Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Jody pemenangnya


__ADS_3

Jody kembang kempis hidungnya merasa sudah jadi pahlawan di hadapan Bapaknya Loka, memenangkan hati Loka dan juga keluarganya walau harus sedikit tak jujur kondisi dirinya yang sebenarnya.


Apalah daya biarlah Jody ikuti pemikiran orangtuanya Loka, walau pada kenyataannya Jody sedih juga, baginya biaya dan jaminan kehidupan masa depannya bukanlah masalah.


Tapi Jody lebih memilih merendah saja, daripada di bilang sombong dan keluarga Loka tak mempercayainya. Biarlah keluarga Loka memandangnya biasa saja walau pada akhirnya mereka akan tahu juga karena semua tak akan bisa disembunyikan.


Mengalahkan tiga saingan adalah hal yang tak mudah di hadapan Bapaknya Loka yang sangat sederhana pemikirannya, tapi itu di hargai Jody dengan sepenuh hatinya. Jody mengakui pemikiran keluarga Loka begitu sangat bijaksana tidak melebihi dari kemampuan mereka dan mereka begitu takut punya hutang yang akan menjadi beban diri mereka sendiri hanya untuk sekedar pesta dan selamatan juga hajatan.


Tak ingin melebihi dari kemampuannya itulah yang di anut keluarga Loka, memang sangat patut ditiru dan diteladani ada pelajaran berharga yang dipetik Jody dari perkenalan dengan keluarga Loka disini, jangan sampai habis pesta dan selamatan meninggalkan hutang, Jody sedih banget mengingat ucapan Bapaknya Loka, "asal selamat tak usah berlebihan biar tentram bulan madunya."


"Nak Jody kita kan sudah selesai ngobrolnya kita panggil ibunya juga Loka ya?" ujar Bapaknya Loka kelihatan senang dengan muka sumringah.


"Boleh banget Pak, saya tak sabar melihat senyum manis Loka saat tahu Bapak merestui hubungan kami."


"Iya, iya. Sama Bapak juga senang, tapi kamu jangan senang berlebihan dulu sebelum lamaran dan pernikahan kalian selesai, Bapak juga belum bisa bernafas lega semua serba takut, takut meninggalkan hutang habis hajatan, seperti tetangga sebelah habis kawinin anaknya beberapa bulan lalu, anaknya menuntut pesta yang meriah dengan mengundang banyak orang tetapi kemampuan tidak sesuai dengan keinginan jadinya seperti itu menyisakan hutang akhirnya sampai menjual tanah di belakang rumahnya."


"Bapak juga masih punya tanah kan?" sela Jody penuh selidik.


"Tanah dan sawah juga kebun ada tapi kalau bisa jangan buat bayar hutang habis hajatan, maunya Bapak buat bikin rumah kalian nanti walau kecil tapi kan nggak usah ngontrak."


"Wah Bapak prinsipnya hebat juga ya, bisa sisihin tanah buat anak keturunan, jaman sekarang sudah langka banget Pak orang yang seperti Bapak."


"Bahkan kalau kamu sudah bosan kerja di pabrik mau bercocok tanam apa aja boleh, Bapak sediakan lahannya."


"Waduh! saya harus banyak belajar lagi kalau begitu Pak, saya baru bisa belajar mencangkul di kamar saja sementara ini, tapi kalau bercocok tanam di sawah Loka sepertinya sudah pasti lancar."


"Haaaaaaaa ... kamu bisa bercanda juga rupanya. Badan kekar tinggi gede begitu harusnya bisa kerja berat"

__ADS_1


'Kalau kerja berat di tempat tidur jangan di ragukan lagi Pak!' Jody senyum-senyum sendiri.


Bapaknya Loka bangkit memanggil Istri dan putrinya yang dari tadi tak ikut ngobrol. Ibunya sama Loka hanya mengobrol saja di belakang setelah Loka menyuguhkan minum dan cemilan buat Jody dan Bapaknya.


"Duduk Nak di sini dan Ibu duduk di sini." Bapaknya Loka mempersilahkan istri dan putrinya duduk di tempat yang di tunjuk.


"Bapak sudah mendengar niat baik Nak Jody, untuk melamar kamu dan nanti setelah orangtuannya ke sini dan semua pada setuju baru kita tentukan tanggal nikahnya. Gimana kamu Nak apa setuju begitu? kamu seneng Mas Jody ingin mempersunting mu?" tanya Bapaknya Loka sambil memandang putrinya yang sudah dewasa.


Loka mengangguk dan tersenyum, melirik Jody yang juga lagi tersenyum.


Rasanya Jody ingin menggigit bibir Loka yang begitu merekah memberinya senyum yang menusuk hatinya.


"Ya Sudah, semoga semuanya lancar, Bapak hanya bisa mendo'akan dan merestui kalian."


"Loka mumpung kita lagi ngobrol dengan kedua orangtuamu, aku mau bertanya apa mahar yang akan kamu minta kalau kita menikah nanti?" tanya Jody memandang wajah cantik Loka, Loka tak menjawab mungkin bingung mungkin juga nggak tahu harus minta apa?


"Loka nggak minta apa-apa, semua itu terserah Mas Jody saja, mau memberi apapun aku harus ikhlas menerimanya dan mensyukurinya."


Deg! hati Jody begitu tersentuh, Loka memang begitu beda dengan semua cewek yang pernah jadi istrinya, mereka berlomba saat Jody menyatakan ingin menikahinya mengatakan segala sesuatu keinginannya, karena mereka tahu Jodi adalah orang kaya yang bisa memenuhi segala permintaan dan keinginannya.


Tetapi Loka dengan lugunya tidak minta sesuatu apa pun menyerahkan semuanya kepada Jody apapun yang diberikannya akan diterima dengan ikhlas. Jody sekali lagi begitu sedih ingin dirinya membahagiakan Loka dan tidak ingin mengecewakan keluarganya mungkin saat ini adalah pernikahan yang diharapkannya dan semoga ini akan menjadi pernikahannya yang terakhir yang penuh dengan kebahagiaan.


Melihat basic keluarga Loka yang begitu sederhana dan pemikiran orang tuanya yang begitu sederhana juga sesuai dengan kehidupan yang di jalaninya hati Jody begitu tersentuh jauh dari kemewahan dan kata boros, mereka menggunakan segala sesuatu menurut kemampuannya mereka mengukur kemampuannya sehingga segalanya tidak berlebihan.


"Baiklah Loka, nanti aku pikirkan dulu apa yang pantas buat mahar pernikahan istimewaku, kalau kamu tak meminta apapun sebagai mahar pernikahan kita."


Bapaknya Loka manggut-manggut tanda mengerti.

__ADS_1


"Pak, Bu, juga Loka mungkin setelah acara selamatan di sini kedua orang tuaku juga pasti ingin mengadakan juga acara selamatan di rumah aku juga, jadi mungkin nanti akan diadakan juga pesta kedua di rumahku.


"Nak Jody? apa semua biayanya akan cukup? dikira Bapak cuma selamatan di sini saja?"


"Bapak tenang saja, saya punya banyak teman di pabrik jadi kalau tak ada pesta kecil-kecilan di rumah gimana? itu tanggungjawab orangtua saya semuanya, saya hanya mengharapkan kehadiran Bapak sama Ibu juga keluarga besar dari sini di acaranya nanti, saya tidak akan memberatkan semuanya kepada Bapak itu hanya rasa cinta orang tua saya pada anaknya, jadi ingin mengadakan selamatan juga memberitahukan tetangga dan teman kerja saya cuman itu saja Pak."


"Baiklah, kalau begitu Nak Jody Bapak setuju saja. Ayo di minum juga di makan kuenya."


"Loka mumpung ada mobil, kamu kalau mau ajak Bapak sama Ibu juga adik-adikmu jalan-jalan ayo aku antar mau ke mana? Ajaklah mereka biar hatinya senang."


"Horeeeeee ... kita naik mobil, aku mau beli jajanan kembang gula yang di pasar itu." dua Adiknya Loka yang masih SD tiba tiba menghambur begitu senang.


"Aku mau ke alun-alun naik delman sama naik odong odong!"


Jody tersenyum melihat Loka yang melotot pada dua adiknya.


******


Sambil menunggu up Masa Lalu Sang Presdir baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun juga beri hadiah 🙏


Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard


By : Uma_Bie


Hati siapa yang tidak hancur, saat sebuah hari istimewa yang diharapkan akan berbuah kebahagiaan. Tapi apa yang di dapatkan oleh Amber Wilson sang wanita tangguh ini, sebuah kesedihan dan perasaan kecewa, ketika sang kekasih tak kunjung datang tepat dihari pernikahan mereka. Sang kekasih yang begitu ia cintai mendadak menghilang dan tanpa jejak.


Hari-hari Amber ia habiskan hanya untuk menunggu sang kekasih, ia masih sangat berharap kekasih hatinya itu datang dan kembali padanya, tapi lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan.

__ADS_1


__ADS_2