
"Maaf Ben, Lo jadi nggak pulang malam ini karena kemalaman terlalu larut tapi Gue do'ain Hanna nggak ngambek dan mengerti," ucap Richard sambil tertawa kecil.
"Aku pasrah saja nggak marah gimana, Kami sore itu baru saja minum jamu berdua saat pulang tapi ya sudah mau di kata apalagi semua sudah terlanjur terjadi."
"Waduh, Gue benar-benar minta maaf Benny tapi sepertinya memang Gue yang begitu urgent Lo sama Hanna bisa baikan kapan saja," ucap Richard dengan sedikit merasakan perasaan Benny.
"Nggak apa-apa Bos asal Bos kembali bisa harmonis itu juga sama kebahagiaan ku." Benny memberi semangat pada Bos nya padahal dirinya yang harusnya di beri semangat.
"Ya Benny makasih banget habis ini, Ameera sudah pulang Kamu sama Hanna Gue kasih cuti deh mau jungkir balik juga bisa."
"Makasih Bos, jangan berlebihan kalau nggak ada Aku sama Hanna semua bisa berantakan dengan kerja normal kembali semua bisa baik-baik saja termasuk hubunganku sama Hanna itu sudah membuat Aku tenang."
Richard bangun pagi terlihat sedikit bahagia setelah semalam di sidang kalau semua memang hanya salah paham dan hari ini Richard menunggu Ameera meneleponnya dan bisa di jemput dengan kerinduan menggunung walau tetap harus memberikan keterangan dan membuat Ameera yakin dengan dirinya.
__ADS_1
"Bos ke kantor saja hari ini biar Aku beresin villa dulu nanti kirim orang ke sini tunggu Haji Marzuki atau Bu Ameera kasih kabar, Bos baik-baik sama orangtua ajak jalan jalan kek ke mana kasih hadiah ajak makan di Mall apa aja Bu Amalia biar hilang marahnya jangan di Hotel mulu semoga semuanya berjalan baik baik saja."
"Oh ya sambil beli pakaian Richie kali ya?" jawab Richard Antusias.
"Betul itu!"
"Baik Benny Kamu memang pintar tapi walaupun pintar Kamu selalu dimarahin sama istri! hahaha...." Richard tertawa ngakak baru kali ini semenjak Ameera pergi Richard kedengaran tertawa lagi.
Richard sudah tak sabar pagi ingin segera siang dan menunggu Ameera minta di jemput rasanya sudah begutu berat kerinduan pada Anak dan Istrinya Richard benar-benar nggak kuat lagi seandainya harus menunggu lagi.
"Hahaha ... Kamu tahu aja Benny, silahkan saja buat Ameera terpana sekalian di tempat hunianku ya kalau bisa!" jawab Richard merasa konyol tapi sepertinya membuat Ameera senang boleh-boleh saja kenapa enggak?
Richard Akhirnya ke Hotel dan berkantor dulu walau tak banyak yang dikerjakannya hanya melihat telepon dan menunggu barangkali teleponnya berdering yang diharapkan menelepon hanya Haji Marzuki dan Ameera saja.
__ADS_1
Richard mengajak Mama Amalia dan Papanya belanja terutama keperluan Richie yang kata perundingan semalam akan pulang hari ini.
Walau ada semburat kekecewaan di wajah kedua orangtuanya tapi mereka terlihat bahagia bisa menyelesaikan masalah putra kesayangannya walau semua kebahagian belum nampak mungkin semua akan benar-benar terobati saat menggendong cucu yang begitu ditunggunya.
Tak sabar orangtuanya sama dengan tak sabarnya Richard ingin segera menumpahkan kerinduannya dan membisikkan ditelinga Ameera kalau Dirinya begitu mencintai dan semua akan baik-baik saja.
Wangi parfum dan tubuh dan rambut Ameera seakan candu yang begitu kuat menyerang jiwa Richard dan tubuh istrinya yang begitu di rindukan kehangatannya membuat Richard seperti gila saja selama ini.
Pagi ini Richard sudah cukur jenggot jambang dan berpakaian begitu pantas dan terlihat tampan dengan pakaian warna kesukaan Ameera.
Hari ini benar-bener di niatkan Richard hanya untuk menunggu belahan jiwanya dan buah hatinya.
********
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️