Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Saling mengagumi


__ADS_3

4 Hari kemudian


"Rich, kamu kok ganteng banget sih?" ucap Ameera sambil berdiri menyambut Richard yang menjemputnya dengan pakaian tuxedo lengkap seolah Ameera baru saja bertemu dan begitu kagum akan sosok Richard.


Sekejap mereka berpandangan dan saling mengagumi, tampannya Richard dengan postur tinggi menjulang dan perawakan tegap kokoh, muka yang begitu licin hidung mancung dengan mata agak kebiruan, terasa elok di mata Ameera.


Richard pun tak kalah terbuai dengan pemandangan begitu indah di hadapannya, Ameera dengan tinggi langsingnya, kulit putih begitu lembut begitu mulus tampak dari luar, membuat Richard berkali-kali menelan Saliva nya sendiri dan berusaha meredakan deg-degan dalam dadanya, bibir tipis mungil dengan lipstik warna merah sedang menghiasi tiap senyumnya, mata yang begitu hidup dengan alis tanpa polesan tetap sempurna di mata Richard.


Membuat Richard begitu ingin menikmati pesona di depan matanya yang tinggal seminggu lagi Ameera akan jadi miliknya.


Richard kembang kempis hidungnya di puji sama orang tercintanya, tapi dasar Richard begitu konyol yang ingin mempermainkan dan menggoda Ameera, menjawab saja dengan seenaknya membuat Ameera yang mendengarnya begitu ingin tertawa.


"Sayang ini dandanan belum seberapa, belum maksimal banget, tapi lihat nanti saat kita pakai pakaian yang di pesan di Bandung kemarin, pasti kamu melihatnya akan berdecak kagum, karena saat itu aku akan jadi orang paling tampan dengan dandanan maksimal hanya untuk kamu awas jangan jadi patung kalau nanti kamu memandang aku."


"Aaaaah ... Rich kamu suka mengada-ada deh."


"Kamu juga paling cantik sayang, pasti kamu akan jadi tatapan mata orang-orang di undangan nanti, membuat aku jadi tak rela. terkadang aku bertanya kenapa kamu begitu cantik dan begitu menarik dan satu lagi kenapa tidak dari dulu kita bertemu?"


"Sudah ah nanti ke undangan teman kamu nya jadi terlambat." Ameera menatap Richard yang dengan santainya memakai sabuk pengaman.


"Sayang seminggu lagi kita yang duduk di pelaminan percis si Jody sekarang." ucap Richard begitu berseri raut mukanya, sambil tak henti hentinya memandang Ameera dan dandanannya.


Richard begitu kagum dan pangling, Ameera di jemput dirinya di vila sesuai yang dijanjikannya, datang dengan anggunnya, dalam otaknya dulu sering memandang wanita yang berpakaian seperti Ameera saat ini adalah sesuatu yang aneh dan pelit, semua serba di tutupi tapi kini dirinya begitu menghargai dan sangat senang melihatnya.


Selain begitu terjaga dari pandangan mata orang lain Ameera menimbulkan kepenasaran Richard sendiri, karena belum pernah melihat Ameera sedikitpun terbuka bagian tubuhnya di hadapan Richard.


"Iya, seminggu lagi. Habis itu mau ngapain malamnya?"

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita tanya Jody sama Loka? ngapain ya mereka?"


"Coba aja kamu tanya nanti, mau ngapain kalau malam-malam habis akad nikah, apa yang akan mereka kerjakan?"


"Kita ciptakan sendiri saja seperti apa, jangan ikut-ikutan orang lain ya, takutnya mereka hanya buka kado, sedangkan aku pengen buka yang lain."


Ameera mendelik Richard jadi ngakak sendiri.


"Jody pasti ganteng deh."


"Pasti gantengan aku dong!"


"Loka nya juga pasti sangat cantik."


"Tak akan secantik kamu sayang!"


"Kamu meragukan aku ya soal kegagahan? seminggu lagi aku buktikan!"


"Apa sih Rich? kamu kok sewot sendiri?"


"Aku tak mau kamu mengagumi orang lain sayang."


"Kamu tuh jadi orang aneh banget, orang yang jadi pengantinnya kamu yang seolah merasa sendiri."


"Emang aku sudah merasa jadi pengantin Ameera heeee ... terus kalau kita sudah menikah apa panggilan sayang kita? kamu mau di panggil apa? dan kamu panggil aku mau apa?"


Rich seperti ini saja, biar kita tak canggung, aku suka merasa risih sendiri kecuali nanti kalau kita sudah punya anak kita ciptakan panggilan yang mewakili anak kita nanti."

__ADS_1


"Boleh banget sayang, gimana ya rasanya punya anak? ya ampuuuuun Ameera mau punya berapa anak kita?"


"Rich! nikahnya aja belum."


"Oh iya, bikinnya juga belum heeee ...."


Sepanjang jalan menuju gedung resepsi Richard tak henti-hentinya ngobrol yang begitu menyenangkan, melupakan semua masalah dan kesibukan mereka.


Terkadang saat terhalang macet mereka saling pandang dan saling senyum, Richard meremas jemari Ameera yang hanya diam begitu menikmati kebersamaan.


"Sayang."


"Hemght."


"Tempat tinggal ku di tata ulang lho, dan banyak properti yang di ganti menjadikan lebih nyaman menyambut penghuni baru yang sangat istimewa."


"Oh ya, pasti lebih nyaman dong?"


"Kamu boleh melihatnya dan boleh merubahnya lagi, aku masih menerima saran menurut seleramu sayang."


"Boleh, aku lihat nanti pulang dari undangan ya!"


"Dengan senang hati Ameera sayang, semua aku lakukan biar kamu merasa betah nanti."


"Aku pasti betah di sana Rich, asal ada kamu!"


"Tentu saja ada aku, dan hanya kita!"

__ADS_1


__ADS_2