Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Kabar baik


__ADS_3

"Kak Ameera, Kak Richard hari ini ke Agrowisata kan?" tanya Aliyah saat mereka sarapan pagi itu dan mereka sarapan hanya berdua saja karena Pak Haji Marzuki sama Ibu Hj Salamah sedang melakukan trek jogging di agrowisata olahraga katanya karena mungkin juga banyak yang dirasa makanya mereka selalu menyempatkan diri setiap pagi itu berjalan-jalan sambil melihat-lihat semua yang menjadi aset keluarganya di sana.


"Mungkin tapi ke hotel dulu kali baru Ke Agrowisata, sebenarnya Kakak juga mau ke hotel ambil laptop daripada nganggur di sini lumayan bisa membunuh kejenuhan tapi Kak Richard masih tidur paling setengah jam lagi Kakak bangunin," jawab Ameera sambil menyuap makanan paginya.


"Kalau ada Kak Richard Aku merasa senang tidak terlalu kaku banget sebenarnya waktu itu juga nanya kemana Pak Bagas katanya Aku bilang belum datang atau tidak datang sama sekali karena nggak tahu nggak ada konfirmasi mungkin Dia hanya berkomunikasi sama Bapak," ucap Aliyah pendek.


"Jangan terlalu dipikirkan semua omongan Bapak dan juga jangan dimasukkan ke hati Kita bebas memilih kok apapun keputusan itu ada di tangan Kita yang akan menjalani tapi harus yang atas persetujuan orang tua kenapa Kamu begitu tidak suka Bapak bicara seperti itu?" tanya Ameera penuh selidik.


"Ih Kak Ameera, Bapak itu sepertinya senang Aku kerja sama Pak Bagas dan Aku melihat Bapak itu seperti punya keinginan agar Aku lebih dekat sama Pak Bagas lalu Aku ini perempuan apa? waktu itu kan di jodohkan sama Kakak tapi Kakak nolak masa sekarang bagian ke Aku? yang benar saja apa dunia ini kekurangan laki-laki apa? Aku juga punya prinsip punya pilihan sendiri!"


Aliyah kelihatan sewot sendiri. Ameera menanggapinya sambil tersenyum saja.


"Ya sudah Kakak do'akan yang terbaik buat masa depanmu dan Kakak tunggu Kamu memperkenalkannya seorang ideal pada Kakak juga Kak Richard dan kepada Ibu Bapak," Ameera mengusap pundak Adiknya dan bangkit dari meja makan karena waktunya bangunkan suaminya dan memulai drama paginya.


"Makasih Kak."

__ADS_1


Ameera mengangguk.


Selalu dan selalu saja Richard berdrama malas malasan, pura-pura sakit hanya sekedar ingin belaian istrinya.


"Kamu berangkat sekarang?" tanya Ameera sambil melap mulutnya dengan tissue.


"Iya, sampaikan sama Kak Richard jangan sampai nggak datang karena Aku yang akan izin kalau ada Kak Richard semua sudah di sepakati bersama kemarin hehehehe...


"Ah kamu, dasar memanfaatkan itu namanya!" sergah Ameera tertawa merasa lucu mendengarnya.


Ameera masuk kamar melihat Richard sudah bagun dan bermain sama Richie kecil kesayangan.


"Pap siang Mama sudah sarapan dan Aliyah sudah berangkat. Aliyah pesan jangan nggak ke Agrowisata katanya karena Aliyah mau izin keluar memang begitu kesepakatannya?" tanya Ameera sambil melipat selimut dan Richard tetap bermain dengan Richie.


"Anak muda belum saatnya bekerja sudah diberi tanggung jawab Aku hanya merasa kasihan saja hanya dalam batas toleransi. Kalau ada Aku di sana Aliyah sekali-kali bisa izin keluar Aku janjikan seperti itu, itu juga selama Kamu belum bisa masuk kerja Sayang," ucap Richard sambil bangun memeluk Ameera yang berdiri di samping tempat tidur.

__ADS_1


"Paling Aku juga seminggu lagi masuk kerja Pap, kasihan Aliyah sama Pak Bagas," sahut Ameera di sambut dengan antusias tinggi sama Richard.


"Mam? berarti Kita sudah bisa pindah ke villa dong? Ah ya ampun Sayang Aku begitu tak sabar berarti cuma sebulan nggak sampai 40 hari? makasih Sayang Aku senang mendengarnya! Richie Papamu sama Mama mau berbulan madu lagi boleh kan Sayang?" tanya Richard sama Richie kecil di jawab dengan kicauan Richie yang kelihatan senang di sangkanya Richard mengajaknya bermain.


"Besok antar Mama ke dokter konsultasi kontrasepsi yang cocok bagi ibu menyusui."


"Ah Ameera Sayang dengan senang hati, sekarang juga boleh Aku antar kalau Kamu mau bukankah lebih cepat lebih baik?"


Richard memeluk Ameera dengan kencangnya.


"Ah, Pap! sakit tahu. Mandi sana!"


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2