
"Brengsek! kenapa kalian pukuli dia sampai pingsan? itu cowok gue, kalau terjadi apa-apa gimana?" Annet melotot karena baru sekarang bertemu pimpinan Genk Libas.
"Nona saja yang salah beri perintah, kan perintahnya pukuli dia dan beri pelajaran dia biar dia sakit jadi Nona punya alasan bisa nengok dia, ya kami pukuli dia karena dia melawan dan kuat juga! Nona sendiri nggak pesan jangan sampai pingsan bukan?" kata ketua Genk Libas yang di kenalkan Zen pada Janeeta.
"Cukup! percuma ngomong sama kalian, kalian nggak ngerti!" Annet berang sendiri.
"Ya kami nggak ngerti masalah orang lain, kami hanya bekerja menurut perintah, di bayar sudah!"
"Oke, lain kali tanya yang jelas proses kerjanya, biar nggak kebablasan kayak begini."
"Ya sudah, kami menuntut sisa pembayaran kami, jangan sampai Nona ingkar janji Nona akan jadikan kami sasaran bukan partner lagi." Annet melempar amplop coklat dan Ketua Genk Libas menangkapnya lalu membuka amplop memeriksanya dan tersenyum.
"Kita tunggu perintah dan kerjasama selanjutnya."
Annet bergegas menuju kantor Manajer Zen dan langsung membuka pintu lalu menghampiri Zen dan duduk di pahanya Zen.
"Ssssst ... Annet ada apa kamu tiba-tiba datang ke sini?"
"Katanya Bos Zen mau menengok Bos Richard? biarkan aku ikut, aku hanya ingin melihat mata itu apa masih begitu tajam menatapku?"
"Annet, apa alasanku mengajak kamu ke sana?"
"Bos jangan cemburu begitu dong! Kan sudah aku katakan apa misi ku yang sebenarnya, aku sama Bos Zen akan sama-sama mengambil manfaat bila misi ku ini berhasil, tapi semua perlu waktu dan proses panjang."
Dilema bagi Bos Zen saat berhadapan dengan wanita seperti Annet, kalau dirinya ikuti perintah dan keinginan Annet, sama saja dirinya seperti mengagunkan karirnya sendiri mempertaruhkan nasibnya sendiri. Karir yang di bangunnya setelah sekian lama, dibangun dengan susah payah sampai mencapai pada titik ini akan hilang begitu saja. Tetapi bila tidak mengikuti keinginan Janeta dan suatu saat memang dia berhasil sampai menguasai Bos Richard otomatis dia akan menguasai semua asetnya dan otomatis juga berimbas kepada langgengnya karir dan naiknya juga penghasilan dirinya mungkin juga jabatannya bukan hanya jadi manajer klab malam di Hotel ini.
Yang terpenting dirinya tidak bisa menolak saat Annet menginginkan dirinya, dan Zen juga tak bisa menolak godaan Janeeta saat dirinya sendiri dan merasa kesepian.
"Oke akan banyak alasan yang akan memuluskan keinginanmu." Zen mengelus punggung Annet.
Janeeta tersenyum puas dengan jurus awalnya.
Ada kecupan di pipi Zen dan pelukan juga gesekan dada Annet di punggung Zen yang membuat Zen tiap kali dekat selalu tak berkutik.
__ADS_1
"Mau sekarang apa nanti malam?"
"Annet, sekarang kita ke The Rich Hotel pusat, untuk yang satu ini masih banyak waktu, bukankah kamu mau melihat Bos Richard?" Zen menyelusupkan mukanya di dada ranum Annet, sesaat menggesekkan dagunya yang dua hari belum kerokan di belahan tengah dada Annet.
"Dengan senang hati Bos Zen!" Annet tersenyum senang membiarkan sesaat Zen mencium wangi parfumnya mahalnya.
Annet dan Zen keluar dari ruangan kerja milik Zen dan mereka berjalan ke arah parkiran, mobil melaju ke arah Puncak dan Zen lebih banyak diamnya di banding Annet yang senyum-senyum, karena sebentar lagi dirinya akan bertemu Richard.
Zen memarkir mobilnya dan melihat sekeliling begitu sepi hanya ada beberapa orang yang melintas dan mobil lumayan banyak di parkiran.
Zen menyapa security di pos nya, satpam tahu semua personil dari hotel manapun Hotel The Rich. Satpam mengangguk memberi hormat pada Zen.
Zen memberi kode pada Annet untuk turun, Annet turun mereka berjalan melewati lobby dan Restourant terus menyamping lewat taman dan kolam renang.
Sudah ada dua bulan atau lebih Annet tak menginjakkan kaki di tempat ini, ada rasa deg-degan dalam dadanya.
Dulu tempat ini adalah tempatnya segala aktivitas dirinya, mulai kerja bernyanyi di klab malamnya, pulang bersama Richard ke tempat yang sekarang di tuju nya.
"Manajer Zen tunggu!" suara Hanna memanggil Zen yang lagi berjalan bersama Annet.
"Mari kita bicara di ruangan saya dulu."
Janeeta tersenyum pada Hanna dan Hanna memandang dengan penuh selidik.
"Kami hanya mampir sebentar Hanna, ingin melihat kondisinya bukan urusan pekerjaan dan lainnya kok!" Janeeta duluan menjawab.
"Iya Hanna, kebetulan tadi aku keluar ketemu Annet di luar hotel dia mau membeli sesuatu jadi sekalian numpang mobil saya." jawab Zen
"Bos Richard lagi istirahat juga sekarang lagi ada keluarganya yang menungguinya, tapi kalau mau masuk biar saya izin dulu."
Hanna mengambil ponselnya dan menelepon Richard, setelah bicara beberapa saat baru Hanna mengizinkan Zen sama Annet mengikutinya
"Mari saya antar."
__ADS_1
Zen tersenyum pada Annet mereka ada di depan pintu siap untuk masuk dan pintu pun terbuka.
Richard tak melihat siapa yang datang, pas pintu terbuka kaget juga Kenapa Zen datang sama Annet?
Andrea yang sedang menyuapi Richard langsung di bisikin dengan suara pelan. Semua di luar dugaan Richard, Annet pasti ada maunya. Richard tak sabar ingin panggil Hanna atau Benny kenapa orang ini bisa masuk lagi ke tempatnya? tapi Annet dan Zen sudah ada di dalam ruangannya.
Tak mungkin Richard mengusir keduanya, tapi otaknya begitu pintar masih bisa berpikir mengakali semuanya.
Annet pernah ada di kehidupannya mengisi setiap malam dan hari-harinya tapi semua adalah masa lalunya yang ingin segera di tinggalkannya.
Selain Annet masih ada lagi sederet wanita yang pernah memanaskan ranjangnya, seperti yang masih penasaran sampai terakhir mereka bertemu yaitu Vanny partner kerja dan ranjangnya juga.
Selain Vanny ada Tante Lena, yang kalau bertemu mau tak mau Richard tak bisa menolaknya. Tante Lena nyang begitu banyak memberi pelajaran penting dalam urusan bisnis dan berhubungan dengan lebah-lebah liar, sampai akhirnya Richard seperti kecanduan main perempuan. Sederet wanita melintas di hadapan Richard seperti siluet yang mengingatkan betapa kelamnya kehidupan dirinya di masa lalu.
Hatinya sakit dan pedih mengingat dosa dirinya yang teramat bertumpuk. Richard mulai sadar dan ingin berubah, Ameera semoga menjadi pelabuhan terakhir dimana muara cintanya berlabuh, rasa cintanya pada Ameera membuat Richard sanggup untuk merubah alur hidupnya.
Semoga Ameera bisa menerimanya dengan setulus hati dirinya dan juga masa lalunya.
"Lo bersikap seperti kekasih gue Dan jangan banyak pertanyaan dulu titik!"
"Tapi gue minta motor terbaru!"
"Deal, mulai!"
"Ya ampun Bos Rich, apa yang terjadi padamu Bos? lama kita tak jumpa, nggak ngobrol tiba-tiba saja jadi begini sih?"
"Ya Annet, apa khabar kamu juga, semoga betah di sana karena manajemen harus memberi kesempatan buat yang lain untuk mengembangkan diri."
******
Sambil menunggu up Masa Lalu Sang Presdir baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun juga beri hadiah ya🙏
__ADS_1
Blurb :
Perjuangan Seorang wanita bernama Aracelia Daneen Gunawan untuk meluluhkan hati seorang karyawan di kantor ayahnya. Hingga Ia mengubah penampilan demi menutupi identitas sebenarnya, bahwa ia pernah ada dalam kejadian masa kelam pria itu. Ali Danish Mahendra, nama pria yang terpaksa menikahi gadis culun. Putri sang bos tempatnya bekerja. Lalu bagaimana perjuangan Ara untuk meluluhkan hati Danish??