Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Omelan Mama


__ADS_3

"Kalian ini jam segini masih saja di kamar? Anak itu perlu matahari perlu di jemur kalian berdua ini sama saja pemalas ya? lihat tuh sudah panas coba anaknya bawa jalan-jalan mungkin akan begitu segar kalau terkena udara dan matahari panas pagi." Omelan Mama Amalia terdengar sampai ke bawah.


"Ya ampun cucu Mama sama Papa begitu gantengnya kasihan nggak ada yang ajak jalan-jalan sama Oma ya biarin Papa Mamamu maunya di dalam kamar terus! kapan ke Bandung Sayang Oma tunggu ya?" Mama Amalia menggendong Richie memeluk dan menciumnya membawanya ke luar diikuti Richard sama Ameera yang senyum senyum saja di belakangnya.


"Mam, katanya Mama sama Papa mau jalan ke kebun tangkil sama Ibu Bapaknya Ameera Richie jangan di bawa nanti di gigit nyamuk!" ucap Richard sambil menuruni tangga dengan sebelah tangannya memeluk pinggang Ameera.


"Kalau ada panas nggak ada nyamuk, Mama hanya berjalan jalan di sekitar danau saja nanti ke kebun sama Papa sambil nungguin Pak Haji dan Bu Hj Salamah."


Ameera yang hanya memakai pakaian piyama habis mandi dan kerudung instan dan Richard masih sama memakai piyama mandinya tak berani keluar jauh hanya sampai teras saja mengantar Richie di bawa jalan-jalan Omanya.


Pak Isaak yang lagi mengobrol dengan Pak Bagas di jalan depan villa mengangguk saat melihat Richard keluar dari villanya.


Richard sama Ameera hanya sampai di teras saja karena di luar sudah banyak pengunjung yang pada datang membiarkan Richie dalam pengawasan Mama mertuanya di dorong pakai dorongan Bayi.


Pak Isaak sama Bu Amalia begutu antusias karena malam tadi ke sini Richie sudah tidur. Jadi sekarang mereka melepaskan kerinduan memperlihatkan rasa sayang mereka pada cucu yang telah lama mereka tunggu kehadirannya.


"Aku bahagia banget Sayang melihat Mama Papaku juga orangtuamu menyambut kehadiran Richie yang melengkapi kebahagiaan Kita."


Richard sama Ameera berdiri di pagar besi yang melingkari bangunan teras bawah villa mereka sambil melihat ke area Agrowisata yang sudah banyak pengunjung yang masuk.


"Masuk yuk katanya sarapannya nggak kenyang? apa mau sarapan yang lain?" ajak Richard sambil meraih jemari Ameera dan memainkan cincin perkawinan mereka.

__ADS_1


"Jadi kenyang dengar omelan Mamamu Pap!"


"Hahaha ... baru tahu Mamaku Memang begitu. Kitanya aja yang masih malas-malasan saja di kamar habis enak banget bikin seprai kusut."


Ameera mencubit pinggang Richard yang mengaduh kesakitan.


Richard mengikuti Ameera masuk dan naik ke kamarnya. Ameera bermaksud membereskan tempat tidur tapi Richard menghalanginya menyergap dan memeluknya membuat Ameera berteriak kecil karena kaget.


"Biarkan Richie sama Mamaku Aku ingin berdua Sayang, lihat paha mulus mu tadi waktu sarapan Aku jadi suka mengelusnya Aku baru sadar kalau semuanya bikin Aku nggak tahan Sayang." Richard memasukkan tangannya ke balik pakaian Ameera.


"Pap jangan mulai deh ini masih lagi lagian ada Papa Mamamu di sini hanya jalan-jalan sebentar lagi Richie pulang karena pasti mau ******* haus!" Ameera mengingatkan.


"Sayang hanya sebentar saja di sofa juga boleh sambil melihat mereka kalau pulang Kita udahan!"


"Ameera, jangan heran Aku merindukan Kamu begitu lama membiarkan Aku puasa biarkan Aku bebas menikmati semuanya sekarang..."


"Iya Mama mengerti Pap, tapi ini hanya menjaga Papa Mamamu pulang jalan-jalan hanya saja ke depan masa kita melewatkan dengan main? Aku sudah mau menyusui Richie dadaku sudah berat pasti Richie juga sudah kehausan."


"Baru saja berangkat Sayang tuh jalannya kelihatan tapi dari bawah tidak kelihatan ke dalam sini kacanya riben!"


Ameera ikut melihat pemandangan di bawah sana sambil jalan ke dekat Richard di kaca depan.

__ADS_1


"Aku isap sedikit biar tidak terlalu berat dadanya ya Sayang?"


Tanpa persetujuan Ameera Richard menurunkan kepalanya hingga ke dada Ameera.


Ameera tak bisa menolak saat mulut dengan bulu kasar di sekelilingnya menyesap kuncup ranum yang sedang mekar itu hanya ******* yang keluar dari mulutnya membuat keduanya tegang.


"Ah Pap!"


"Glek ..." Richard menelan cairan bergizi penuh nutrisi dan melepaskan kuncup itu.


Ameera tahu kalau belum di penuhi keinginannya Richard pasti akan merengek terus sampai kapanpun.


"Paling sebentar juga meletus Sayang sudah berat ke ujung nih, tembakin ya?"


Ameera hanya mengangguk dan tersenyum melihat begitu mendamba suaminya.


"Pap di kamar mandi saja yuk!"


Richard langsung menarik tangan Ameera masuk ke kamarnya dan mereka mengunci diri di dalam kamar mandi.


Richard membuang pakaiannya dan melihat tubuh mulus istrinya juniornya langsung meronta tak terkendali menggeliat tiga kali lipat dari ukuran semula.

__ADS_1


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2