Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Hati Loka buat Jody


__ADS_3

"Mas Jody, apa yang Mas sampaikan itu serius?"


"Iya Loka, aku serius, makanya aku sedari awal jujur sama kamu, aku sudah duda tiga kali, tapi itu murni bukan kesalahanku. Aku tak suka wanita yang menuntut terlalu berlebihan padaku, seakan aku ini orang pelit pada orang yang aku cintai."


Loka menunduk, seperti apa perasaannya saat ini, Jody tidak tahu.


"Loka, kalau aku suka kamu, apa aku salah?"


"Oh, nggak Mas, aku malah senang tapi apa aku pantas dan Mas Jody juga pantas memilih aku?"


"Jangan berbelit Loka, bicaralah yang gampang di mengerti otakku, simpelnya begini 'Aku suka kamu, apa kamu mau kita pacaran?' tinggal kamu jawab!" Jody menatap wajah mulus Loka yang merona.


"Pacaran?"


"Malah tanya lagi! ya iya lah pacaran masa langsung nikah? kalau kawin aku ayo aja, haaa ... maaf bercanda, kita penjajakan dulu, pengenalan dulu sayang, nanti lanjut serius."


"Tapi aku ada permintaan dulu sebelum mengiyakan atau menolak ajakan pacaran Mas Jody."


"Loka, katakan permintaan apa yang kamu pinta dariku?"


"Aku ingin kita pacaran biasa saja, nggak berlebihan dan Mas Jody harus mematuhi semua itu. Baru aku mau jadi pacar Mas Jody."


"Haaa ... Loka, apa karena kamu melihat aku teman Bos Richard? makanya kamu memberikan peringatan awal seperti itu?"


"Oh, eh a-aku enggak ada niat seperti itu, ini permintaanku saja."


"Loka kamu begitu naif, tapi aku suka, sebenarnya pacaran seperti apa yang kamu inginkan? terus yang di maksud berlebihan itu seperti apa?" Jody memegang tangan Loka, tapi Loka cepat-cepat menarik tangannya dan itu membuat Jody tersenyum mengerti.


"Masa Mas pegang sedikit aja nggak boleh? kan kita pacaran."


"Memang kita sudah sepakat?"


"Oke Loka aku nggak mau bertele-tele, pokoknya aku ingin jadi pacar kamu, apapun aturan yang kamu berikan akan aku turuti, apa kamu setuju kita pacaran?"


Loka mengangguk dan Jody pun lega, semua bisa di jalani dari awal seperti pacaran masa ABG dulu, tak apa yang penting aku bisa menaklukan hati loka.


"Loka, berapa usia kamu sekarang?"


"Dua puluh Mas, kenapa?"


"Nggak apa-apa, kamu kelihatan cantik banget di usia segitu, apa kamu sadar dengan kecantikan yang kamu miliki?"


"Aku merasa biasa-biasa saja mas Annet juga cantik, temanku yang lain juga sama cantik."

__ADS_1


"Tapi walau begitu banyak wanita cantik diluar sana, tapi yang aku suka hanya kamu!"


"Ah, Mas Jody."


"Memang aku bisa, apapun harus bisa. Loka, kan kita sudah jadi pasangan kekasih sekarang ayo kita keluar, kita rayakan dan beri aku sedikit keseriusan dari kamu."


"Maksudnya keseriusan apa?" Loka merasa keheranan.


"Emght ...bolehkan aku cium kamu sekali ini saja?"


Laki-laki di mana-mana sama saja ujung-ujungnya mesum dan tak bisa menahan diri, diberi hati minta jantung, di beri betis minta paha, di kasih ketek minta ************.


Baru saja jadian, menyetujui persyaratan yang di ajuin Loka, waktu mungkin baru berputar beberapa menit, tapi Jody sudah ada tuntutan dan Loka harus bisa mengontrol diri mengatur taktik dan otaknya agar semua bisa berjalan sesuai keinginannya.


Jody seseorang yang berpengalaman, julukan playboy dan riwayat duda tiga kali tak akan kalah taktik sama Loka yang di pandangnya masih ranum dan hijau. Selalu ada jalan dan alasan untuk mewujudkan keinginannya.


Tetapi Loka juga punya pikiran, 'A**ku juga harus bisa mengakali seorang Jady minimal dirinya harus melihat keseriusannya dulu, ini orang benar apa tidak punya niat baik apa enggak? atau hanya sekedar mempermainkan dirinya, mengikuti kesenangannya saja?'


Loka tersenyum, memandang dalam wajah seorang Jody yang memang ganteng, dengan muka yang polos putih rambut lurus di cukur rapih badan tinggi tegap sangat ideal seorang pria.


"Mas Jodi mau cium aku di mana?"


'Ya elah Loka, ya di bibir lah, masa cium tangan seperti mau pergi pamitan sekolah?' Jody senyum seakan Loka sudah masuk ke perangkapnya.


"Oh, berarti boleh ya?" Jody pura-pura kaget dan senang.


"Boleh di mana saja kamu kasihnya, aku kan harus nurut sama aturan, biar bisa jadi pacar kamu."


Loka tertawa renyah, terdengar Jody begitu pasrah karena ingin menjadi pacarnya, tetapi Loka juga harus waspada takutnya Jody memaksa menginginkan yang lain.


"Loka, aku cinta banget sama kamu, walau kamu bukan yang pertama bagiku, tapi hadirmu di sisiku begitu memberi kenyamanan ketenangan dan harapan buatku, tidak ada yang aku inginkan untuk saat ini selain kamu bisa percaya padaku."


Jody duduknya semakin bergeser mendekat, sebelah tangannya merengkuh bahu Loka.


"Bersandar di bahuku Loka, aku sekarang pacarmu, kita sama-sama berbagi rasa dan kita rencanakan masa depan indah kita."


Loka, hanya mematung dengan posisi badan sedikit bersandar di bahu Jody, tercium wangi parfum mahal Jody dan hangat hembusan napas di atas kepalanya.


Loka panas dingin, dengan telapak tangan berkeringat seperti saat pertama dia tampil bernyanyi di klub malam, walaupun sudah beberapa kali Loka tampil di event organizer dan organ-organ tunggal hajatan pernikahan dan lainnya.


Melihat Loka diam saja, Jody semakin berani lebih merapatkan tubuhnya dengan tubuh mungil Loka. Gairahnya semakin terasa begitu menggoda, sebelah tangannya meremas jemari Loka.


"Loka, pandang dan lihat mataku, kalau aku sayang dan serius sama kamu."

__ADS_1


Tanpa aba-aba Jody mencium pipi Loka perlahan, begitu halus lembut, wangi dan menggairahkan.


Tubuh Loka terasa meriang, saat pertama di sentuh seorang Jody, bibir Jody yang hangat dan jarak begitu dekat tak bisa Loka mengelak saat kedua kalinya Jody mencium sebelah lagi pipinya tetapi kali ini tidak dapat menarik mukanya jadi berlama-lama di situ menikmati sebelah pipi Loka dengan gairahnya.


Sayang, terimakasih telah kamu izinkan aku cium pipi kamu, Jody berbisik di telinga Loka, yang terasa merinding seluruh tubuh Loka karena geli dengan usapan bibir Jody yang telah merembet ke lehernya.


"Mas, jangan. Nanti Mas nggak bisa menahan diri."


Loka agak mendorong tubuh Jody yang mulai panas.


"Oh, eh iya, maaf sayang."


Loka tersenyum memandang Jody yang begitu bernafsu seandainya dirinya beri lampu hijau.


Jody hanya bisa menahan perasaannya, memang dirinya juga harus bisa menahan untuk menanamkan kepercayaan Loka. Karena dirinya tak ingin gagal untuk kesekian kalinya, ingin merancang hubungan dengan Loka dengan baik.


"Nggak apa-apa Mas."


"Loka, aku begitu bergairah sama kamu, maaf ya perlakuanku tadi."


"Sudahlah, katanya kita mau keluar?"


"Kamu lapar ya? ayo sayang kita cari makan."


Jody sebenarnya tak lapar, yang lapar itu jagoan kecilnya di bawah perutnya, tapi harus bisa mengendalikan diri dengan baik sampai pada waktunya nanti.


Gambaran masa depan lebih baik bersama Loka yang bisa mengendalikan dan menghibur hatinya.


Nggak apa hari ini dapat pipi besok yang lainnya, di cicil saja, sampai Loka merasa nyaman.


*****


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️



Novel : Hai Gadis Berkacamata


By : Nilam Sari


Blurb :


Perjalanan Eisha si gadis berkacamata dalam merubah penampilan dan menggapai impiannya dibantu Adnan seorang pria misterius dan bersikap dingin serta bermasalah di lingkungan nya.

__ADS_1


Namun benih cinta yang tumbuh diantara mereka belum sempat mekar karena kesalahpahaman dan kejadian tak terduga.


Hingga Pertemuan tak disangka kembali memulai kisah yang belum usai, namun bagaimana dengan takdir yang memberikan kejutan bagi mereka, akankah kisah mereka berakhir bahagia??


__ADS_2