kambuh belangnya, emang kenapa?" balik Benny menyelidik.


"Nggak apa-apa, bisa Pak Benny menunda dulu waktu pulang karena Aku mau bicara mungkin agak lama karena banyak yang mau ditanyakan." Ameera mulai bicara serius.


"Buat Bu Ameera apa yang tidak bisa Aku lakukan? sangat bisa silahkan nanti Aku ambil tempat duduk dulu sambil menunggu Hanna yang lagi beres-beres."


Benny duduk di kursi masih di dalam ruangannya.


"Pak Benny siapa perempuan yang Aku temui di hunianku yang dengan enaknya tidur di tempat private Rumah tanggaku?" tanya Ameera setelah berbasa-basi langsung pada inti permasalahan.


Kedengaran marah dan tidak sukanya.


"Itu Tante Diana, maaf di situ salah paham nya Bu Ameera sama Bos Richard selama ini. Kenapa Aku bilang salah paham? karena Tante Diana bukan atas ajakan atau izin Bos Richard tapi masuk sendiri. Tante Diana memang masa lalu Bos Richard yang datang karena permasalahan pribadinya diluar negeri, datang ke sini tidak tahu kalau Bos Richard sudah menikah dan sudah berubah jujur baru kemarin Bos Richard menemuinya dan itu juga sepertinya mereka bertentangan dan sudah beda pendapat sekarang ini karena sudah menganggap itu masa lalunya yang tidak ingin lagi melintas di hadapannya." Benny dengan perlahan dan jelas menerangkan semuanya berharap Ameera mengerti.


"Meminta tempat pada Bos Richard untuk usaha dan bisnis pelayanan dalam tanda kutip mungkin Bu Ameera juga tahu?"


jawab Benny dengan sejujurnya.


"Astaghfirullah, sekarang masih ada di Hotel The Rich?" tanya Ameera jelas tidak suka.


"Masih, tapi sudah Aku pindah paksa jadi tinggal di kamar hotel sesuai perintah Bos Richard, hunian Bu Ameera sudah bersih dan rapi kembali." Benny memberi keterangan.

__ADS_1


"Aku tidak sudi datang ke Hotel The Rich kalau masih ada perempuan itu!"


"Aku yang bertanggungjawab hanya minta waktu untuk bisa membuat Tante Diana pulang dan pergi dari hadapan Kita. Lalu apa keinginan Bu Ameera sekarang?" tanya Benny yang sebenarnya itu pokok penyelesaian masalahnya.


"Aku hanya pengen tahu bagaimana penyelesaian dari Papa Richie soal perempuan itu! dan bagaimana Dia bisa menghargai Aku sebagai istrinya dan sekaligus ingin tahu seberapa bertanggungjawab Pak Benny jadi kepercayaan keluarga suamiku, Apa semua janji dan ucapan Pak Benny bisa di percaya?"


"Bu Ameera, Bos Richard mungkin lagi berpikir yang terbaik, tak mungkin Bos Richard menyakiti walaupun pada orang yang tak di sukanya harus di cari jalan bagaimana bisa menyingkirkan orang tapi tidak membuat orang itu tersinggung.


"Aku nggak mau ada siapapun orang yang mengatasnamakan masa lalu suamiku ada di sini siapapun itu! sampaikan sama Papanya Richie Aku mau semua seperti sediakala tanpa ada siapapun yang merongrong keutuhan rumahtanggaku!"


"Baik Bu Ameera, Bos Richard juga sama seperti itu dan tidak menganggap penting lagi semua itu selain Bu Ameera dan keluarganya kini," jawab Benny menanggapi keinginan Ameera.


"Pak Benny! apa Pak Benny bisa menjamin suamiku tak bersama siapapun selama tidak ada Aku?" tanya Ameera bertanya hal yang sangat pribadi dan itu hanya pada Benny.


"Aku jamin Bu Ameera, sampai Aku berantem sama Hanna Istriku karena di tinggal tinggal tak di colek-colek karena menemani Bos Richard karena Aku bertanggung jawab pada Bu Ameera keluarganya dan juga rumah tangganya!"


"Baik, Aku percaya Pak Benny. Tapi bukan berarti Aku bisa pulang perlihatkan kerja Pak Benny dan keseriusan Papanya Richie kalau semua sesuai apa yang di sampaikan Pak benny barusan.


"Terimakasih Bu Ameera mungkin Bos Richard pasti akan senang, pulanglah karena ada yang sudah begitu merindukan Richie!"


"Ya memang hanya Richie yang dirindukan!"


"Eh, maksudku Bu Ameera juga, kalau tahu setiap hari Bos Richard hanya jalan-jalan sambil menyusuri mengintip tiap gang jalan raya mencari siapa tahu bisa melihat Bu Ameera dan pulang langsung marah, kalau Bu Ameera bisa bayangkan silahkan bayangkan sendiri."

__ADS_1


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2