
"Iya Jody, tapi mending lo tinggal selangkah lagi datang pada orangtua cewek lo, tentuin tanggal lo nikah bisa langsung bongkar koper, lha gue? masih harus menunggu kepastian Ameera entah sampai kapan, sedang gue sudah nggak tahan!"
ucap Richard sambil nyengir sendiri.
"Sabar Rich, semua akan meletus, dan menembak pada sasaran yang benar pada saatnya yang tepat nanti tanpa beban bersalah dan dosa lagi." jawab Jody memberi dukungan pada Richard.
"Sebenarnya gue punya proyek baru Jody sama perusahaan keluarganya Ameera, proyek pembangunan agrowisata memanfaatkan lahan agrowisata yang sudah ada, keluarga Ameera punya perkebunan melinjo dan pala yang begitu luas, sawah yang begitu luas, danau yang belum jadi dan semua itu akan kami jadikan satu proyek spektakuler gue sama Bapaknya Ameera Haji Marzuki, kami sepakat untuk membangun agrowisata tempat wisata, wahana bermain, rekreasi keluarga, tempat istirahat, wisata alam begitu." tutur Richard pada Jody.
"Wow senang mendengarnya Rich, rupanya cinta lo berawal dari kerjasama proyek ya? pantesan berawal dari situ jadi dua proyek yang lo hadapi haaa ... proyek bisnis dan proyek hati lo, lantas kenapa harus lama menunggu keputusan Ameera? kalau lo sudah pada cinta sudah pada cocok kenapa harus nunggu? kan kita sama-sama nggak enak juga nggak tahan, emang nunggu apa lagi? nunggu lo berdua kebablasan karena nggak tahan?"
"Ameera nunggu masa Iddah dia habis dulu, sementara Bapaknya mengarahkan Ameera sepertinya begitu ingin mendekatkan Ameera sama Pak Bagas, orang kepercayaannya Pak Haji Marzuki di proyek yang sedang kita garap bersama ini. Bahkan Ameera maunya serius setelah proyek ini selesai dan berjalan, gue sih masih bisa tahan, tapi adik gue di dalam sini ngerti nggak?" kata Richard menunjuk bawah perutnya.
"Haaaa ... kasihan amat lo Rich! lo jangan sampai salah celup lagi berabe nanti, bumerang bagi kehidupan lo nanti apalagi sudah berani untuk merubah diri, itu sudah perjuangan buat lo. Pokoknya jangan berpikir macam-macam lagi, Jangan sampai semua itu jadi penyesalan nanti kalau sudah menikah otomatis akan berhubungan dengan seorang istri, orang tua, mertua dan nanti akan ada satu yang tak bisa kita lupakan dalam kehidupan rumah tangga kita yaitu seorang anak, kenapa seorang anak? anak adalah cerminan kita Richard, mau baik buruknya anak tergantung dari kebiasaan orangtua dalam mendidiknya, minimal perbaiki dulu akhlak kita untuk bisa mendidik dengan baik anak kita." tutur Jody panjang lebar.
"Betul itu Jody, makanya tiap malam gue tahan saja, hanya bisa membayangkan wajah cantik Ameera, dan yang akan gue lakukan kalau gue sudah menikah, suatu keinginan yang mungkin akan membahagiakan gue tiada lain mungkin saat gue sudah memiliki Ameera dan membawanya ke tempat tinggal gue." Richard menerawang jauh.
"Apa yang lo lakukan saat lo nggak tahan nggak ada lobang sempit untuk bersarang?" tanya Jody tanpa malu lagi bertanya pada Richard.
"Paling gue renang, dan nge-gym nggak ada jalan lain." ujar Richard dengan jujurnya.
"Sama dong, sebenarnya Loka memberikan lampu hijau pada gue, kalau gue terobos dengan bebas sepertinya bisa saja, tapi gue takut dan kasihan melihat kepolosan dia, biarlah dia merasakan semuanya pada waktunya saja, biar dia punya momen indah saat mengenang hubungan gue sama dia."
"Tumben lo baik banget Jody? apa predikat penakluk lobang lo sudah tak berlaku lagi?" cibir Jody sambil tertawa.
"Gue penakluk lobang, tapi akhirnya gue jadiin istri dan gue nikahin Richard, itu masih mending daripada lo! ganti-ganti nggak ada satupun yang lo nikahin."
"Stop! itu masa lalu gue! semua akan berubah dan kedepannya nggak ada lebah dan lobang yang gue celup sembarangan, gue tobat sekarang dan kedepannya, karena gue merasakan tidak ada ketenangan menjalani kehidupan bebas seperti yang sudah-sudah, biarlah semua menjadi masa lalu gue, se-hitam apapun."
__ADS_1
"Syukurlah Rich, besok gue samper lo nge-gym, sebenarnya gue cuma mau bilang kalau cewek calon istri gue Loka yang kerja di klub malam lo mengundurkan diri karena gue pengen dia total persiapan nikah, jadi nggak kerja lagi, biar dia tinggal di rumah saja."
"Nggak apa-apa Jody, nanti disampaikan sama manager Alvin biar dia antisipasi mencari pengganti atau membuka lowongan untuk menggantikan cewek lo yang keluar, malah gue belum kenalan bener sama pacar lo itu."
"Ayo dong Rich kita ajak pacar kita makan bareng besok mau nggak?" ajak Jody begitu bersemangat.
"Boleh banget Jody malah gue senang banget, kita seperti sodara saja, Ameera juga sepertinya akan senang juga."
"Cewek lo itu yang lagi nyanyi kan?" Richard melirik pada Jody.
"Iya, itu cantik kan? masa karyawan sendiri nggak kenal?" sungut Jody.
"Lo emang hafal semua karyawan di pabrik lo heh?" jawab Richard balik tanya.
"Ya nggak lah, kecuali yang cantik-cantiknya haaaa ...." tukas Jody diakhiri tertawa sendiri.
"Tinggal gue mau tahu Ameera lo Rich, yang lo bilang diatas rata-rata segalanya, apa lo sepintar menaklukan cewek-cewek lo yang lainnya? pokoknya besok bawa Ameera tercinta lo nggak ada alasan lain."
"Oke, siap. Tapi lo jangan bilang dan ngobrol macam-macam depan dia kalau nggak mau gue tampol pala lo! gue sangat menjaga segalanya depan dia, gue sangat menjaga perasaannya, hatinya, gue nggak mau apapun terjadi sama dia."
"Sangat siap Bos, gue dukung segalanya."
"Masalahnya lainnya lagi mantan Ameera datang ke sini minta rujuk, kedua orangtuanya menyerahkan semuanya pada Ameera," tutur Richard merasa khawatir.
"Rujuk? lantas Ameera nya gimana? hati-hati Bos! orang minta rujuk itu seakan dia masih punya hak atas pasangannya."
"Sepertinya dia berat ke gue, itu yang gue lihat, justru gue juga khawatir."
__ADS_1
"Ajak aja ke sini sekarang, tunjukkan rasa cinta lo, sekaranglah saatnya, sekalian gue mau kenalan," ucap Jody mengajak, dan begitu penasaran.
"Dia nggak kenal beginian, dia orang alim, sangat idealis juga semua keluarganya"
"Lha, lo sendiri bisnisnya seperti ini? gimana?" tukas Jody seperti semakin penasaran dengan kisah sahabatnya.
"Semua sudah mulai di rombak, gue singkirkan Janeeta dari kehidupan gue, gue jaga jarak dengan cewek manapun, hanya jaga-jaga saja gue nggak bisa jumpa lagi sama cewek-cewek yang pernah gue bawa masuk ke kamar gue, jam buka klab malam hanya sampai jam sebelas malam, gue pengen di semua tatanan hotel berubah termasuk di tempat tinggal pribadi gue semua berubah."
"Lo sendiri sudah berubah belum? terutama mesum lo itu!"
"Gue berusaha dan harus bisa berubah Jody, apapun yang terjadi gue pertahankan semuanya. Di hadapan Ameera gue seperti kecil dan tak berarti apa-apa, gue sanggup korbankan apapun demi dia."
"Kelihatan lo begitu cinta Richard, semoga cinta lo berakhir di muara Ameera, gue jadi penasaran banget pengen kenalan."
*****
Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya
❤️Meniti Pelangi
❤️Pesona Aryanti
❤️Biarkan Aku Memilih
❤️Masa Lalu Sang Presdir
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1