Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Sarapan tambahan


__ADS_3

"Rich! nanti sabar aku sikat gigi dulu, aku tak biasa kalau habis makan nggak gosok gigi ...." elak Ameera berusaha melepaskan diri saat masuk ke huniannya Richard langsung menangkapnya.


Richard tertawa sambil mengikuti Ameera ke kamar mandi, dan lepas dari tangkapannya. Lalu menggosok gigi juga.


Ameera yang selesai duluan tergesa keluar dan duduk di sofa, Ameera selonjorkan kakinya seenaknya memperlihatkan kaki dan betis jenjang putih mulus sambil menghidupkan tv. Tubuhnya bersandar dan memeluk bantal sofa yang empuk di dadanya.


Membuka kerudungnya, sambil menyisir dan membereskan rambut dengan jemarinya. Richard terpana melihatnya berdiri di hadapan Ameera sambil membuka kancing kaos berkerah yang Ia kenakan.


Tampaklah pemandangan begitu indah depan mata Ameera, dada bidang berotot dan perut kontak-kotak yang seperti roti sobek berbagai rasa tersaji di hadapannya.


Ameera bangkit mengusap dada itu dan menyandarkan kepalanya di sana, tanpa kata Richard membuka sabuk celananya dan melorot begitu saja. Kehangatan pelukan di rasakan Ameera, begitu suka dan nyaman menyandarkan kepalanya di situ.


Sekilat mulut Richard sudah menguasai bibir Ameera, tangannya menyelinap tak bisa di tahan pada bagian atas perut Ameera yang begitu menantang untuk di taklukan.


Tambahan nutrisi sarapan di mulai, mencoba mengeksplor sensasi di sofa.


Sama-sama suka, sama-sama kangen, sama-sama menginginkan, dan sama-sama panas, mereka padukan dalam satu rasa, gejolak yang sama.


Kenikmatan sarapan pagi dan penambah nutrisi, dengan ******* dalam cumbu belaian, bisik dan rayu lewat usapan menenggelamkan mereka dalam alunan harmoni yang begitu lama di damba dalam penantian. Kini semua tersaji dalam kebebasan semua merasa ingin dilampiaskan.


"Sayang, mau pindah ke tempat tidur nggak?" bisik Richard di telinga Ameera dengan nafas begitu memburu.


"Di sini saja!"


"Aku begitu senang dengan segala yang kamu coba, dan warna permainan yang kamu inginkan, di manapun kamu mau boleh kita coba."

__ADS_1


Ameera tersenyum, Richard memang romantis, begitu senang kelihatannya memanjakan dirinya.


"Siang sayang, ayo tuntaskan katanya mau ke kantor," bisik Ameera sambil menggigit perlahan daun kuping Richard.


"Ke kantor jadi nomor dua kini, nomor satu kamu sayang."


"Kamu bisa aja, tukang rayu nomor satu!"


"Nggak usah di rayu, kamu lengket sendiri."


"Kita sama-sama suka main."


"Haaaa ...."


"Tapi aku juga harus olahraga, buat kebugaran dan kesehatan, habis ini kita renang ya."


"Bukan, ini namanya menguras tenaga!"


"Haaa ... oke, kita selesaikan ya." Mereka tenggelam dalam irama dan ritme yang mereka atur bersama di sofa empuk dengan pakaian berserakan di lantai.


Kenikmatan luar biasa mereka rasakan dalam kelegaan hati, melakukan semua tanpa beban, itulah cinta mereka yang di nyatakan dalam satu perpaduan yang nyata perayaan kasih sayang.


Richard memeluk Ameera dalam kepuasan, setelah memacu dengan begitu dahsyat semangatnya, hentakan non stop kesukaannya selama kurang lebih sepuluh menit membuat Ameera hampir kejang, begitu banyak gaya yang begitu menggairahkan. Ameera layak manja dan di manjakan karena sang Flamboyan begitu dominan dalam setiap perannya, tapi Ameera begitu bisa mengimbanginya menikmati setiap sentuhan dan menjadi candu yang menagih.


Lama mereka berpelukan sampai nafas telah kembali normal, mereka hanya berpandangan dan melempar senyum penuh arti.

__ADS_1


"Aku tak akan bosan bersamamu sayang, kamu adalah segalanya buatku, kamu adalah kebahagiaanku," ucap Richard sambil mengusap anak rambut yang menghalangi muka Ameera.


"Richard, aku sayang kamu. aku bangga bisa mencintai dan di cintai kamu. Satu lagi aku suka permainanmu." ucap Ameera sambil memainkan hidung mancung Richard


"Iya sayang, semua buat kepuasan kamu sebagai istriku dan aku juga puas sama pelayanan kamu, tak ada yang bisa memisahkan kita."


"Hari ini, aku mau ke Agrowisata melihat penyelesaian proyek, boleh ya sementara kamu ke kantor nanti."


"Boleh tapi harus sama Hanna, aku nggak bisa melepas kamu sendiri, kalau aku memungkinkan aku menyusul ya."


"Iya, aku pengen segera meresmikan semua itu dan kita kelola bersama."


"Yang penting villanya sudah jadi. Kapanpun kita bisa main di sana karena malam pertama kita hanya pelukan saja


Bangun yuk, kita mandi bareng ya?"


"Aku mau renang, itu olahraga favorit ku, setiap ada waktu aku selalu menyempatkan setengah jam atau lebih untuk berenang, paling baik untuk pernafasan kita."


"Kok kita sama suka olahraga sih? aku malah bisa banyak gaya dalam berenang lho sayang, apalagi berenang di darat atas kamu."


"Rich! aku serius."


"Aku juga serius, aku ingin tiap tempat di mana-mana menyimpan kisah cerita tentang permainan kita, barusan kita sudah simpan cerita di sofa ini, sekarang di kolam renang ya!"


"Rich? kamu serius kuat? kan baru saja turun?"

__ADS_1


"Kamu meragukan aku sayang?"


__ADS_2