
Benny terhenyak dan langsung memeluk Hanna mengusap usap kepalanya Benny tak bisa melihat air mata siapapun apalagi ini Istrinya sendiri yang merasa tersakiti oleh dirinya, merasa tidak diberi keadilan merasa tak diberi waktu dan diabaikan. Di ciumnya kepala Istrinya dengan perasaan bersalah dan dilema. Di satu sisi Hanna adalah istrinya dan di sisi lain Richard Ameera rumah tangganya dan juga bisnisnya adalah beban juga di pundaknya amanat orangtua Richard pada dirinya jadi beban berat di pundaknya juga kemajuan perusahaan Richard menjadi satu tanggung jawab yang tetap Richard harapkan.
"Aku minta maaf Hanna, Aku menyayangimu Aku tak bisa hidup tanpamu terimakasih telah mengingatkan Aku, Aku bukan seorang yang egois dan hanya ingin menang sendiri mungkin saking sibuknya Aku tak berpikir akan hatimu, maafkan Aku. Harusnya Aku lebih bisa mengatur diri dan mengatur waktu juga memanage semua pekerjaan dengan lebih rapi lagi sehingga Aku tidak mengabaikan hatimu perasaanmu dan juga rumah tangga Kita." Benny bicara sambil tetap memeluk Hanna yang meronta melepaskan diri.
Hanna masih saja menangis, kalau saja dirinya tak melakukan protes seperti ini mungkin Bang Benny tak akan mengerti dan menyadarinya, Hanna masih saja kesal sama suaminya.
"Hanna Mau Kamu memaafkan Aku yang mau berubah ini? dan merubah semuanya menurut apa yang Kamu inginkan?" tanya Benny sambil mengusap airmata di pipi Hanna.
Hanna memandang Benny suaminya dan mengangguk perlahan sambil meyakinkan keseriusan mata suaminya.
"Hanna apa mau besok pulang ke rumah Kita lagi?" ucap Benny sambil memegang kedua pangkal lengan Hanna.
Hanna mengangguk lagi.
"Hanna Sayang Apa Kamu kangen Abang?"
"Enggak!"
Benny memanyunkan bibirnya.
"Hanna Sayang boleh Abang ikut nginep di sini dan Kamu bagi tempat tidurnya buat Abang?"
"Ah, Abang! Aku benci Abang!" jawab Hanna sambil memeluk Benny yang tersenyum. Benny mengusap punggung Istrinya sambil mencium kepala Hanna berkali kali.
Benny lupa akan kebahagiaan dirinya juga istrinya yang padahal semua tampak sangat sederhana untuk bahagia hanya dengan sapaan dan usapan sentuhan sayang semua merasa diakui keberadaannya dan merasa di hargai semua pengabdiannya dan satu lagi merasa di butuhkan dan saling membutuhkan.
Pelukan berubah jadi ciuman panas melunturkan segala beban yang mengganjal selama ini dalam dada kini mulai meleleh dan cair.
"Carikan celana pendek di lemarimu sana! masa tidur pakai celana kerja gini?" ucap Benny sambil melepaskan bibir Hanna.
Hanna bangkit membuka lemari dan mengambil satu celana pendek.
__ADS_1
"Bukain dong!" ucap Benny masih saja terlentang.
"Ah Abang manja banget!"
"Yang manja bukan Aku Sayang...."
"Lalu siapa lagi?"
"Buka dulu celana kerjaku karena ada yang mau di manja di dalamnya juga mau kerja malam ini!"
Hanna tersenyum sambil membuka celana kerja suaminya. Baru saja di buka Hanna melihat sesuatu yang menyembul menggunung tinggi membuat merinding bulu roma nya membayangkan kenikmatan.
"Hanna, itu Kakaknya Aku pindahin saja ya takut bikin Kamu sempit!" suara Kakak Hanna dari tengah rumah.
"Oh Iya Kak, Si Kakak sudah tidur," jawab Hanna spontan.
Benny sama Hanna kaget untung perang belum di mulai.
Benny membopong Si Kakak dan menyerahkan pada Kakaknya Hanna.
"Jangan lupa mobilnya di kunci ya Ben sama pintunya kalau mau pada tidur.
"Ya Kak!"
Benny mematikan lampu dan mengunci pintu dan sekarang di situ hanya dirinya dan Hanna Istrinya.
"Hana Sayang Aku akan menebus kesalahanku malam ini, Aku akan berpesta mendahului Richard yang lagi berpisah sama Ameera dan lihat Aku akan melakukannya semoga akan jadi maaf untukku Aku sudah minum jamu sama telor ayam kampung tadi karena lelah jadi siapkan dirimu Sayang!" ucap Benny seperti mengancam.
Benny dengan lembut mendekap Hanna yang siap menerima serangan.
Permainan di mulai sama-sama kangen seperti habis berpisah lama.
__ADS_1
"Aw, Abang sh sh... pelan-pelan dong, Aku ingin menikmatinya."
"Perasaan pelan Sayang apa Aku terlalu bersemangat?"
Akhirnya marah Hanna berganti jadi ******* yang membuat Benny semakin menggila menguji kekuatannya.
"Ternyata kalau cewek marah itu tandanya sudah nggak tahan juga ya Sayang?" ucap Benny sambil tetap menghentak tanpa henti gerakan kesukaannya memaju mundurkan badannya dengan gagahnya.
Hanna hanya menjawab dengan ******* yang cukup kencang seperti orang yang kepedesan memakan sambal.
Suara dari efek gerakan dahsyat menimbulkan suara khas malah menambah semangat semakin memacu kekuatan dan menguji kegagahan Benny menuju puncak kenikmatan tiada tara.
"Ah Abang Aku sudah!" suara ******* Hanna melemah.
"Aku belum Sayang lepaskan saja biarkan hangat dan basah semuanya!" ucap Benny masih dengan sisa kekuatannya yang luar biasa tetap menggenjot senjatanya sampai akhirnya sempurna sudah kenikmatannya tertumpah sudah.
Benny tersenyum melihat Hanna ngos-ngosan di sampingnya Benny bangga bisa memuaskan istrinya malam ini.
"Aku tiga kali malam ini ya Sayang!" ucap Benny sambil mengusap keringat di kening Hanna.
"Ah Abang, baiknya bukan seperti itu kayak dendam saja kalau seperti itu Aku ingin seperti Bu Ameera tiap malam katanya nggak pernah absen makanya jadi Anak bukan semalam tiga kali!"
"Itu Kamu di bohongi, kalau kata Richard tiap malam sama paginya lalau siang masih suka minta lagi, kalau Kita siang nggak bisa karena kerja ya malam saja tiga kali!"
"Terserah Abang saja!"
Benny mulai menggesekkan kembali bawah perutnya ke paha istrinya setelah istirahat dan merasa masih belum puas.
"Abang nanti dulu Aku masih capek!"
********
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️