
"Ameera!"
"Hemght ...."
"Kok cuma jawab hemght?"
"Harusnya jawab apa?"
"Yang enak dong ...."
"Maksudnya?"
"Jawab iya Rich sayang, atau honey, atau tercinta apa saja yang begitu enak di dengar dan mesra." Richard menjawab sambil menghalangi jalan Ameera, mau tidak mau membuat Ameera berhenti berjalan keliling melihat bangunan yang hampir rampung, tersenyum di hadapan Richard.
"Richard, kemesraan itu tak harus di umbar dan dipertontonkan kepada semua orang, semua orang juga bisa melakukannya. Aku juga bisa mengekspresikan semua itu kalau kita sudah halal, akan banyak waktu kita berdua nanti, begitu banyak kesempatan untuk kita memperlihatkan kasih sayang yang sebenarnya, aku ingin menjalani sisa hidup bersamamu." jawaban Ameera begitu membuat Richard diam dan memandang Ameera seakan tak yakin dengan semuanya, Ameera akan jadi istrinya.
"Aku takut sayang, kamu banyak diam, takut kamu sakit, karena kelihatan begitu dingin dan banyak fikiran menjelang dua minggu kita jadi suami istri." Ucapan Richard memang sangat beralasan.
"Aku biasa saja, kekhawatiran pasti ada di pikiran semua orang yang mau menikah Richard termasuk aku. Takut tidak bisa menjadi istri yang baik dan memegang amanah dan kepercayaan suamiku nanti."
"Ameera harusnya aku yang punya pikiran seperti itu, aku jauh dari sempurna sebelum dan sesudah menikah nanti mungkin, tapi aku juga tak menuntut kamu sebagai istri yang sempurna cukup mencintaiku itu sudah lebih dari sempurna." Richard menatap calon istrinya yang serasa mimpi bisa kenal Ameera, sekarang ada di hadapannya mereka saling cinta dan saling percaya.
"Jangan menatapku seperti itu Rich, seperti menelanjangiku saja! apa ada yang aneh didiriku? kita belum halal." sergah Ameera yang dari tadi melihat Richard selalu menatapnya dari atas sampai bawah membuat Ameera jengah sendiri.
"Ya ampuuuuun Ameera, dua minggu lagi kita sah jadi suami istri, kalau nggak boleh aku memandang kamu aku cium kamu sekalian! masa nggak ada toleransi sih?"
"Aturan memang harusnya nggak ada toleransi, tapi kalau sudah sah lakukan semua apa mau kamu Rich."
"Baiklah Ameera itu sudah pasti, aku sudah kenyang membayangkan kamu, Aku tidak akan mengotori semuanya aku tidak akan memaksakan kehendak sendiri, kembali pada aturan itu akan lebih bisa menenangkan kamu. Apa memegang dan menggandeng tangan kamu juga nggak boleh?"
"Jangan merajuk Rich, aku merasa begitu banyak aturan yang di langgar selama ini, tolong sampai kita halal jangan banyak menggoda aku."
__ADS_1
"Baiklah nona! aku ikuti semua keinginan kamu."
"Gitu dong jangan buat aku tegang melulu."
"Baik sayang, sini jalan lagi apa semua vila ini telah sempurna seperti inikah keinginanmu?"
"Richard, semua ini lebih dari cukup, sangat istimewa buatku, semua telah selesai tinggal membersihkannya, aku akan mulai menatanya, makasih calon suamiku!" Ameera tersenyum melirik Richard.
"Ameera, selama kita pacaran tak pernah aku memberikan sesuatu padamu yang berharga, mungkin ini yang berharga dariku, aku seperti orang pelit di hadapanmu, padahal kamu begitu istimewa di hidupku sayang."
"Makasih Rich, semua ini adalah harapanku yang terkabul, selain yang utama aku meminta jodoh seorang suami yang baik dalam doa-doa ku selama ini, kamu telah memberiku harapan baru satu motivasi dan rasa cinta tak terbatas, kamu hadir merealisasikan semua keinginan dan harapanku."
"Ameera, kenapa malam tadi nggak angkat teleponku?"
"Aku tidur Rich, emang nggak habis bahan obrolan kita?"
"Nggak bakalan habis, malah semakin bertambah, aku kangen ngobrol malam-malam Ameera."
"Nggak sabar banget, kalau kita sudah menikah nanti nggak akan ngobrol lagi ya kan?"
"Kenapa?" Ameera merasa heran.
"Kalau tiap malam kita ngobrol kapan kerjanya? aku akan buat kamu hamil dan melahirkan anak-anakku yang cantik dan ganteng."
Ameera tersenyum, semua yang ada di pikiran Richard sama seperti yang ada dalam pikirannya.
"Ameera mintalah sesuatu padaku sebagai hadiah pernikahan kita, katakan saja walau aku tahu kamu dan keluarga kamu mampu dan bisa memberimu apa saja, mau bulan madu ke mana? atau hadiah apa saja."
"Aku hanya ingin bersamamu di vila ini Richard, mau tidur dan saat bangun tidur ada kamu di sampingku itu adalah kebahagiaanku Richard."
"Ya ampuuuuun, Ameera. Sepertinya kamu begitu romantis banget, pasti sayang aku akan selalu ada di dekat kamu."
__ADS_1
"Richard, kalau orang lain mau menikah sibuk mencari tempat untuk berbulan madu dan mempersiapkan diri melakukan perjalanan, tetapi aku ingin kita sama-sama sibuk mencari properti kelengkapan vila ini, aku yang pilih tempat tidurnya, sofanya dan kursi di teras balkon sana ya!"
"Boleh banget, hanya aku pengen tempat tidur yang begitu besar dan kuat biar kita nyaman."
Ameera hanya tersenyum Mendengar jawaban Richard.
Mereka dengan suka-cita mengontrol semua proyek yang lagi di kerjakan termasuk vila yang sebenarnya bukan prioritas, tapi karena mereka merubah rencana menikah dan mungkin pikiran Richard sudah bisa memperkirakan semuanya, menjadi pengerjaan vila yang di utamakan di banding yang lainnya.
Richard benar-benar ingin memperlihatkan keseriusannya terhadap Ameera. Richard tidak ingin menempati lagi tempat tinggalnya yang penuh dengan masa lalunya, Richard ingin memulai semuanya dan sepakat dengan Ameera kalau mereka akan memulai hidup bersama di vila yang sedang mereka kontrol saat ini.
Bahkan Richard melupakan kasus pengeroyokan dirinya yang membuat Richard harus berbaring tak berdaya, semua seakan lupa oleh kebahagiaannya sendiri, dan tak menyangka nya kalau kunjungan kedua orangtuanya di sambut dengan keseriusan keluarga Ameera.
******
Sambil menunggu up MASA LALU SANG PRESDIR baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun, juga beri hadiah ya🙏
Blurb :
Seorang bayi perempuan dibuang dan beruntung di adopsi oleh keluarga yang baik hati.
Nama gadis itu Kasih, dia tumbuh dengan baik dan menjadi gadis tercantik di desanya, namun naas saat berusia 17 tahun ada insiden penyiraman air keras yang mengakibatkan wajahnya rusak.
Entah ini berkat atau kesialan, tetapi secara tak terduga dia malah menemukan fakta yang membuatnya mengubah tujuan hidupnya.
Kasih bukanlah bayi yang sengaja di buang. insiden tragis di masa lalu menjadi penyebab meninggalnya orangtuanya juga terpisahnya dia dari saudara kandungnya.
Mampukah Kasih melawan para serigala dan rubah licik yang siap menerkam hidup dia juga saudaranya? Bagaimana caranya pulang? Apakah keluarganya masih mengenali dia dengan wajah baru?
Salam Cinta,
__ADS_1
Nezha Ageha