
"Annet, jadi apa keputusanmu Kamu mau pergi tinggalkan Aku?" ucap Jefry seperti ingin menghalangi langkahnya.
"Mau nunggu apalagi? sebenarnya Aku mencintaimu Jef tapi Kamu tak ada perubahan apapun maksudku carilah kerja jangan hanya menunggui dagangan kue yang tidak seberapa, itu kerjaan perempuan. Kamu laki-laki bisa kan kerja apa saja Anak nanti tambah gede butuh biaya lebih, hidup sehari hari juga Kita keteteran kalau tidak di bantu dari Ibuku Aku malu masa terus di bantu sama orangtua? Aku nyanyi lagi Kamu nggak boleh selalu saja manyun saat Aku berangkat solusinya apa? mending Aku pulang saja biar Kamu mikir!" Annet duduk lagi sambil memangku Anaknya yang mulai aktif merayap dan mau belajar jalan dan nggak mau diam.
"Annet Aku tidak punya koneksi buat cari kerja kemarin juga ada lowongan satpam sama saja dengan kerja nungguin toko kue ini gajinya kecil waktunya panjang sama saja nungguin waktu jadi maksudku sambil tungguin Anak di sini kalau sama saja apa bedanya?" jawab Jefry bermaksud mengatakan yang sebenarnya.
"Ah Mas nggak ngerti ngerti hidup tidak makan cinta tapi butuh biaya duit buat berlangsung nya hidup ini semua di dapat dari kerja dah lah Aku pusing Aku pulang saja ke rumah Ibu biarin di toko ada pekerja yang menunggui nanti!" Annet mulai lagi dengan permasalahan yang sama setiap mereka berantem sama suaminya.
__ADS_1
"Annet jangan begitu kalau Aku pergi berlayar lagi Aku tidak sanggup berpisah terlalu lama denganmu cobalah sedikit bersabar Aku juga tidak diam berusaha kesana kemari mencari pekerjaan mencari peluang bertanya kepada temanku tapi sampai saat ini Aku belum menemukan yang cocok," ucap Jefry sambil meraih tangan Annet yang duduk sambil cemberut memandangi putranya yang merangkak dan berdiri lagi.
"Tapi Kita akan selamanya begini Mas? Aku kerja Kamu nggak boleh sedang Kamu diam saja tak ada sedikitpun inisiatif apa semua uang kita menunggu sampai limitnya nol baru Kamu mau mencari kerja?" cecar Annet dengan muka kesal.
"Annet kalau masih ada kenapa enggak Kita pakai saja, Kita berpisah bisa melewatinya, Kamu hamil Aku tudak mempermasalahkan siapa Bapak Anak ini saat Aku bekerja Aku menyerahkan seluruh gajiku kepadamu silakan Kamu atur semuanya untuk masa depan Kita tapi giliran semuanya sudah mau habis terus Aku belum mendapatkan pekerjaan lagi Kamu marah-marah yang Aku inginkan adalah bekerja di sini dekat dengan kalian kenapa Kita tidak bersabar siapa tahu ada jalan keluarnya kalau Kita tetap berusaha?" Jefry berusaha memberi pengertian pada istrinya.
"Jef, Aku merasa hidupku seperti ini banget rumahtangga Kita adem Anak ada tapi kenapa dari materi selalu saja kekurangan? Aku kemarin di pindahkan sama Bos Benny dari klab malam The Rich Hotel utama ke The Rich Hotel yang sepi Aku jadi kering nggak ada saweran mau protes nggak enak sudah untung masih diterima kerja di situ."
__ADS_1
"Maksudmu apa Jef?"
Aku bisa saja kalau terdesak berbuat jahat atau apalah tapi Aku berpikir lagi Aku sudah punya anak istri yang seharusnya Aku jaga bukan Aku tinggalkan Aku ingin mencari pekerjaan yang bisa memberikan manfaat yang bukan hanya sesaat."
Ini ke sekian kali Annet berbeda pendapat dengan Jefry suaminya. Setiap kali dirinya emosi Jefry selalu saja membuatnya meleleh dan mengalah. Annet menyadari dirinya banyak salah di masa lalu bahkan Anaknya itu bukan darah daging Jefry tapi Jefry terlihat begitu menyayanginya seperti Anaknya sendiri Aneet berpikir kalau dirinya dekat lagi dengan seorang laki-laki belum tentu laki-laki itu bersikap sebagai Jefry pada Anaknya kini.
Akhirnya Annet mengurungkan diri pulang ke rumah Ibunya.
__ADS_1
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️