
"Apa masalahnya sampai Kamu ada di sini?" ucap Tante Diana sama Zen yang terlihat begitu kurus dan tak terurus dengan rambut gondrong yang agak bergelombang.
"Banyak masalahnya Tante tak bisa Aku sebutkan satu demi satu rasanya seperti mimpi Kita bisa bertemu lagi serasa Aku punya setitik harapan baru, Aku tidak tahu baru beberapa bulan lalu istriku mengirimkan surat cerai dari pengadilan Agama Aku tak berdaya menolaknya apapun keputusannya Aku terima demi anak-anakku walau Aku tahu istriku berat dan Aku juga sama sebenarnya tapi Aku di sini seperti orang yang mati saja tak punya harapan lagi lebih baik Aku pasrah saat istriku terakhir kali datang ke sini, satu lagi jaringan putus nggak ada penyambung buat meneruskan usahaku walau otak ini masih normal. Kalau semua buntu tak bisa apa-apa hanya menunggu waktu kurungan berakhir dan Aku bisa bergerak lagi." Zen mengambil sebatang rokok yang di sodorkan Tante Diana dan menyulutnya dengan nikmat.
"Tak adalah anak buah mu yang bisa di andalkan satu orang saja?" selidik Tante Diana sambil memandang wajah dan perawakan Zen yang masih terlihat tegap walau kini terlihat kurus.
"Itu kesalahanku anak buahku tidak dilibatkan dan tidak menghadirkan seseorang karena Aku belum mendapatkan yang cocok keburu Aku ketahuan numpang bisnis di The Rich Hotel, Si bre**sek Benny begutu tajam mengendus semuanya." Zen tertawa sarkas sambil memandang langit langit ruang pertemuan napi dan keluarga yang terlihat buram seburam pikirannya kini, ada rasa benci dan dendam pada Benny yang telah memporak-porandakan semua bisnisnya menghancurkan rumah tangganya dan menghancurkan juga hubungan gelapnya dengan Janeeta.
"Kamu bisa keluar dari sini Kita bangun kerajaan bisnis lagi bersamaku, Aku mencari Kamu karena Aku kangen senyum dingin mu!" Tante Diana mengangkat dan menumpangkan kakinya sambil tersenyum pada Zen.
"Tante bisa mengandalkanku kapanpun Aku siap karena sudah muak berada di sini!" sumbar Zen sambil menyeringai seperti serigala melihat mangsa di hadapannya.
__ADS_1
"Oh ya jadi Kamu sekarang sudah cerai? juga mau bebas dengan syarat yang Aku berikan? Tante Diana menawarkan Diri.
"Tentu saja! ajukan syarat apapun. Tante tahu Aku konsekuen dan Kita sama sama tahu dari dulu juga untuk hal yang sangat pribadi Aku masih teruji!" ucap Zen terlihat semangatnya bangkit.
Tante Diana tersenyum masih ingat permainan mereka dulu begitu kuatnya seorang Zen saat berada di tempat tidur melayani hasrat b*nalnya.
"Kamu mandi yang bersih mulai sekarang Aku urus semua kepulanganmu prosesnya paling dua mingguan dari sekarang. Kamu bisa keluar kalau sudah menjalani dua per tiga hukuman mau dua tahun kan menjalani kurungan di sini?"
Tante Diana menggesekkan bungkusan yang di bawanya.
"Hahaha ... Tante mau berapa malam nanti? pasti Aku lunasi semuanya!" Zen terkekeh sendiri dan tante Diana hanya tersenyum.
__ADS_1
"Ada satu wanita yang begitu Aku suka penyanyi buangan Bos Richard Janeeta namanya yang kini menganggu pikiranku apa Dia masih ada di klab malam The Rich Hotel atau tidak dulu Dia mengandung benihku entahlah sampai kini Aku tak tahu lagi kabarnya."
"Masih adakah ingatanmu pada seseorang yang tak perduli lagi padamu?"
"Kalau sama Anak biologis Aku akan selalu ingat dan itu tetap tanggung jawabku walau Aku bukan Bapak yang baik dan contoh yang benar bagi mereka tapi masih ada satu harapan di hatiku kalau mereka inginnya bersekolah yang tinggi agar bisa menjadi orang setidaknya tidak mencontoh Bapaknya," gumam Zen.
"Apa Kamu yakin itu Anakmu? bukankah siapa saja mungkin menanam benih pada wanita klab malam itu?"
"Aku yakin karena dulu Aku sengaja melakukannya karena menginginkan Anak laki-laki dari istriku tak punya anak laki-laki, Janeeta sempat frustasi dan marah besar padaku karena tanpa sepengetahuannya Aku melakukan tanpa pengaman. Jadi Aku yakin yang ter-semai di rahimnya adalah bibit dari benih ku."
"Oke, simpan bibit itu buatku nanti! walau Aku tidak mengharapkan Anak tapi enaknya! Aku pulang dulu jaga kesehatan banyak pekerjaan menantimu!"
__ADS_1
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️